Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 79 - Ashu!


__ADS_3

"Kenapa mommy dihukum?" tanya Viona, dia mencengkeram kuat pinggiran meja, menahan agar desaahannya tidak lolos begitu saja. Davin bahkan mulai bergerak berani, satu tangan memainkan dadanya dan tangan yang lain bersemayam di lembah kenikmatannya.


"Mommy tadi bahagia sekali saat melihat Anjas dan Danu datang ke sini dengan membawa banyak makanan. Di depan mereka mommy seolah membuat daddy tidak pernah membelikan makanan."


"Ohh maaf dadhh, mommy tidak sadar."


"Dan ini hukumannya."


"Ah."


Gerakan kedua tangan Davin semakin liar, sementara Viona bingung sendiri bagaimana caranya agar tidak mendesah. apalagi ketika gelombang kenikmatan itu nyaris mendatangi dirinya.


"Dadhh."


"Keluarkan Mom, aku akan menyambut mu," ucap Davin, dia semakin dalam menenggelamkan jari tengahnya, lalu keluar dengan membawa cairan hangat, menyisahkan inti sang istri yang berkedut nikmat.


"Daddyhh jahat."


"Memang," balas Davin bangga, dia bahkan tersenyum lebar. lalu mencium pipi sang istri yang kini merah merona.

__ADS_1


"Ayo kita bawa makanan ini ke ruang tengah, kita makan sama-sama," ucap Davin dan Viona mengangguk, setelah memindahkannya di dalam piring, mereka membawa semua makanan itu ke ruang tengah, lengkap dengan beberapa cemilan yang tadi sore di beli oleh Davin.


Mereka baru sadar jika Anjas dan Danu menonton televisi dengan volume besar sekali. Tidak ingin mendengar suara setan di arah dapur, Anjas dan Danu menambah volume televisi.


"Hih, berisik banget, kecil in!" perintah Davin dengan suaranya yang membentak. melihat pergerakan Anjas yang lambat untuk mengambil remote, dia pun langsung menyahut nya begitu saja, lalu mengecilkan volume televisi itu sendiri sehingga terdengar aman di telinganya.


Anjas dan Danu mendengus, Baru beberapa menit berkunjung sudah disuguhi pendengaran uh ah ih uh.


Malam ini ada pertandingan sepak bola dan mereka nonton bersama-sama, di saat semua pria fokus menatap layar televisi Viona sibuk dengan makanannya sendiri.


Sesekali Davin pun melirik istrinya itu, kadang membersihkan bibir istrinya ketika ada sambal yang tersisa.


"Enak," sahut Viona.


"Nanti kalau gendut ngeluh-ngeluh sama Daddy," balas Davin.


"Bukan ngeluh, tapi pasti Daddy tidak suka kan Kalau Mommy jadi gendut?"


"Kalau ibu Viona jadi gendut aku tetep suka kok." Danu yang menjawab, dan langsung dilempar kacang oleh Davin.

__ADS_1


"Cari istri sendiri, jangan rebut istri orang lain!" Ancam Davin, lengkap dengan matanya yang menatap tajam.


Sekarang sahabat banyak yang menusuk dari belakang, dia pun harus waspada pada Anjas dan Danu.


Anjas dan Danu tergelak, juga Viona yang mengulum senyumnya. dari dulu Anjas dan Danu memang sudah tahu jika Davin sangat mencintai Viona.


Tapi melihat sikap posesif sahabatnya itu membuat Danu dan Anjas jadi ingin mengerjainya.


"Vin, Monica kemarin ngajak reuni, katanya dia kangen sama kamu. Ikut yuk reuninya, minggu besok," ajak Anjas dengan nada bicaranya yang santai seolah yang diucapkan itu adalah hal yang sepele.


Namun tidak dengan Davin yang langsung menegang, hawa di sekitarnya mulai terasa dingin dan mencekam, apalagi saat dia melirik dan melihat Viona yang menatapnya tajam.


Kamprret!! umpat Davin, ditujukan untuk kedua sahabatnya itu, dia tahu ini pasti akal-akalan Danu dan Anjas untuk membuatnya bertengkar dengan Viona.


Ashu!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa kembang setamannya ya 😈🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2