
"Ha? apa? jodohkan sama abang Ghasian?" tanya Dania diantara keterkejutannya.
Mendadak takut Dinara buru-buru mengangguk.
*
*
Di apartemen Davin dan Viona, sepasang suami istri ini sudah masuk ke dalam apartemen mereka.
Tadi mereka juga sudah membeli makanan untuk makan siang kali ini. Davin sengaja membeli banyak agar dapur dan meja makan nya berantakan.
Toh nanti yang akan membersihkan adalah Jo dan Ron. Membayangkan itu Davin terus tersenyum lebar.
"Daddy, mau maka yang mana? ini daddy beli banyak banget makanannya," ucap Viona sekaligus bertanya.
"Buka aja semuanya Mom, nanti daddy cicipi semua."
Viona pun menuruti keinginan suaminya. Karena buru-buru, Viona sampai menumpahkan sedikit sambal di bajunya.
"Ya ampun Mom, hati-hati."
__ADS_1
"Nggak sengaja Dad."
"Sini copot bajunya."
"Eh Jangan, aku ganti di kamar saja."
Viona menahan kedua tangan Davin yang mulai bersiap untuk menanggalkan gaun yang dia pakai. namun mendapat penolakan dari sang istri membuat Davin jadi menyeringai, menatap seperti seekor singa yang menemukan mangsanya. Siap untuk menerkam.
"Copot saja di sini," ucap Davin.
Melihat tatapan itu Viona tidak bisa lagi mengelak, perlahan dia melepaskan kedua tangan suaminya dan membiarkan Davin menanggalkan gaun yang dia pakai hingga jatuh ke atas lantai, menyisakan tubuhnya yang hanya ditutupi oleh bra dan CD. Terlihat menggoda sekali di kedua mata Davin.
"Tentu saja rindu, tapi lebih baik kita makan dulu isi tenaga," jelas Viona dengan tatapan nakalnya.
"Tapi Mami tidak usah pakai baju ya, begini saja dan duduk di atas pangkuannya daddy."
Viona menganggukkan kepala.
Namun ternyata makan siang dengan pemandangan seperti ini membuat Davin lemah sendiri. Ternyata dia sanggup untuk mengabaikan begitu saja dua buah semangka yang ada di depan mata.
Makanan mereka baru habis setengah namun Davin sudah dengan segera mengeluarkan dada itu dari penyanggahnya.
__ADS_1
Viona sedikit menjerit, saat tiba-tiba semangka nya keluar dan langsung dikulum oleh sang suami.
"Ahh, pelan-pelan," lenguh Viona, di saat dadanya sedang dilalap oleh sang suami, Viona mengulurkan tangannya dan mengambil minum. meneguk habis segelas air putih. Viona nyarus tersedak saat merasakan geli pula di pucuk kenikmatannya.
"Daddyyhh, jangan lakukan disini? ingat anak kita," ucap Viona yang masih sadar, sementara Davin sudah diselimuti kabut gairah.
"Foreplay sayang, disini saja tidak apa-apa," jawab Davin.
Dia kembali menyesap dada sang istri secara bergilir, kiri dan kanan hingga basah. Sementara Viona menggeliat, ingin sesuatu yang lebih. Dan Davin yang memahami itu pun segera mendudukan Viona diatas meja makan, sementara dia langsung menunduk, mengarahkan kepalanya diantara kedua kaki yang sang istri yang terbuka lebar.
"Ah,"desah Viona saat sang suami memainkan lidah di dalam liangnya. Terasa dingin karena Davin baru saja meminum air es, memberi sensasi tersengat yang memabukkan.
"Uh Dah, emph!" Viona terus melenguh, sementara Davin semakin bergerak brutal di bawah sana. Via mengangkat pinggulnta saat gelombang itu nyaris menyerang.
"Dadhh, mommy ingin keluar."
Satu tangan Davin naik dan meremaas kuat salah satu dada sang istri, makin menggila lah Viona dibuatnya, Hingga Viona tidak bisa lagi menahan dan gelombang itu datang.
Uh, lenguh Viona, pergerakannya yang tidak bisa dikendalikan membuat makanan di atas meja itu berserak.
"Waktunya pindah kamar," ucap Davin.
__ADS_1