Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
Bab 6 Putri Fu Yuanbo


__ADS_3

Bibi Du sangat membenci Selir Pangeran, tetapi dia tidak berani melawannya.


Siapa suruh dia merendahkan orang lain dan merasa bahwa Selir Pangeran mudah ditangani?


Pengawal menyeret Bibi Du yang pingsan keluar. Ming Rui gemetaran menyaksikan semua ini.


Suhua bahkan tidak mengedipkan mata saat memotong jari Bibi Du. Dia bukan lagi putri cengeng di Kediaman Perdana Menteri, yang sebelumnya bisa ditindas oleh para pelayan hingga mengunci diri dan menangis di dalam kamar.


"Ming Rui, keluarlah!"


Suhua tahu, Ming Rui pasti sangat terkejut.


Suhua masih harus menghadapi Pangeran aneh yang berada di hadapannya. Maka dari itu, dia menyuruh Ming Rui pergi meninggalkan tempat ini.


Kecanggungan Suhua tadi telah dibereskan dengan sebuah sayatan pisau yang tegas.


Setelah Ming Rui memberi hormat pada Mo Junye dengan hati-hati, barulah dia keluar dari ruangan tersebut.


"Pangeran, apakah pertunjukan barusan seru?" Tatapan Suhua berseri-seri, seolah-olah orang yang memegang pisau tadi, bukanlah dirinya.


Junye menutup rapat bibirnya, tatapan matanya dipenuhi dengan kobaran api.


Namun, Suhua malah tidak merasa takut. Suhua membiarkan Junye menatapnya.


"Tadi malam, apa yang telah kamu suntikkan padaku?" Akhirnya Junye berbicara.


"Obat penenang, obat ini tidak akan membahayakan nyawamu. Aku juga melakukan itu demi melindungi diriku. Yang aku tahu ada pintu di sini, lantas kenapa Pangeran malah masuk melalui jendela? Ditambah lagi, kenapa Pangeran mengenakan setelan penyusup di kamar pengantin sendiri? Apakah pakaian kerajaan tidak cocok dikenakan?" Sedikit banyak, Suhua mengeluh di dalam hati.


Pangeran terus berusaha mencari kesalahan Suhua, dia hampir saja merusak reputasi Suhua.


Mengingat isyarat yang dikatakan oleh Suhua mengenai kemampuan Pangeran di ranjang, wajah Junye berubah menjadi sedikit lebih dingin.


Bagi seorang pria, kelemahan ini sangatlah fatal.


"Maksudmu, sebagai seorang Pangeran, aku yang membantu memikul kesalahanmu..."


Suhua menjawab dengan tenang, "Aku hanya mengatakan tubuh Pangeran lemah. Pikiran mereka sendiri yang kotor. Kalau mau menyalahkan, salahkan saja mereka."


Mo Junye menggertakkan giginya. Wajahnya terlihat semakin muram.


"Tadi, aku menghukum budak itu karena Pangeran berada di sini. Pangeran, apakah Anda mau ikut bersamaku untuk menemui Selir Raja dan menjelaskan padanya?"


Bagaimanapun juga, sebagai pengantin wanita yang baru memasuki kediaman. Meskipun Selir Raja adalah ibu tiri Junye, dia tetap harus pergi memberikan salam.


Mata Junye dipenuhi oleh penghinaan.

__ADS_1


"Menjelaskan padanya? Apakah aku perlu menjelaskan padanya? Kamu sendiri yang membuat masalah, jadi kamu sendiri yang membereskannya."


Pangeran tidak mau tinggal lebih lama di ruangan ini. Dia berjalan melewati Suhua dan beranjak keluar.


Suhua juga tidak menahan Pangeran. Dia membereskan barangnya, lalu pergi menemui Selir Raja yang "penuh kasih sayang".


"Pangeran, apakah Anda tidak apa-apa?"


Pengawal tidak tahu-menahu mengenai masalah yang terjadi tadi malam.


"Apakah kalian mengharapkan sesuatu terjadi padaku?" Junye marah saat membahas masalah ini.


Pengawal tidak berani berbicara setelah melihat ekspresi di wajah Pangeran.


Stamina seorang pria diremehkan oleh istri yang baru dinikahinya di depan umum. Pria mana pun pasti akan kesal kalau diperlakukan seperti itu.


Ming Rui bingung melihat Suhua yang masih bisa berdandan dengan santai.


"Selir, saat bertemu dengan Selir Raja, bagaimana kalau dia membahas kedua pelayan itu? Apa yang harus kita jawab?"


"Kalau dia berani membahasnya, aku pun berani menjawabnya. Pokoknya, selama aku tidak merasa canggung, maka yang canggung adalah orang lain," Suhua sudah memikirkan masalah ini sejak awal.


Dikatakan bahwa Selir Raja adalah orang yang berbudi luhur. Selama ini, dia telah memperlakukan Mo Junye seperti anaknya sendiri. Anehnya, Pelayan tua sengaja mempersulit dan mencari masalah dengan mereka seperti ini. Jika bukan karena mereka sendiri yang mencari gara -gara, atau Selir Raja mempunyai rencana tersembunyi.


Ming Rui menghela napas, Selir Pangeran benar-benar telah berubah. Saat berada di Kediaman Perdana Menteri, setiap ditindas oleh Yin Miaoxue, Selir Pangeran pasti panik dan memikirkan cara untuk menjelaskan kepada Istri Perdana Menteri apa yang telah diperbuatnya sehingga membuat Yin Miaoxue marah.


"Apakah Anda tidak mau menunggu Pangeran untuk pergi bersama-sama?"


tanya Ming Rui saat melihat Suhua pergi sendiri.


