Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 89 - Hukuman Jo dan Ron


__ADS_3

"Tapi Daddy jahat sekali, daddy tidak percaya pada Mommy," keluh Viona yang hatinya masih saja merasa sakit ketika mengingat itu.


Bagaimana Davin bisa mencurigainya melakukan perbuatan hina itu? menuduh dia bermalam dengan pria lain. Hanya membayangkannya saja Viona sudah merasa jijik.


Harga diri itu harga mati, sifat keras kepalanya dulu yang sempat terkubur kini kembali lagi keluar. Davin yang berhasil menguburnya, kini dia juga yang membangunkannya lagi.


"Maafkan daddy Mom, bukannya mommy senang kalau daddy cemburu?"


Viona mencebik, membenarkan pula ucapan suaminya itu. Dia memang senang jika Davin cemburu kepadanya.


"Iya sih, tapi tetap saja Daddy jahat."


"Maafkan Daddy ya? daddy janji tidak akan seperti itu lagi. Daddy janji akan selalu bertanya lebih dulu sebelum menuduh yang bukan-bukan."


Davin semakin memeluk istrinya erat dari arah samping, tiap kali dia berhenti bicara seperti ini dia akan selalu mencium pipi Viona, berharap amarah istrinya akan cepat mereda dari ciuman itu.


Cukup lama berada di ruang kerja Gunawan, akhirnya mereka keluar dan pamit untuk pulang.


"Kalian tidak makan siang dulu?" tanya Dania.


"Tidak Ma, kami beli makanan di luar saja nanti sekalian pulang." Viona yang menjawab.

__ADS_1


Dania hanya mengangguk, diikuti pula oleh Gunawan.


"Katakan pada Dinara Ma, kalau aku dan Viona sudah baikan, sepertinya tadi dia terkejut melihat kami bertengkar," ucap Davin pula.


Setelahnya mereka berdua benar-benar pamit untuk pulang. sebelum benar-benar pergi Viona mengatakan kepada ayahnya untuk tetap menghukum Jo dan Ron, dia masih merasa kesal pada dua pengawal itu.


Sebagai hukumannya mereka akan membersihkan apartemen Viona selama 1 bulan ini.


Ilmu menjadi guru BK nya dulu kembali diterapkan. Jo dan Ron pasrah tidak bisa menolak atau pun meminta keringanan, mereka akan mulai melaksanakan hukuman itu nanti sore.


"Aku suka hukuman yang kamu berikan pada Jo dan Ron sayang," ucap Davin saat dia dan Viona sudah duduk di dalam mobil. Davin bahkan mulai tersenyum membayangkan Jo dan Ron menjalankan hukumannya.


"Karena aku akan balas dendam, hahahaha," jawab Davin lalu tertawa terbahak.


Viona hanya menatapnya bingung, lalu mobil mereka mulai keluar dari mansion Gunawan.


Selepas kepergian Viona dan Davin, Dania menghampiri Dinara di dalam kamarnya.


dilihat oleh Dania sang anak yang sedang duduk di meja rias, Dania masuk dan berdiri tepat di sebelah tangan anak.


"Kamu pasti terkejut ya melihat Mbak Viona dan abang Davin bertengkar?" tanya Dania dan Dinara menganggukkan kepalanya kecil.

__ADS_1


"Itu hal biasa dalam rumah tangga, setelah bertengkar hubungan suami dan istri akan semakin bertambah hangat. sekarang mereka juga sudah baikan lagi, baru saja kembali ke apartemen."


"Benar mbak Vio dan abang Davin sudah baikan Ma?"


"Iya."


"Melihat mereka bertengkar tidak membuatmu takut untuk menikah kan?"


"Ti-tidak Ma, aku malah jadi ingin menikah," jawab Dinara dengan gapap, gugup dan takut.


Ditanya seperti itu kembali membuatnya ingat tentang Ghaisan. kembali ingat tentang tujuannya untuk membuat Ghaisan tidak lagi mencintai Mbak Viona dan mengganggu rumah tangga sang kakak.


Dinara rela berkorban untuk sang kakak.


"Ha? benarkah? memangnya kamu sudah punya calon?" tanya Dania yang masih menganggap ucapan anak bungsunya ini hanya main-main.


Apalagi selama ini Dania pun tidak pernah melihat Dinara dekat dengan pria manapun.


"Se-sebenarnya aku menyukai abang Ghaisan," jawab Dinara bohong.


"Bi-bisakah Mama dan papa mengatur perjodohan kami?"

__ADS_1


__ADS_2