Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 76 - Iklan


__ADS_3

Davin heboh sendiri saat melihat pertandingan futsal itu, sementara Viona tidak tahu bagaimana cara menikmatinya. Hanya melihat beberapa orang yang memperebutkan satu bola lalu memasukkannya ke gawang.


Bagi Viona itu tidak ada seru-serunya.


"Yah iklan," keluh Davin saat perbandingan kesukaan itu di beri jeda iklan.


Tapi Viona malah tersenyum, Dia bangkit dari tidurnya dan langsung duduk diatas pangkuan sang suami, mengunci suaminya menggunakan kedua kaki.


"Hemm, apa yang mau Mommy lakukan?" tanya Davin, lengkap dengan matanya yang menatap curiga pada sang istri, Davin menembak pasti Viona ingin mengajaknya melakukan yang tidak-tidak, anu-anu misalnya. Padahal baru satu jam yang lalu mereka melakukan penyatuan penuh nikmat itu.


"Daddy curang."


"Kenapa?"


"Gara-gara bola Daddy mengacuhkan aku, jadi ..."


"Jadi apa?" Tanya Davin cepat.


"Jadi, saat iklan seperti ini jatah ku," jawab Viona dengan tersenyum genit, dia bahkan membenahi duduknya hingga begitu menempel dengan tubuh suaminya. Sampai Davin bisa merasakan lembutnya dada sang istri yang hanya dibalut tank top tipis.


Dan Davin tersenyum lebar, bahkan terdengar kekehan kecil yang keluar dari mulutnya.


"Baiklah," jawab Davin, dia menurunkan satu tali kecil tank top sang istri, lalu mengeluarkan satu isunya hingga menyembul sempurna.

__ADS_1


Dan Viona menggigit bibir bawahnya saat Davin mulai mendekati dada itu lalu mengulumnya lembut.


"Ah," desah Viona.


Mereka berdua terus saling menyentuh untuk sampai akhirnya iklan habis dan pertandingan itu kembali di mulai. Viona dengan segera mengangkat kepala suaminya, untuk melepaskan susuannya.


"Ah mommy, aku masih mau."


"Tapi iklannya sudah habis."


Tanpa dosa, Viona langsung turun dari pangkuan sang suami, dan kembali merebahkan tubuhnya ditempat semula, membuat Davin menganga tidak percaya.


"Jahat," keluh Davin, tapi Viona hanya terkekeh.


"Dasar kucing nakal!" umpat Davin lagi yang masih tidak terima diperlakukan seperti ini.


"Iya deh maaf."


"Nggak usah kebanyakan maaf," sindir Davin dan makin tergelaklah tawa Viona. Namun tawa itu segera hilang saat Davin tiba-tiba memasukkan satu tangannya di dalam tank top Viona, lalu bersemayam di salah satu dada.


"Biarkan aku menonton televisi dengan memainkan ini."


"Ah, terserah Daddy. Mommy pasraaahh."

__ADS_1


30 menit kemudian pertandingan usai, tim Davin menang, tapi Viona bukannya bersorak dia malah mendesaah, pasalnya Davin meremat dadanya kuat saat timnya dinyatakan menang.


Dan desahaan istrinya itu sungguh mengganggu pendengaran Davin, pasalnya suara manja Viona mampu membangunkan sesuatu di dalam celananya.


"Sayang, tim ku menang, hadiahnya apa?" tanya Davin, dia mengelus dada sang istri sebagai kode agar hadiahnya anu-anu.


Dan Viona nampak berpikir, memberi hadiah yang akan menyiksa suaminya dengan kenikmatan.


"Aku akan memberikan hadiah pada Daddy, tapi jauhkan dulu tangannya dari dadaku."


Davin mendengus, kenapa malah tangannya disuruh menjauh, padahal dia ingin mereka semakin dekat hingga menyatu.


Viona mulai bergerak dan membuat Davin menatap tak percaya, saat sang istri menenggelamkan wajahnya di bawah sana, Viona mengeluarkan senjatanya lalu mengulum benda itu hingga masuk penuh di dalam mulut.


"Ah Vio, you are a bitchh."


Viona menyeringai, dia semakin memanjakan kepala bawah suaminya ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author bawa karya baru nih, di datengin yaa


__ADS_1


4 bab aja ya, nggak jadi 5 🤣🤣💋💋💋💋


__ADS_2