Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 71 - Masih Ingin Tinggal Berdua


__ADS_3

Jam 4 sore Davin dan Viona sudah sampai di rumah sakit.


Saat itu pengunjung di dokter kandungan sedang sepi, jadi mereka tidak perlu mengantri dan bisa langsung masuk untuk memeriksakan diri.


Davin dengan percaya diri memperkenalkan dirinya sebagai suami dan Viona sebagai istri.


Sang dokter kandungan mengulum senyum saat melihat pasangan beda generasi ini. Namun dia pun bersyukur saat melihat keduanya antusias untuk memeriksakan diri tentang kehamilan.


"Kita periksa menggunakan test pack dulu ya," ucap dokter Irna.


Viona langsung masuk ke dalam kamar mandi yang tersedia di ruangan itu, lalu keluar dengan membawa test pack beserta hasilnya.


"Selamat ya hasilnya positif."


"Yes!" sahut Davin, dia bahkan langsung mengecup puncak kepala sang istri dengan cepat.


Pun Viona yang langsung tersenyum lebar saat mendengar hasil yang diucapkan oleh sang dokter. tiba-tiba hatinya berdebar tangannya pun bergerak otomatis untuk menyentuh perutnya sendiri yang masih datar.

__ADS_1


tiba-tiba merasa haru karena kini dia sudah sampai di titik ini, hamil dan sebentar lagi menjadi seorang ibu.


Dokter Irna memberikan beberapa resep dan juga beberapa saran untuk Biona dan Davin dalam menghadapi trisemester pertama kehamilan ini.


Davin diminta untuk lebih memperhatikan sang istri dan Viona diminta untuk mulai menata perasaannya sendiri agar tidak terbawa emosi saat hormon kehamilannya membuat dia tidak stabil.


Berhubungan intim boleh tapi tidak dianjurkan terlalu sering atau beronde ronde. Apalagi dengan Gaya yang aneh-aneh, sebisa mungkin apapun gayanya kenyamanan sang istri adalah yang utama.


Davin mendengarkan dengan serius juga menghela nafasnya berat.


Jam 5 sore, mereka keluar dari rumah sakit itu. Davin terus memeluk pinggang istrinya erat sampai mereka masuk ke dalam mobil.


"Tentu saja aku sangat bahagia mommy, diantara kita aku yang paling ingin kamu segera hamil. Aku hanya merasa, dia akan merebut susu ku."


"Ya ampuuun!" pekik Viona, dia mencubit lengan suaminya gemas.


"Kan susunya ada 2," jawab Viona pula hingga membuat Davin terkekeh.

__ADS_1


20 menit perjalanan dan mereka sampai di apartemen, Davin membawa plastik kecil berisi obat-obatan untuk sang istri.


Masuk ke dalam apartemen dan mereka mendapati apartemen yang sudah m rapi dan bersih, bahkan aroma pengharum ruangan ini pun diganti dengan yang baru.


Dan Viona sangat menyukainya, harum.


"Bagaimana?" tanya Mutia dan Dania bersamaan saat kedua anaknya ini sudah duduk di meja makan. Davin dan Viona meminum segelas air putih sebelum salah satu diantara mereka menjawab.


"Positif Ma, Viona hamil!" ucap Davin dengan antusias dan senyum lebar.


Mutia dan Dania pun menyambutnya dengan antusias, mereka bahkan langsung saling memeluk erat, lompat-lompat kecil kegirangan, 9 bulan lagi mereka akan menjadi Oma.


"Berarti hari ini kalian pindah ke rumah mama ya, kan kalau Viona hamil katanya pulang ke rumah," ucap Dania.


"Eh jangan, hamil muda tinggal di rumahku, nanti kalau sudah tua baru pindah di rumahmu," usul Mutia.


2 wanita paruh baya itu terus berdebat menentukan di mana sebaiknya Viona dan Davin tinggal setelah ini.

__ADS_1


Sementara Davin dan Viona Saling pandang, mereka masih ingin tinggal berdua.


__ADS_2