Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 38 - Bahasa Isyarat


__ADS_3

Senin pagi.


Viona datang ke sekolah lebih pagi dari biasanya, dengan membawa penggaris berbahan stainless steel di tangan kanannya dia berdiri di gerbang pintu masuk sekolah, didampingi oleh dua penjaga keamanan sekaligus.


"Heh! kamu sini sini sini!" titah Viona pada segerombolan muridnya, 5 siswa dan 1 yang disembunyikan di tengah-tengah.


"Itu kenapa nyumput-nyumput, sini keluar!" bentak Viona. Dia menang cantik dan seksi, namun terkenal garang dan tanpa ampun pula, apalagi statusnya yang merupakan putri dari pemilik sekolah membuat semua murid di sekolah ini lebih takut kepada Viona daripada kepala sekolah.


Ibarat kata di serial upin ipun, Viona adalah cikgu besak.


"Mana dasi? ini kan hari senin! wajib pakai topi dan dasi!"


"Ma-maaf Bu, dasi nya hilang."


"Itu bukan alasan! makanya minggu jangan cuma main aja, sisakan waktu 1 jam untuk mempersiapkan keperluan hari senin!"


"Push up 10 kali, semuanya!"


"Loh Bu, kan yang nggak bawa dasi cuma Anwar," bela salah seorang murid.


"Dan kalian semua tadi nutup-nutupi kan, membela yang salah itu sama saja hukumannya!"

__ADS_1


6 murid itu pasrah, akhirnya push up 10 kali di depan gerbang sekolah, menahan malu saat menjadi tontonan murid yang lain.


Lewat ke 6 murid tadi Viona kembali menajamkan matanya, menelisik satu per satu murid di sekolahnya ini.


Semuanya nampak rapi-rapi dan tertib. Sampai akhirnya sebuah motor sport berhenti tepat di hadapannya.


Davin yang sengaja membuat ulah.


Murid yang menyandang siswa tertampan ini membuka kaca helmnya dan melihat sang calon istri yang memperankan guru BK dengan sungguh-sungguh.


Tanpa turun dari atas motor, Davin berjalan menggunakan kedua kakinya mendorong motor itu mendekati sang guru. Berlagak sopan saat melewtai gurunya ini.


"Maaf Bu, suara motornya memang besar, tapi kan saya tidak terlambat," ucap Davin, sedikit memelas.


"Siap Bu!" jawab Davin, lengkap dengan membuat tanda hormat.


Sadar jadi pusat perhatian, mereka selalu bersikap biasa saja saat berada di sekolah, benar-benar bersikap layaknya murid dan guru.


Upacara di mulai.


Viona bukan berdiri di jajaran guru, melainkan di belakang para murid. Terus mengawasi jika ada muridnya yang bersikap tidak sopan saat upacara berlangsung.

__ADS_1


Semuanya aman terkendali, hingga saat menyanyikan lagu mars SMA Tunas Bangsa tiba-tiba ada seorang siswi yang jatuh pingsan.


Dinara yang berada di sebelah temannya pun langsung menangkap gadis itu, lalu dibantu yang lainnya untuk dibawa ke UKS.


Viona dengan cepat mengambil alih kendali, bahkan meminta sang adik untuk kembali mengikuti upacara bendera.


"Biar mbak yang bawa," ucap Viona, Dinara yang tetap diperlakukan seperti adik saat di sekolah seperti ini pun merasa sangat senang, dia pun menganggukkan kepalanya dengan patuh.


"Biar saya bantu Bu," ucap Davin tiba-tiba.


Dan Viona hanya menjawabnya dengan anggukan. Siswi pingsan itu di angkat oleh Davin dan dua siswa lainnya, dengan Viona yang mengawasi.


Sampai di UKS, Viona meminta ketiga siswa itu untuk kembali upacara, dan dia akan tinggal disini sendiri.


Viona dan Davin saling tatap sejenak, seolah dari tatapan itu Davin mengatakan jika nanti dia akan kembali menemui Viona.


Dan Viona mengerti, dia mengedipkan matanya pelan tanda IYA.


Bahasa isyarat yang hanya dimengerti oleh mereka berdua, berasal dari hati dan tatapan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Bab 1 meluncuur, ayo Vote nya jangan kendor, dukung Davin berondong jagung masuk ranking Vote, wkwk 🤣🤣😗😗


__ADS_2