
"Jo!" ucap Gunawan dan Dania kompak.
Sebuah nama yang membuat Davin dan Viona pun menatap ke arah kedua orang tua itu.
Tanpa banyak berdebat, Jo dan Ron langsung dipanggil untuk datang ke ruang kerja Gunawan.
Kedua pengawal ini menundukkan kepala, karena mereka pun sudah tahu apa kesalahannya. apalagi saat melihat tadi Davin dan Viona serta Dinara yang datang ke rumah ini dengan adanya drama.
"Jo, jelaskan!" ucap Gunawan dengan suara beratnya, Gunawan memang tidak pernah marah-marah, namun sekali marah dia akan sangat mengerikan.
Gunawan pun tak habis pikir kenapa Jo mengirimkan foto ini pada Davin, foto yang akan menyulut masalah di dalam rumah tangga anaknya.
"Maafkan kami Tuan," ucap Jo dan Ron bersamaan.
Jo si pengirim foto pun menjelaskan alasannya kenapa dia sampai mengirim foto itu. Dia hanya main-main, namun tidak menyangka jika akan separah ini.
Mereka tidak menyangka jika Davin akan semarah itu hingga membuat Viona yang tidak tau apa-apa pun tersulut emosinya.
__ADS_1
Jo dan Ron berulang kali meminta maaf, berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Dan Gunawan memaafkannya dengan begitu mudah, membuat Davin terperangah.
"Papa, kenapa papa memaafkan mereka dengan begitu mudah, harusnya mereka dihukum berat!" Protes Davin yang tidak terima.
Gunawan lalu meminta Jo dan Ron untuk keluar, kembali menyisahkan keluarga inti saja di dalam ruangan ini.
"Ambil hikmahnya, apa yang bisa kamu pelajari dari masalah ini." Setelah mengatakan itu Gunawan bangkit dari duduknya dan Dania pun mengikuti pergerakan sang suami. Mereka meninggalkan ruangan ini dan meninggalkan Viona dan Davin berdua.
Berharap anak-anaknya bisa menyelesaikan kesalahpahaman dengan baik.
Dan Gunawan juga merasa wajar kenapa Viona marah, sebagai istri dia merasa harga dirinya diinjak-injak.
Tapi yang tidak bisa mereka pungkiri hanyalah satu, bahwa ini semua hanya salah paham.
Sekarang tinggal bagaimana kedua insan itu menurunkan egonya masing-masing, jangan sampai masalah ini terus berlarut atau dibawa-bawa hingga kedepan. Jangan sampai memupuk masalah.
__ADS_1
Ruangan jadi sunyi setelah Gunawan keluar dan menutup pintu.
Sesaat Davin dan Viona tidak ada yang berucap, hanya saling mendiami. sampai akhirnya Davin yang lebih dulu buka suara.
"Maafkan aku Mom," ucap Davin.
Tapi Viona masih diam, masih enggan menanggapi.
"Coba Mommy bayangkan, saat Mommy pergi jauh tiba-tiba mendapat kiriman foto seperti Itu, seorang wanita masuk ke apartemen kita disaat hanya ada daddy disana. Apa mommy tidak akan marah seperti daddy?"
"Tapi daddy keterlaluan, daddy sampai menuduh mommy berbuat bejat seperti itu, memangnya mommy ini wanita apa? jalaang?"
"Itu karena Daddy sangat mencintai Mommy, daddy tidak akan memaafkan siapapun yang berani menyentuh mommy."
Viona terdiam, hatinya terenyuh saat mendengar Davin berucap dengan suaranya yang lirih seperti itu, terdengar jelas jika suaminya amat sangat menyesal.
"Kan bisa tanya baik-baik dulu, kenapa langsung menuduh, daddy tidak percaya pada Mommy." Meski sudah merasa iba, namun ego Viona tetap tinggi.
__ADS_1
"Maafkan Daddy, Mom."
Viona diam, tapi dia tidak menolak atau pun menghindar saat Davin mulai memeluk pinggangnya erat, lalu menciumi pipi Viona berulang kali tanda minta maaf.