Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 131 - Malam-malam Seterusnya


__ADS_3

Viona memacu tubuhnya diatas pangkuan Davin, naik turun dengan tempo yang cepat. Sementara mulut mereka berdua saling bersahutan menyerukan suara kenikmatan.


"Ah Dad, ini nikmat sekali, mommy mau keluar."


"Keluarkan Mom, aku akan menyambutnya."


"Ayo Dad sama-sama, Ah!" Viona menjerit, dia semakin mempercepat gerakannya dan menyambut gelombang yang langsung datang. Davin pun menyemburkan larvanya disaat bersamaan.


Mereka saling memeluk erat dan Viona menekan pinggulnya hingga inti sang suami tenggelam dengan sempurna.


Di ruangan yang sepi Ini, hanya terdengar deru nafas mereka yang memburu. cukup lama hingga akhirnya jadi tenang.


"Dad, kamu punya sekretaris baru?" tanya Viona, mereka belum saling melepaskan diri, dan Viona meminum segelas air putih, sangat haus.


"Iya, Julian, mommy sudah bertemu kan?"


"Kenapa sekretarisnya seperti itu Dad? kenapa tidak cari yang wanita saja?"


"Mommy tidak suka pada Julian?"


"Tidak, sepertinya dia lebih mengerikan daripada wanita," jawab Viona, kemudian terkekeh. Sementara Davin mencebik.


Puas bercinta mereka akhirnya makan siang bersama. Viona tadi membawa makanan dari rumah.


Waktu berlalu.

__ADS_1


Disaat Davin dan Viona sibuk membuat adik untuk Dion, Dinara akhirnya lahiran.


Anak pertama Dinara dan Ghaisan adalah perempuan, membuat Davin jadi ingin memiliki anak perempuan juga.


Demi keinginan memiliki anak perempuan, akhirnya Davin dan Viona konsultasi ke dokter kandungan. Menghitung hari subur Viona dan tangal-tangal baiknya untuk melakukan pembuahan demi mendapatkan anak perempuan.


Viona juga mengkonsumsi makanan yang dianjurkan oleh dokter. Davin pun juga melakukan hal yang sama.


Sampai akhirnya penantian mereka terwujud juga.


Viona dinyatakan hamil anak perempuan, bukan 1 melainkan langsung 2. Ya, Viona hamil bayi kembar.


Davin seperti mendapatkan jackpot dia bahkan bersumpah akan menjaga Viona dengan baik. Akan menahan diri untuk tidak menyentak istrinya dengan kuat. Senjatanya harus istirahat total di awal-awal kehamilan Viona.


Tapi ya beginilah, disaat Davin menahannya tapi Viona sungguh merindukan sentuhan nya.


"Daddd, mommy mau." rengek Viona, dia sudah menggunakan lingeri dan menggeliat manja duduk ditepi ranjang.


"Astaga Mom, jangan begitu, ini baru 3 bulan usia kehamilan mu. Tunggu sampai bulan ke 4 Ya?"


"Tapi mommy sudah tidak tahan, masa mommy main pakai tangan sendiri," keluh Viona, dia mulai menaruh satu tangannya diinti tubuhnya sendiri, sebuah pemandangan yang membuat darah Davin mendidih.


Vulgard dan dia sangat suka.


"Mommy jahat," kesal Davin.

__ADS_1


"Sentuh aku Dad."


"As you wish Mom." jawab Davin akhirnya, dia kalah. Davin memberikan pemanasan yang lebih panjang, menggunakan tangan dan lidahnya sendiri Davin membuat istrinya basah.


Viona melenguh nikmat, sungguh dia sangat merindukan sentuhan ini, sangat rindu kenikmatan ini.


Viona ingin membalas namun Davin melarang, Viona tidak boleh bergerak. Hanya diizinkan menikmati semua sensasi yang dia beri.


Viona melayang, hingga akhirnya senjata sang suami kembali menusuknya begitu dalam.


"Ahg!" lenguh Viona, Davin mulai bergerak dan dia terus mendesah.


Terus bergerak untuk menyambut kenikmatan yang luar biasa.


Malam itu mereka menyatu, malam yang menjadi awal malam-malam seterusnya.


Sampai akhirnya bayi kembar Viona dan Davin lahir menggunakan jalur caesar.


Davin menangis, merasakan hidupnya sudah begitu sempurna.


Dia mencium kening istrinya, tanda terima kasih karena Viona membuat hidupnya begitu luar biasa.


...Tamat ...


...Beneran Tamat...

__ADS_1


...Dah mo puasa...


...bay bay epribadeh šŸ’‹šŸ’‹...


__ADS_2