Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 50 - Jaga Jarak


__ADS_3

Setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh Viona, Davin memutuskan untuk tidak jadi masuk ke ruangan Ghaisan. Dia memilih untuk menunggu Viona yang di ruangannya saja.


Aku sudah di ruanganku, cepat selesaikan urusanmu.


Pesan Davin yang langsung terkirim dan dibaca oleh Viona.


Wanita cantik itu bahkan langsung tersenyum saat membaca pesan Davin, sebuah senyuman yang terlihat begitu manis di mata Ghaisan.


Selama ini Ghaisan mengenal Viona sebagai wanita dingin seperti dirinya, bahkan jarang sekali dia melihat Viona yang tersenyum.


"Ini semua sudah deal, setelah tim kita sama-sama rapat secara internal, kita bisa mulai melaksanakan proyek ini," jelas Viona, dia meletakkan ponselnya di dalam tas dan kembali membicarakan pekerjaan dengan Ghaisan.


Perubahan raut wajah Viona dari senyum kemudian nampak serius lagi, malah semakin membuatnya terlihat mempesona, seolah tak ada yang bisa menebak apa yang bisa dilakukan oleh wanita ini.


Ghaisan menganggukkan kepalanya pelan, diantara kedua matanya yang terus menatap Viona lekat.


Tak berapa lama kemudian pembicaraan mereka usai dan Viona pamit untuk pergi.


"Kamu langsung pulang?" tanya Ghaisan, dia ikut bangkit dari duduknya berniat mengantar Viona untuk keluar hingga sampai di ambang pintu.


"Iya, tapi mau menemui Davin sebentar, dia sudah ada di ruangannya."


Ghaisan tersenyum kecil, jika sedang membicarakan Davin seperti ini Viona jadi nampak ceria.

__ADS_1


Benar-benar seorang wanita dengan sejuta Pesona.


"Kamu tau, ku kira kamu adalah wanita kaku yang tidak bisa tersenyum, tapi ternyata aku salah."


Viona mencebik.


"Kamu tau, ku kira kamu adalah pria dingin dan kaku, ternyata benar," sahut Viona. Keduanya terkekeh hingga tak sadar jika mereka sudah keluar dari ruangan itu.


"Davin merubah mu begitu banyak, tapi itu perubahan yang bagus, membuat karyawan mu tidak takut lagi."


"Dan ku rasa, kamu juga harus menemukan seseorang yang bisa merubah sifat dingin mu itu, mungkin seorang gadis muda yang ceria."


Ghaisan mengedikan bahu, tak tau lagi harus menanggapi apa ucapan Viona itu.


Dan diakhiri dengan tawa kecil Viona akhirnya mereka benar-benar berpisah.


Davin sudah menunggu kekasihnya itu datang. Dia menyambut dengan senyuman dan kedua tangan yang di rentangkan, ingin Viona segera mendekapnya erat.


"Padahal tadi pagi udah celap celup ya, tapi sekarang masih kangen aja," ucap Viona setelah memeluk kekasihnya erat, menghirup dalam-dalam aroma tubuh sang kekasih yang bau keringat, tapi dia suka.


"Mana tisuenya?" tanya Davin seperti merengek, dan Viona langsung memukul dadanya pelan.


"Iih, malah tisue yang ditanyain, tunggu lulus kontrak dulu cerita kita ini baru anu-anu," jawab Viona dengan menggerutu.

__ADS_1


Dan Davin hanya tersenyum lalu mengangkat tubuh sang kekasih dan di dudukannya di atas meja.


"Kalo nennen boleh?"


"Boleh," jawab Viona dengan membusungkan dada. Dan tanpa menunggu lama Davin langsung menurunkan baju kekasihnya, membuat tanda kemerahan di dekat pucuknya. Lalu mengulumnya hingga membuat membuat Viona melenguh.


"Ehmmh"


"Sayang, katanya gk boleh anu kok kakinya ngangkaang?" tanya Davin.


"Tanggung ah, dipake aja tissuenya."


Davin menyeringai, tangan kirinya bergerak turun untuk membuka semua yang tertutup dan menyatukannya hingga tenggelam.


"Sayang, aku tidak suka melihatmu dengan Ghaisan."


"Ah, katanya kalo lagi gini gak suka ngobrol, kok malah ngomong gitu."


"Katakan, kamu akan menjaga jarak dengan Ghaisan."


"Iya sayang."


Emh! setelahnya Davin menyesap bibir ranum itu, dengan terus menggerakkan pinggulnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Abis ini baru dipake tissuenya ya 🤣


__ADS_2