Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 66 - Gara-gara Susu


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Davin dan Viona sudah pindah ke apartemen. Mereka memutuskan untuk tinggal disini sampai Viona hamil, setelah Viona hamil mereka akan kembali ke mansion Gunawan dan tinggal disana.


Gunawan pun mengizinkannya, memberi waktu pengantin baru itu untuk berdua baginya adalah keputusan yang tepat.


Seminggu terakhir ini juga Davin tetap sekolah seperti biasa dan Viona pun juga bekerja, mereka hanya bisa bertemu saat malam hari.


Dan hari minggu ini adalah hari yang mereka tunggu tunggu dari kemarin.


"Daddy, belum mau bangun?" tanya Viona, saat ini sudah jam 7 pagi tapi Davin masih mendekap tubuhnya erat, masih sama-sama tertidur diatas ranjang.


Semalaman hujan dan membuat pagi ini terasa dingin. Subuh tadi mereka sudah anu-anu, kini bersisa lelahnya.


"Nanti saja Mommy, aku masih ingin memeluk mu," jawab Davin lirih, sedikit serak khas orang bangun tidur.


Viona pun kembali memejamkan mata dan semakin menenggelamkan wajah sang suami diantara kedua dadanya.


Disaat Viona nyaris kembali tertelap, tiba-tiba dia merasa ada yang menjilati dadanya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan sang suami.


"Daddyyyhh jangan lakukan itu, geli."


"Geli-geli enak kan?"

__ADS_1


"Iya sih, tuh kan basah, ah Daddy." Viona memukul bahu suaminya, Davin mengulum dengan tak tanggung-tanggung. Hingga kedua dada itu basah dan menegang.


"Kita mandi yuk, trus makan, aku laper," pinta Viona dan Davin pun melepaskan susuannya hingga terdengar bunyi blup!


"Baiklah, aku tidak mungkin membiarkan istriku kelaparan."


Setelahnya mereka mandi bersama, benar-benar hanya mandi. Lalu saat Viona sedang memakai baju Davin melakukan pemesanan makanan di aplikasi.


Tak lama menunggu, bell apartemen mereka pun berbunyi, Viona dengan segera mengambil pesanan makanan itu. Membawanya ke meja makan dan langsung menyajikannya.


"Selamat makan," ucap Viona riang, dia makan dengan lahap dan Davin sangat menyukainya, dia senang melihat Viona yang makan dengan lahap seperti itu, dia jadi tidak khawatir istrinya akan kelaparan.


"Mommy, maafkan daddy ya?" ucap Davin diantara mulutnya yang mengunyah makanan.


"Kenapa? Daddy selingkuh?"


"Lalu?"


"Maaf, karena mommy yang harus bekerja, sementara aku masih sekolah."


"Baru sadar sekarang?"


Davin langsung menarik hidung istrinya, antara kesal dan gemas sekaligus. Dan Viona malah terkekeh.

__ADS_1


"Dimaafkan Daddy, tapi saat aku hamil nanti daddy harus menggantikan aku, tidak usah bekerja di perusahaan Ghaisan, jadi direktur utama saja di GG," ucap Viona.


Sebuah ucapan yang mampu membuat Davin berpikir dengan serius. Bahkan kunyahan makanannya pun jadi semakin pelan.


"Kenapa seperti itu?" tanya Davin.


"Kalau bukan Daddy yang pegang siapa lagi? apalagi saat aku aku hamil dan punya anak nanti, jadi suamiku lah yang harus memegangnya."


"Tapi perusahaan itu milik keluarga, bagaimana jika Dinara juga ingin ada di posisi itu?"


"Aku dan Dinara sama sama perempuan, mau bagaimanapun kami akan tetap ikut suami. Karena aku anak pertama jadi suamiku lah yang berhak berada di posisi itu."


Ucapan Viona memang ada benarnya tapi entah kenapa Davin sedikit terganggu, seolah ada rasa tak nyaman di sudut hati.


Merasa jika dia jadi benalu, malah jadi suami yang menumpang hidup dengan istri.


"Kenapa Daddy diam?"


"Entahlah, aku merasa tak nyaman tentang perusahaan itu."


"Papa Gunawan juga pasti akan berpikir yang sama denganku."


Davin malah kembali diam, membuat Viona tak suka.

__ADS_1


"Mau minum susu?" tanya Viona dengan membusungkan dada. Dan Davin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Pikirannya jadi kacau gara-gara susu.


__ADS_2