
Tuan Qi yang berdiri di sisi lain merasa begitu tertarik pada Selir Pangeran yang memiliki kepribadian unik.
Ini sangat berbeda dari rumor yang beredar bahwa dia adalah wanita bodoh dari Kediaman Perdana Menteri.
"Katakanlah," kata Mo Junye sambil berpura-pura batuk.
"Aku akan mengatakan setelah selesai mengobatinya. Aku percaya kalau Pangeran tidak akan menelan ludah sendiri. Lagi pula, ini bukanlah masalah yang besar."
Mo Junye menatap Yin Suhua dengan serius, lalu kembali menatap ke arah Pengawal Chu yang tengah berbaring itu.
"Baik,"
respon dari Mo Junye membuat Pengawal Chu merasa begitu terharu.
Meskipun biasanya Mo Junye bersikap begitu dingin, tapi dia selalu berusaha untuk melindungi dan menjaga orang-orang yang mengikutinya.
Yin Suhua merasa jauh lebih tenang setelah mendapatkan jawaban dari Mo Junye.
Dia lalu menatap ke arah Tuan Qi yang merasa penasaran sambil berkata, "Jika Tuan Qi tidak keberatan, aku ingin membuat sebuah resep baru. Tetapi aku tetap akan menunjukkan resep tersebut padamu. Jika kamu merasa ada yang tidak beres, kamu boleh berdiskusi denganku."
"Aku tidak berani. Setelah melihat tindakan Selir Pangeran, aku tahu kalau ilmu pengobatan Anda sangat dalam," kata Qi Boheng dengan sikap rendah diri.
Yin Suhua tidak berkata lebih, dia segera meraih kertas yang dibawakan orang lain sambil menuliskan barang-barang yang dibutuhkan.
Qi Boheng hanya menyaksikan adegan ini dari arah samping. Awalnya, dia hanya merasa penasaran. Namun, kedua matanya terlihat semakin bersinar setelah menyaksikannya.
"Ligusticum striatum, Garden rhubarb, Aconitum carmichaelii, Buthotoxin, Bombyx Batryticatus, Centipedes... Ini semua adalah jenis obat herbal yang sangat luar biasa khasiatnya. Aku bahkan tidak terpikirkan semua obat ini."
Setelah mendengar perkataan Tuan Qi, Mo Junye pun menatap ke arah Yin Suhua.
Selir Pangeran ini ternyata memiliki kelebihan tersendiri.
Tidak tahu apakah Kediaman Perdana Menteri akan menyesal setelah mengirimkan wanita ini kepada mereka?
"Carilah obat herbal yang tertulis di dalam resep ini, masak menggunakan api kecil dan minum sebanyak dua kali sehari."
Pengawal yang tadinya berdebat dengan Yin Suhua itu seketika merasa adanya harapan baru.
Tuan Qi bahkan berkata kalau ini merupakan resep yang sangat bagus dan resep obat ini pasti sangat berguna.
Pengawal itu segera berlutut tanpa ragu.
"Terima kasih banyak Selir Pangeran! Jika Kak Chu bisa selamat, aku rela melakukan apa pun untukmu. Aku bahkan rela mengeluarkan otak dan jantungku untukmu."
"Kamu tidak perlu melakukan itu. Aku tidak sanggup menolong kamu jika otak dan jantungmu dikeluarkan dari dalam tubuhmu. Sudah, cepatlah pergi mencari obat tersebut," Yin Suhua merasa jauh lebih santai.
Dia yakin kalau obat yang dia resepkan ini akan bekerja dengan baik.
"Pangeran, aku akan kembali dahulu. Jika ada kepentingan lainnya, kamu boleh mengirimkan orang untuk menyampaikannya padaku."
__ADS_1
Mo Junye tidak berbicara dan hanya membukakan jalan untuknya.
Setelah melihat bayangan tubuh Yin Suhua, tatapan Qi Boheng seketika berubah, "Kakekku pasti akan merasa sangat bangga jika mengetahui ada generasi baru yang memiliki kemampuan hebat seperti ini."
"Bagaimana kamu tahu kalau Yin Suhua bisa menangani penyakit Tetanus ini?" tanya Mo Junye dengan sikap yang sangat tenang.
Setelah melihat ekspresi wajah Mo Junye yang pahit itu, Qi Boheng pun berkata, "Sebenarnya kamu juga tahu kalau dia memiliki kemampuan yang hebat. Kalau tidak, mengapa membiarkan orang lain menggunakan pengawal yang sudah sulit kamu latih sebagai percobaan."
Mo Junye tidak berbicara lagi dan ekspresi di wajahnya sedang menggambarkan kalau Tuan Qi selalu mengetahui segala hal!
"Selir Pangeran, apakah Pengawal bermarga Chu itu akan sembuh? Tetanus adalah salah satu jenis penyakit yang tidak bisa ditangani oleh beberapa tabib terkenal. Di daerah perbatasan, terdapat begitu banyak Jenderal yang kehilangan kemampuan berperang karena penyakit Tetanus."
Yin Suhua bergumam dalam hati, ini semua karena orang-orang di masa ini masih belum memiliki pengalaman yang cukup.
"Kamu akan mengetahuinya nanti," kata Yin Suhua dengan santai.
"Kalau begitu, perjanjian seperti apa yang ingin Selir minta dari Pangeran? Apakah ada orang yang melakukan kesalahan terhadap Selir Pangeran?" Ming Rui merasa sedikit khawatir setelah memikirkan kembali keberanian Yin Suhua tadi.
