Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 108 - Makan Malam


__ADS_3

Jam 9 malam, Ghasian dan Dinara baru bertemu makanan. Disaat semua orang sudah masuk ke kamarnya masing-masing, Dinara dan Gaisan malah baru keluar kamar.


Sedang belajar menjadi istri yang baik, Dinara pun tidak hanya melayani sang suami diatas ranjang tapi juga di meja makan, dia menyajikan makanan untuk suaminya dalam sebuah piring dan meletakkannya tepat di hadapan Ghaisan, lalu setelahnya dia menyiapkan untuk diri sendiri.


Dan dilayani seperti itu membuat Gaisan tersenyum kecil, rasanya lucu juga memiliki Seorang Istri, sesuatu yang belum pernah dia bayangkan selama ini.


"Berapa usiamu?" tanya Ghaisan pada istrinya sendiri.


Sebuah pertanyaan yang membuat Dinara mencebik.


"Umur istri sendiri tidak tahu!"


"Aku lupa."


"Memangnya pernah tau?"


"Pernah baca, tapi tidak terlalu ingat."


"Tahun ini 20, tapi sekarang masih 19. Kenapa memangnya?" tanya Dinara pula.


dan sebelum menjawab Gaisan malah tersenyum kecil.

__ADS_1


"Kenapa?!!" tanya Dinara tidak sabaran.


"Tidak ada apa-apa, hanya senang karena kamu melayani aku, ku pikir di usiamu yang masih muda kamu hanya akan memikirkan dirimu sendiri."


Dan kini giliran Dinara yang tersenyum.


"Karena aku punya banyak guru," jawab Dinara dengan percaya diri.


Guru tentang ranjang adalah Viona sementara guru tentang rumah tangganya adalah Dania.


Selesai makan malam mereka pun segera kembali ke kamar.


Dinara yang kebelet pipis buru-buru masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Ghaisan yang ditinggal sendiri di dalam kamar pun mulai mengamati tiap sudut ruangan ini.


Dan pergerakannya terhenti saat Ghaisan melihat sebuah buku diary berwarna merah muda di dalam sana.


Tanpa banyak berpikir dia mengambil buku itu, membukanya hingga sebuah foto yang terselip diantara lembaran kertas itupun jatuh, tepat di depan kaki Ghaisan.


Ghaisan langsung mengambil foto itu dan kedua matanya langusng mendelik saat dia melihat itu adalah fotonya sendiri, tapi di dalam foto itu tidak hanya ada dia seorang, namun ada juga Viona.


Ghaisan tidak ingat kapan pastinya foto itu diambil, namun Ghaisan cukup yakin jika itu diambil di perusahaannya.

__ADS_1


"Kenapa nara menyimpan foto ini?"


"Dari mana dia mendapatkannya?"


Ghaisan terus bertanya, tapi wanita yang seharusnya menjawab masih berada di dalam kamar mandi.


Karena penasaran Ghaisan pun membuka buku diary itu dan membaca yang paling akhir.


Aku harus menikah dengan abang Ghaisan, agar dia tidak merusak rumah tangga mbak Vio.


Mata Ghaisan semakin mendelik, membaca dengan tidak percaya tulisan tangan itu.


Namun lambat laun dia menyadari satu hal, bahwa inilah alasan Kenapa dulu tiba-tiba Dinara datang untuk melamarnya.


Ada rasa kecewa yang Ghaisan rasa jika memang benar ini alasannya. Karena dia masih ingat betul saat dulu dengan gugup Nara berkata bahwa dia mencintainya.


Belum sempat mengembalikan buku diary itu ke tempat semula namun Dinara sudah lebih dulu kembali dan melihat dia.


Dengan tergesa Dinara menghampiri, bahkan langsung merebut buku itu serta foto yang ada di tangan suaminya.


Dan tingkah Dinara semakin membuat Gaisan kecewa, karena melihat tingkah itu tanpa perlu dijelaskan pun Gaisan tahu bahwa yang tertulis di buku itu adalah benar.

__ADS_1


"Jadi itu alasan sebenarnya tiba-tiba kamu datang melamarku dan mengajukan sebuah pernikahan?" tanya Ghaisan dengan suaranya yang dingin.


Membuat Dinara seketika membeku.


__ADS_2