Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
Bab 22 Tunggu Dia Meninggal


__ADS_3

Qi Boheng merasa sedikit malu setelah menyadari ketidakpuasan Yin Suhua.


"Aku harap Selir Pangeran bisa mengerti akan kondisi saat ini. Bagaimana pun juga, semua tabib yang ada di Ibu Kota Kerajaan dan Dinasti Dayong ini sudah pernah memeriksa kondisi penyakit Junye. Aku juga yakin kalau kamu sudah mengetahui hal ini. Aku menanyakan hal ini hanya karena sebatas perhatian."


"Kamu sendiri juga merupakan seorang tabib. Bukankah memeriksa nadinya jauh lebih baik dibandingkan bertanya padaku?"


Yin Suhua tidak ingin mengerti tentang hal ini. Saat ini, Qi Boheng bagaikan keluarga pasien yang tidak memercayai Yin Suhua, tetapi mengharapkan bantuan darinya.


Dia memilih menutup mulut karena dia belum menyelesaikan kontradiksi yang dia alami.


Qi Boheng ingin memberikan penjelasan lebih, namun Yin Suhua segera pergi meninggalkannya.


Kondisi Kediaman Perdana Menteri saat ini.


"Tuan, apakah kita akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja?" Ekspresi wajah Shen Yuhu terlihat begitu tidak puas.


Yin Suhua yang selama ini dia tindas itu bahkan berani datang ke Kediaman Perdana Menteri dengan sikap yang sombong. Yin Suhua bahkan mengandalkan Mo Junye yang sisa hidupnya tidak lama lagi. Shen Yuhu sama sekali tidak bisa menerima hal ini.


"Emangnya, hal apa yang kamu inginkan? Pergi ke Kediaman Raja Ning untuk meminta keadilan?" Yin Houyan bertanya dengan jengkel.


Tetapi, Yin Houyan juga tahu jelas tentang kepribadian Mo Junye dan juga bagaimana Pangeran Ning memperlakukan dirinya.


Yin Suhua memang mematahkan tangan salah satu pembantu wanita mereka. Namun kalaupun Yin Suhua membunuhnya, apa yang mampu mereka lakukan?


Lagipula, jika masalah ini tersebar, pihak yang tetap akan disalahkan adalah mereka.


Yin Yanhou yang merupakan seorang perdana menteri pasti akan ditertawakan oleh semua orang jika dia memperlakukan pembantu istri pertamanya dengan kasar.


"Meskipun begitu, kita juga tidak boleh membiarkan mereka begitu saja," kata Shen Yuhu dengan pasrah.


Ekspresi wajah Shen Yuhu terlihat begitu murung setelah Yin Suhua datang merebut pamornya.


"Bersabarlah, paling lama satu tahun lagi. Setelah Mo Junye meninggal nanti, apakah Kediaman Raja Ning masih akan melindunginya?"


Yin Houyan sudah memikirkan hal tersebut sejak awal.


Ini adalah hal gila terakhir yang bisa dilakukan Yin Suhua.


"Baik, aku akan memercayai ucapanmu..." Shen Yuhu hanya bisa menerima semua ini.


"Aku tahu kalau kamu merasa tidak puas karena mahar milik Mu Qingzu itu. Aku akan berusaha untuk mendapatkan kembali semua mahar itu nantinya." Yin Yanhou tahu kalau semua benda itu sangat berarti bagi Shen Yuhu.


"Dia telah merebut kedudukan Nyonya utama yang seharusnya merupakan milikku. Selama beberapa tahun belakangan, aku terus diremehkan, semua ini karena ulah wanita brengsek itu. Mahar yang dia tinggalkan hanya seperti kompensasi bagiku."

__ADS_1


Tatapan Shen Yuhu seketika berubah menjadi sadis ketika membicarakan hal ini.


Yin Houyan tidak merespon perkataannya dan hanya memeluknya dengan pelan.


"Tuan, apakah kita perlu mengembalikan mahar yang dulu diberikan oleh Kediaman Raja Ning? Hal ini akan menjadi bahan tawaan orang banyak jika tersebar luas. Lagipula, kita tidak membutuhkan semua benda ini. Mahar milik Mu Qingzu juga telah diambil, apa gunanya kita menyimpan mahar-mahar ini?"


Shen Yuhu seketika terpikir akan hal lain.


Yin Houyan sudah memikirkan hal ini sebelumnya, "Ini tidak pantas. Jika kita mengembalikan semua mahar itu, bukankah akan terlihat seperti sedang mengakui kesalahan? Lagipula, orang lain juga akan tahu kalau kita tidak tulus dalam mengembalikan semua mahar tersebut. Ini sebaliknya akan menjadi bahan tawaan semua orang."


"Bagaimana kalau kita mengembalikannya dengan diam-diam? Kita cukup memberitahu hal ini pada Kediaman Raja Ning."


"Itu malah semakin tidak pantas. Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang bisa menjaga rahasia dengan baik. Kita akan semakin dipermalukan jika hal ini tersebar."


Shen Yuhu menganggukkan kepalanya dan sadar kalau hal ini memanglah tidak mudah diselesaikan.


Sebelumnya, mereka merasa kalau Yin Suhua akan diremehkan oleh orang lain karena tidak membawa kembali maharnya.