"Tidak perlu. Dia pasti tidak ingin aku meremehkan kemampuannya sekali lagi di depan Selir Raja."


Suhua melihat wajahnya di depan cermin. Dia tidak perlu berdandan terlalu menor, wajahnya sudah cukup sempurna.


Ini pertama kalinya Suhua berjalan di Kediaman Raja. Tata letak Kediaman Raja berbeda dengan Kediaman Perdana Menteri. Dia tidak tahu di mana letak kediaman Selir Raja.


Selain itu, Bibi Wang dan Bibi Du telah jatuh di tangan Suhua, jadi dari pihak Selir Raja tidak ada seorang pun yang datang menunjukkan jalan untuknya.


Suhua tidak menaruh di hati. Kalau Selir Raja memang sengaja ingin membuatnya terlambat, kemudian menegur etikanya yang tidak terdidik, maka Suhua akan melemparkan semua tanggung jawab itu pada Perdana Menteri.


Kemarin, di depan Kediaman Raja, Suhua telah berjanji untuk memutuskan hubungan dengan Kediaman Perdana Menteri dan tidak akan memberikan keuntungan kepada Kediaman Perdana Menteri. Masalah ini pasti telah sampai ke telinga Yin Houyan. Kalau berita didikan Kediaman Perdana Menteri yang tidak bagus dan membina putri tertua yang tidak tahu aturan terdengar, lihat saja nanti di seluruh Kota Jing ini, siapa lagi yang berani menikahi Yin Miaoxue.


Bagaimanapun, Kediaman Perdana Menteri telah membenci Suhua. Dia tidak perlu memikirkan reputasi Kediaman Perdana Menteri dan masa depan saudara-saudarinya.


"Siapa di sana?"

__ADS_1


Terdengar suara angkuh seorang gadis yang tidak jauh dari sana.


Suhua sedang menikmati bunga-bunga yang bermekaran di taman belakang.


Karena tidak ada orang yang terburu-buru, maka Suhua pun tidak terburu-buru.


Tidak berapa lama kemudian, seorang gadis muda yang berpakaian mewah berjalan keluar dari arah lain. Dia berjalan dengan diikut oleh tujuh hingga delapan pelayan.


Sepertinya, gadis muda ini adalah salah satu tuan rumah di kediaman ini.


Tampaknya umur gadis muda ini tidak berbeda jauh dengan umur Suhua. Raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan kesombongannya.


Melihat Suhua dan Ming Rui yang menikmati bunga di taman, gadis muda ini bersikap tidak sungkan, "Apakah kamu tidak tahu harus memberikan salam saat bertemu denganku?"


Ming Rui sudah terbiasa dan ingin memberikan salam, tetapi Suhua malah mencegatnya.


"Aku akan memberikanmu salam, tetapi aku harus tahu apa posisimu di sini? Apakah kamu adalah wanita simpanan Raja atau kekasih gelap dari salah satu Pangeran di kediaman ini? Jika tidak, aku akan ditertawakan kalau sampai salah menyebutkan gelar panggilan."


Mendengar bahwa Suhua tidak menghormatinya, gadis muda ini melotot marah.


Gadis muda ini iri saat melihat wajah Suhua.


Kecantikan yang dia miliki itu seperti si jelita yang membawa bencana bagi negara dan penderitaan bagi rakyat.


Sebelum gadis muda itu berbicara, pelayan yang berdiri di belakang, menatap Suhua dengan jijik.


"Buka matamu lebar-lebar! Tuanku adalah putri kesayangan Fu Yuanbo, Liu Linlang. Selir Ning adalah bibi dari Putri Linlang. Sejak kapan pelayan tidak tahu diri seperti ini muncul di Kediaman Raja? Berani-beraninya berpakaian mencolok dan berjalan-jalan ke sana kemari?"


Ming Rui ingin mengatakan identitas mereka, tetapi Suhua kembali mencegatnya.


"Jadi, menurutmu, di mana seharusnya aku berada?"


"Kamu adalah pelayan, tentu saja kamu harus kembali melayani tuanmu. Apakah kamu tidak mengingat peraturan kerajaan?" Pelayan ini sangat berani berbicara.


"Benar juga. Karena aku adalah pelayan, maka aku harus kembali melayani tuanku. Hanya aja, aku tidak tahu, apakah kalian tidak mengingat aturan Kediaman Fu Yuanbo? Tempat ini adalah Kediaman Raja. Meskipun ingin menegur, Selir Raja yang akan melakukannya. Apakah pelayan rendahan seperti kalian juga mempunyai hak menegurku?"


Suhua merasa sangat konyol. Setelah menikah dengan Raja Ning Xuxian, sepertinya Selir Raja tidak memperingati keluarganya untuk belajar menahan diri.


Mohon maaf pembaca tersayangku. Karena aku kurang sehat akhir-akhir ini sehingga tidak dapat sering update karyaku. Tapi kalian dapat terus baca karyaku gratis di Fiz///zo (Waktu cari, jangan tambah "/"). Udah update 600+ bab ya


Liu Linlang mengerti maksud ucapan Suhua. Tentu saja dia merasa tidak senang.


"Kalau kamu tahu bahwa bibiku yang berkuasa di sini, lantas kenapa kamu masih tidak mau berlutut dan mengakui kesalahanmu? Aku akan mengampunimu dari hukuman mati."


"Oh ya? Bagaimana kalau kita langsung menghadap Selir Raja? Aku ingin tahu apakah Selir Raja akan membiarkanku mati."

__ADS_1


__ADS_2