Tadinya, ekspresi wajah Mo Junye terlihat begitu dingin. Ming Rui yang berdiri di kejauhan bahkan bisa merasakan kedinginan dari ekspresi wajahnya.
"Kamu akan mengetahuinya nanti."
Yin Suhua sangat yakin kalau perjanjian ini akan berhasil nantinya.
Pada siang hari, pelayan dapur pun datang mengantarkan makanan dengan penuh hati-hati. Ini kemungkinan karena tindakan Yin Suhua sudah diketahui banyak orang.
Yin Suhua tidak ingin memberikan penjelasan lebih.
"Apakah Pangeran yang menyuruhmu ke sini?"
Ini adalah pengawal yang menabraknya siang tadi. Namun, Yin Suhua tidak berniat untuk membalaskan dendamnya.
"Selir Pangeran, aku sudah mencari obat sesuai dengan resep yang Anda berikan. Aku juga sudah meminta pelayan di dapur untuk meracik obat tersebut. Namun, Kak Chu sama sekali tidak mampu membuka mulutnya, bahkan tidak bisa menelan cairan obat tersebut..."
"Aku sudah melupakan hal ini. Sepertinya aku perlu menjenguknya sekali lagi, bawa aku ke sana."
"Baik."
Saat ini, pengawal tersebut terlihat sangat patuh.
Setelah tiba di ruangan Pengawal Chu, Mo Junye tidak lagi berada di tempat itu.
Sebaliknya, sebagai tenaga medis, Qi Boheng masih berusaha memikirkan cara agar Pengawal Chu bisa menelan obat tersebut.
"Tuan Qi, biarkan aku yang mencobanya."
Yin Suhua segera mengeluarkan sebuah selang dari dalam laboratoriumnya.
Setelah melihat benda tersebut, Qi Boheng tercengang, "Selir Pangeran, ini..."
__ADS_1
"Ini adalah alat untuk membantu dirinya dalam meminum obat,"
Selesai berkata, Yin Suhua segera bertindak dan memasukkan selang tersebut ke dalam hidung Pengawal Chu.
Pengawal Chu terlihat begitu tidak nyaman dan berusaha untuk melawan. Yin Suhua tidak mengerutkan kening, hanya menyuruhnya untuk tidak bergerak. Setelah itu, dia pun meneruskan tindakannya.
Semua orang menatap Yin Suhua yang sedang memasukkan selang itu dengan tatapan yang aneh. Setelah berhasil memasukkan selang tersebut, dia pun mulai menuangkan obat ke dalam.
Setelah cairan obat itu hampir habis, Yin Suhua segera menyimpan selang tersebut dan kembali mengeluarkan dua jarum suntik. Itu merupakan jarum antibiotik dan obat penenang.
Ming Rui terus menatap ke bagian lengan baju Yin Suhua. Bagaimana cara Selir Pangeran mendapatkan benda-benda ini?
Para pengawal yang berdiri di sisi lain merasa begitu senang setelah melihat kondisi tubuh Pengawal Chu yang jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya.
"Terima kasih, Selir Pangeran..."
"Tidak perlu berterimakasih kepadaku, berterimakasihlah kepada Pangeran. Bagaimana pun, dia lah yang mengizinkan aku untuk menangani hal ini meskipun dia tidak mengetahui kemampuanku."
Yin Suhua tidak berhenti ketika berjalan melewati ruangan pribadi milik Mo Junye. Ini belum waktunya untuk meminta balas budi darinya.
"Selir Pangeran, kenapa di dalam lengan bajumu terdapat begitu banyak benda yang aneh?" tanya Ming Rui.
Yin Suhua tersenyum, "Kamu akan mengetahui semua kebenarannya setelah waktunya tiba. Terkadang, seseorang butuh menjaga privasi untuk melindungi dirinya sendiri."
Meskipun Ming Rui tidak begitu mengerti, tetapi dia juga tidak bertanya lagi.
Tidak terdengar kabar apa pun dari ruangan Pengawal Chu sepanjang sore.
Ming Rui terus mondar-mandir di dalam ruangannya, bagaikan semut yang sedang berdiri di atas panci yang panas.
"Selir Pangeran, apa yang telah terjadi di sana? Kenapa tidak ada sedikit kabar pun."
"Tidak ada kabar, berarti ini adalah sebuah hal yang baik," kata Yin Suhua dengan tenang.
Mo Junye lalu datang menemui mereka setelah jam makan malam.
Ming Rui sudah menunggu hingga kehabisan kesabarannya.
Setelah menyadari keberadaan Mo Junye, dia pun segera memberi hormat kepadanya.
Dia lalu memantau ekspresi wajah Mo Junye. Satu-satunya hal yang dikhawatirkan oleh Ming Rui saat ini adalah obat yang diberikan Yin Suhua tadi tidak bekerja dengan baik dan Mo Junye datang untuk meminta pertanggungjawaban.
"Ming Rui, keluarlah terlebih dahulu. Kamu boleh tidur lebih awal jika tidak ada kerjaan lainnya," Yin Suhua tetap bersikap tenang hingga saat ini.
"Baik..."
Setelah Ming Rui pergi, Mo Junye tidak lagi bersikap segan. Dia pun beranjak duduk di atas kursi dan menuangkan segelas teh sambil menatap Yin Suhua.
"Katakanlah, perjanjian seperti apa yang kamu inginkan?"
__ADS_1
Yin Suhua tahu kalau Pengawal Chu telah berhasil diselamatkan.
"Aku ingin mengundang Pangeran untuk kembali bersamaku besok."