Mereka tidak menyangka Yin Suhua dapat berdiri dengan stabil di Kediaman Raja Ning hanya dalam waktu dua hari. Dia bahkan bisa mendapat dukungan dari Mo Junye.


Semua mahar yang dia tinggalkan sebaliknya menjadi masalah yang sangat sulit diselesaikan.


"Tuan, aku tidak berpikir panjang tentang hal ini, mohon maaf karena telah merepotkanmu."


"Tidak apa-apa, tidak ada satu pun orang yang menyangka kalau selama ini wanita itu hanya berpura-pura. Saat ini, dia malah meyakinkan diri untuk memutuskan segala hubungan dengan kita. Bagi kita, ini adalah sebuah hal yang sangat baik. Setelah Mo Junye meninggal nantinya, kondisi kehidupan Yin Suhua juga tidak lagi berhubungan dengan kita."


Yin Houyan benar-benar akan meninggalkan putrinya ini.


Di dalam hatinya, kedudukan Yin Suhua tidaklah berarti.


Jika nantinya Yin Suhua meninggal, maka kedudukan dari putra-putrinya yang dilahirkan oleh Shen Yuhu akan mengalami peningkatan.


Shen Yuhu hanya tersenyum dingin di dalam hatinya, karena ini adalah jawaban yang dia inginkan.


Saat ini, Yin Suhua memanglah sangat berjaya. Tetapi, semua ini hanyalah sementara waktu saja. Jalan yang harus mereka tempuh masih panjang.


Yin Suhua telah kembali ke ruangan pribadinya dan dia meminta Ming Rui untuk menyediakan tempat untuk Bibi Zhou.


Bibi Zhou masih belum bisa menutupi rasa kesenangannya ketika bertemu dengan Yin Suhua.


Yin Suhua adalah satu-satunya putri yang dilahirkan oleh Nyonya Besar mereka.


Sayangnya, identitas Yin Suhua selalu ditutupi oleh Keluarga Perdana Menteri selama beberapa tahun belakangan ini. Kalau bukan karena pernikahan kali ini, sebagian besar orang di Ibu Kota Kerajaan ini bahkan tidak mengenalinya.

__ADS_1


Yin Suhua merasa sedikit terharu setelah melihat Bibi Zhou terlihat sangat senang.


Bibi Zhou pasti telah mengaitkan perasaannya terhadap ibu kandung Yin Suhua dengan dirinya.


"Bibi Zhou, kedepannya aku akan memanggilmu dengan panggilan ini. Bagaimana pun juga, kamu adalah satu-satunya orang yang tinggal bersama ibuku di Kediaman Perdana Menteri. Selama beberapa tahun belakangan ini, kamu juga terus melindungi aku secara diam-diam. Semua ini adalah salahku, aku tidak mengetahui hal ini sejak awal. Ketika aku menikah, kamu hanya mengamatinya dari kejauhan. Aku seharusnya membawamu pergi bersamaku."


Di depan orang-orang licik, Yin Suhua bisa bersikap sombong.


Tetapi, di depan orang-orang yang dia sayangi, Yin Suhua selalu bersikap ramah dan lembut.


Bibi Zhou kembali menangis karena terharu.


Ming Rui yang sedang berdiri di sampingnya juga tidak bisa menahan luapan perasaaannya sendiri. Di antara orang-orang yang keluar dari Kediaman Perdana Menteri, hanya mereka bertiga yang saling bergantung satu sama lain.


"Bibi Zhou, jangan bergerak dulu, aku ingin memeriksa kondisi lidah dan juga kakimu untuk memastikan apakah kamu masih bisa pulih atau tidak."


Ini adalah tujuan utama Yin Suhua datang ke tempat ini.


Dia ingin mendapatkan informasi lebih tentang ibu kandungnya.


Tatapan Bibi Zhou seketika berubah. Pulih?


Kondisi tubuhnya saat ini hanya berlangsung selama beberapa waktu.


Seseorang tidak ingin dia menyebarkan informasi-informasi yang merugikan bagi Keluarga Perdana Menteri.


Luka pada kakinya juga terjadi baru-baru ini.


Dia pun duduk di atas kursi dan membiarkan Yin Suhua untuk meluruskan kakinya secara perlahan.


Yin Suhua melipat celana yang dikenakan oleh Bibi Zhou dan menekan bagian kakinya dengan pelan.


Air mata Yin Suhua hampir menetes setelah mendengar kondisi beberapa tulang kaki sudah tidak berada di tempat asalnya.


Ini adalah kali pertama Ming Rui melihat kondisi luka Bibi Zhou dan ini merupakan sebuah adegan yang sangat sadis.


Yin Suhua mulai merasa menyesal. Kenapa dia hanya mematahkan tangan dari salah satu pembantu wanita di Kediaman Perdana Menteri? Yin Suhua seharusnya mematahkan semua kaki mereka.


Yin Suhua lalu menahan rasa sedihnya dan kembali memeriksa kaki Bibi Zhou.


Ekspresi wajah Bibi Zhou kali ini menunjukkan kalau dia sedang merasakan kesakitan.


Setelah menyadari hal ini, Yin Suhua sebaliknya merasa sedikit lebih tenang.

__ADS_1


"Bibi Zhou, buka mulutmu, aku ingin memeriksa kondisi lidahmu."


__ADS_2