Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 94 - Mimpi Indah


__ADS_3

2 hari ini Davin dan Viona ikut pusing dengan keinginan Dinara itu.


Setelah ibu dan kakaknya tahu, Dinara pun memberi tahu sang ayah. Ingin segera disampaikan keinginannya untuk menikah dengan Ghaisan pada keluarga Alteza.


Gunawan mendengar itu gelagapan, seperti disiram air satu ember penuh.


"Kenapa mendadak dan buru-buru, memangnya kamu mau menikah sekarang?" tanya Gunawan dan Dinara yang sudah terlanjur basah pun menganggukkan kepalanya dengan yakin.


Davin hanya mengulum senyum, lain halnya dengan Viona dan Dania yang mengelus dada.


"Aku sungguh-sungguh Pa," ucap Dinara kemudian hingga Gunawan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Baiklah, nanti malam kita kerumah Alteza," balas Gunawan Akhirnya.


Dinara bernafas lega, sementara yang lain menghembuskan nafasnya berat.


Pembicaraan siang itu usai, Viona dan Davin pun segera naik ke lantai 2 dan menuju kamar Viona saat masih gadis dulu. Pagi tadi mereka datang kesini atas permintaan Dania, dia tidak sanggup jika harus tegang sendirian.


Karena itulah meminta Davin dan Viona datang.


"Daddy, pinggangnya rasanya pegal sekali, pijat ya?" pinta Viona saat dia dan sang suami sudah berada di dalam kamar, lalu sama-sama duduk di tepi ranjang.


"Aman Mom, pijat plus plus juga boleh."

__ADS_1


"Issh itu sih maunya Daddy."


"Tapi Mommy mau juga kan?" ledeknya dan Viona hanya mencebik sebagai jawaban.


Viona lalu berbaring di atas ranjang dan Davin mulai menelusupkan tangannya masuk ke pinggang sang istri. memijatnya pelan hingga Viona merasa nyaman.


"Ah enak Dad," ucap Viona, sebuah suara yang membuat Davin merasa tidak nyaman. Karena terdengar seperti sebuah desahaan di telinganya.


Membuatnya ingin melakukan anu-anu, tapi subuh tadi mereka sudah melakukannya.


"Um Dadhh pelan-pelan saja."


"Jangan banyak bicara, diam dan nikmati, kalau bisa tidurlah."


"Kenapa Daddy jadi ketus begituuh?" tanya Viona dengan suaranya yang meresahkan.


"Pengen apa?"


"Dengan Anu."


"Astaga Daddy, kan tadi pagi sudah."


"Makanya Mommy jangan uh ah begitu, itu suara laknaat, lebih baik mommy diam."

__ADS_1


Viona mengulum senyum, kini dia benar-benar diam dan menikmati pijatan sang suami.


"Daddy capek nggak? kalo capek udah nggak papa," ucap Viona lagi, ternyata mulutnya tidak bisa diam, ingin terus bicara.


"Nggak capek kok Mom, mommy tidur saja."


Satu tangan Davin bahkan langsung mengelus puncak kepala sang istri dengan sayang. Membuat Viona langsung tersenyum lebar.


Jika seperti ini Viona busa tertidur dengan pulas.


Sekejab saja, Viona sampai di alam mimpi. Mimpi melakukan anu-anu dengan suaminya sendiri, mimpi yang sangat indah.


Dadh, ucap Viona di dalam mimpinya. Dia bermimpi Davin tidak lagi memijat punggungnya, tapi kini memijat liang kenikmatannya hingga nyaris berkedut.


Jangan Dadh. ah


"Tidak apa-apa sayang," sahut Davin pada istrinya yang mengigau, sementara dia satu tangannya terus bermain di inti sang istri mencari tempat lembab dan basah yang sangat dia sukai.


Dilihat oleh Davin tubuh Viona yang mulai menggeliat, makin membuatnya bersemangat untuk menggerakkan jari-jarinya.


Hingga akhirnya di dalam mimpi itu Viona mendapatkan pelepasan, rasanya nyata sekali, bahkan tiba-tiba-tiba kakinya terasa begitu lemas.


"Basah," ucap Davin, dia mulai melucuti bajunya sendiru dan mulai bersiap melakukan penyatuan disaat istrinya sedang tidur, namun baru menempel dan belum masuk, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk .

__ADS_1


Tok tok tok!


Ah Sial! Davin dengan segera memakai bajunya kembali.


__ADS_2