Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 70 - Bersilat Lidah


__ADS_3

"Kenapa tidak bilang jika mama kita akan datang?" tanya Viona, buru-buru dia memunguti bajunya dan melemmpar asal di tempat kotor.


Sementara Davin tergelak dengan tubuhnya yang masih telanjaang diatas ranjang.


Viona dengan cepat menarik suaminya untuk bangun.


"Tidak usah mandi, ayo kita ke rumah sakit," ucap Viona lagi, dia menarik tubuh suaminya dan membawa Davin hingga di depan lemari pakaian, mengambil sepasang baju untuk suaminya lalu untuk dia sendiri.


Dengan tergesa mereka memakai baju itu dan keluar dari dalam apartemen. Mama Dania punya satu acces card apartemen ini, jadi dia bisa masuk kapanpun.


Masuk ke dalam lift, Viona mulai menyisir rambutnya menggunakan jari-jari dan mengikat tinggi.


"Daddy, jangan diam saja, ambil foundation di dalam tas ku, ini ditutupi," ucap Viona, menunjukkan lehernya yang penuh dengan tanda merah.


Davin terkekeh.


"Begitu juga bagus Mommy, kenapa harus ditutupi."


"Daadd!"


"Iya iya."


Davin menurut, saat Viona masih sibuk sendiri dengan rambutnya, Davin mengambil foundation itu di dalam tas dan mulai mengoleskannya di leher dan istri. Untunglah di lift ini hanya ada mereka berdua.


"Jangan tebal-tebal nanti belang."


"Iya."


"Di dagu jangan lupa."

__ADS_1


"Iya Mom."


Ada kaca di dalam lift itu dan Viona mulai melihat hasil kerja sang suami, nampak rapi dan Viona tersenyum.


"Dad, ini celana mu belum dikancing."


Viona mendekati suaminya dan mulai menarik keatas resleting itu, namun ternyata sedikit susah.


"Susah kan, sepertinya celana yang ini rusak."


"Kenapa tidak bilang dari tadi."


"Aku juga baru tau saat kita sudah di luar, tadi kan buru-buru."


"Kalau pisangnya keluar gimana?"


"Nggak mungkin, kan daddy pakai CD, kecuali Mommy yang keluarkan," jawab Davin dengan suaranya yang sesual.


Viona memukul dada suaminya, lalu kembali mencoba menaikkan resleting itu.


Sedangkan Davin drama, seolah-olah sedang dianu-anu oleh istrinya sendiri.


"Ouh Vio, ahh."


"Diam!"


"Hahahaha," Davin tergelak, lalu semakin menjadi.


"Aah Mommy, aarggt!" erangnya kuat-kuat tepat saat pintu lift itu terbuka dan membuat orang di depan sana terkejot 🤣🤣🤣

__ADS_1


"Davin!!"


"Vionaa!!"


Teriak Dania dan Mutia kompak.


Anak dan menantu ini mati kutu, membeku seketika.


"Astagaa!!" ucap Dania dan Mutia masih sama.


Davin dan Viona segera keluar dan salim pada keduanya.


"Mama Mama naik saja, aku dan Viona akan ke rumah sakit sekarang. Tadi kami tidak aneh-aneh kok, Viona menarik ini tapi tidak bisa," jelas Davin.


Mutia dan Dania melihat kearah bawah, melihat resleting Davin yang sedikit terbuka.


"Dari tadi ngapain aja, kok baru pergi sekarang, mama kira sampai disini kalian sudah pulang dari rumah sakit," ucap Mutia.


"Tadi beres-beres rumah, pelayannya belum dateng, jadi kami beresin duluan." Viona yang menjawab, bersilat lidah.


Mutia dan Dania mencoba percaya, meski sebenarnya tidak.


Tak berselang lama kemudian mereka berpisah, Davin dan Viona pergi ke rumah sakit sementara Mutia dan Dania naik ke unit apartemen anak-anaknya.


Sampai di dalam apartemen Mutia dan Dania dibuat terkejut saat melihat seisi ruangan ini yang nampak seperti kapal pecah.


Dari ruang tamu yang acak-acakkan, ruang tengah yang berserak selimut dan meja makan yang kursinya acak-acakkan.


"Ini yang diberesi bagian mananya?" tanya Dania.

__ADS_1


Mutia tertawa keras lalu disusul dengan Dania yang terkekeh dan menggelengkan kepala.


__ADS_2