Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 80 - Syok!


__ADS_3

"Reuni apaan? baru lulus 3 bulan udah reuni, gila itu namanya sayaang," jelas Davin pada sang istri, dia bahkan langsung mendekap pinggang Viona agar tidak kabur darinya.


Sementara Anjas dan Danu langsung tergelak saat melihat wajah Davin, wajah-wajah suami takut istri.


Viona lalu mencebik dan mencubit lengan Davin.


"Karena itulah aku paling malas mengundang mereka ke sini, karena tujuan mereka itu hanya satu sayang, merusak rumah tangga kita." jelas Davin lebay, Viona bahkan langsung terkekeh merasa lucu dengan ucapan suaminya itu.


"Lebay!" bentak Danu dan Anjas.


Jam 10 malam Danu dan Anjas baru pulang, meninggalkan ruang tengah apartemen Davin dan Viona yang acak-acakan.


Tapi tenang saja karena yang membereskan apartemen ini bukanlah Viona, melainkan seorang pembantu rumah tangga panggilan, yang datang saat pagi dan sore saja.


"Ngantuk sayang, langsung tidur ya," ajak Viona dan Davin mengangguk. Mereka melewati begitu saja ruang tengah yang berantakan itu dan masuk ke dalam kamar.


Mencuci muka dan merebahkan tubuhnya bersama di atas ranjang, saling memeluk dan akhirnya terlelap.


Pagi ini Davin akan menemani Viona untuk memeriksakan kandungannya di dokter.

__ADS_1


Tapi sebelum pergi ke rumah sakit mereka memutuskan untuk mengunjungi mansion Gunawan.


Mereka langsung disambut oleh Jo dan Ron yang membukakan pintu.


Jo dan Ron masih merasa kesal kepada Davin. Bocah kecil inilah yang dulu membuat mereka pusing dan salah menuduh orang. mulai dari Dewa lalu Ghaisan, ternyata si pembuat onar adalah Davin.


"Heh! kenapa melihat suamiku seperti itu? mukanya biasa aja dong," ucap Viona, menegur dua mantan penjaganya ini.


"Maaf Nona." Jo dan Ron menjawab bersamaan.


"Bukan Nona lagi, tapi Nyonyaa, Nyonya muda Alteza," jelas Davin.


Davin yang mengetahui kekesalan dua penjaga ini pun malah menjulurkan lidahnya kecil, lalu memeluk pinggang Viona erat dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Anak itu kurang ajar sekali!" ucap Jo yang tidak terima, dia menunjuk-nunjuk Davin yang baru saja masuk ke dalam mansion. Rasanya dia lebih rela jika Viona menikah dengan Gaisan saja. daripada dengan Bocah tengil seperti itu.


Susah payah Ron membunuh amarahnya sendiri, tidak ingin terpancing dengan ucapan Jo.


"Jaga bicaramu, bagaimanapun dia sekarang adalah Tuan, kita suami Nona Viona."

__ADS_1


"Kamu benar, selamanya kita akan terus memanggil nona Viona, jangan mau memanggil nyonya." terang Jo.


Kedua orang inipun akhirnya kembali menemukan senyum mereka.


Di dalam mansion.


Davin dan Viona menyapa Gunawan dan Dania, Dinara sedang tidak ada di sini dia masih mengikuti kuliah.


"Sayang, kapan kalian pindah kesini? kehamilan kamu semakin lama semakin besar," ucap Dania, memulai pembicaraan di antara mereka yang kini duduk di ruang tengah.


"Tidak tau Ma, masih ingin tinggal berdua," jawab Viona.


Gunawan yang mendengar jawaban anaknya itu pun mengukirkan senyum. Semenjak menikah Viona sudah banyak berubah, pembawaannya lebih tenang tidak suka marah-marah seperti dulu. Dia juga lebih mandiri dan bertanggung jawab dengan rumah tangganya. Bahkan tidak pernah sedikitpun mengeluh tentang pernikahannya.


Davin sudah berhasil membuat anaknya berubah jadi lebih baik. Dan dia sangat bangga dan bahagia.


"Lagian enak tinggal berdua Ma, mau ngapa-ngapain bebas, bangun kesiangan oke, rumah kotor nggak masalah, anu-anu dimanapun aman."


Gunawan terperangah, syok mendengar penjelasan Viona selanjutnya, mulutnya terus menganga tidak bisa berkata apa-apa.

__ADS_1


Dan Dania terkekeh, sementara Davin mengangguk setuju.


Astaga! batin Gunawan.


__ADS_2