Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 58 - Aku Kangen


__ADS_3

"Aku cuci muka dulu sebentar, tunggu," ucap Davin, setelah dia membaringkan sang kekasih di atas ranjang, bahkan menarik selimut untuk menutupi setengah tubuhnya.


"Jangan lupa kencing sekalian."


"Hem, iyaa."


Viona menunggu dengan senyum, dia tidur miring dan terus menatap pintu kamar mandi yang terbuka. Davin memang biasa seperti itu tiap kali dia masuk ke kamar mandi, pintunya pasti tidak akan pernah ditutup. Bahkan Viona bisa mendengar dengan jelas aktivitas sang kekasih, saat sedang mandi, saat mencuci muka bahkan saat Davin kencing. Kalau pintunya ditutup berarti Davin pup.


Membayangkan itu Viona pun terkekeh pelan, namun dengan cepat tawanya dia kulum.


"Hii, aku tidak menyangka bisa mencintai bocah jorok itu," ucap Viona, dengan tubuhnya yang bergidik.


"Siapa yang jorok?" tanya Davin yang tiba-tiba keluar dari dalam kamar mandi, Viona terkejut bahkan sampai memegangi dada.


"Iih, ngagetin!"


"Kamu bilang aku jorok?"


"Iya."


Davin menyeringai, dengan wajah mengerikannya itu dia mendekati ranjang dan naik.

__ADS_1


Viona bahkan sampai dibuatnya takut.


"Akan ku tunjukan jorok yang sesungguhnya."


Setelah mengatakan itu Davin masuk ke dalam selimut, langsung menenggelamkan wajahnya diantara kedua kaki Viona. Davin balas dendam, jika kemarin Viona mengulum miliknya, kini giliran dia yang memainkan lidah di liang sang kekasih.


"Ouhh Vin," lenguh Viona dengan pinggulnya yang terangkat, dia lemah jika pusat sensitifnya disentuh seperti ini. Rasanya Viona ingin lebih dan lebih.


Davin yang memahami keinginan sang kekasih pun semakin menjilat kasar, hingga Viona menegang seketika lalu terkulai lemas, menyisahkan nafas yang terengah.


"Jahat," kesal Viona.


Dan Davin keluar dari dalam selimut dengan terkekeh.


Davin hendak melepas cincin di jari manis tangan kanan Viona hingga wanita cantik dengan cepat menahannya.


"Kenapa dilepas? apa orang tua kita tidak setuju kita menikah?" tanya Viona dengan kedua matanya yang mulai sendu. tiba-Tiba hatinya berdenyut terasa nyeri. Sudah dia duga ini semua akan terjadi, pasti kedua orang tua mereka akan terus menunda pernikahan hingga ia dan Davin sama-sama mengakhiri, restu yang kemarin di peroleh hanyalah bohong.


"Ish, pikiran mu jahat sekali, orang tua kita setuju kita menikah, minggu besok tanggal 30."


"Benarkah?" Viona memastikan, matanya tak lagi sendu, kini jadi berbinar mengisyaratkan kebahagiaan yang ia rasa di dalam hati.

__ADS_1


"Iya."


"Lalu kenapa cincin nya mau dilepas?"


"Karena itu milik mama Mutia, kemarin aku mencurinya, sekarang aku sudah membelikan mu yang baru, benar-benar cincin dariku untukmu."


Viona terdiam, dengan wajahnya yang sedikit ditekuk. Entah harus bahagia atau marah. pasalnya seharian ini Viona terus menciumi cincin pemberian Davin tadi pagi. Siapa yang sangka Jika ternyata cincin ini adalah milik mama Mutia.


Wajahnya cemberut Viona memukul dada Davin, namun kemudian tangan itu digenggam oleh Davin, melepaskan cincinnya dan mulai memasang yang baru.


Kekesalan Viona hilang seketika, diganti dengan senyum yang kembali terbit.


"2 hari lagi kita menikah," ucap Davin dan membuat senyum Viona semakin lebar.


"Berarti sekarang boleh ya keluar di dalam, aku kangeen," rengek Davin.


Tidak jadi terharu, Viona malah jadi tertawa keras. Bahkan dia harus bersusah payah untuk membuat tawanya mereda.


"Jangan, keluar di dalam nya untuk malam pertama kita."


"Aarght! masih lamaa."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bangun tidur nggak dapet jatah ya gini mukanya 🤣


__ADS_2