Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 44 - Sidang Dadakan


__ADS_3

Pulang dari kantor nya, Gunawan langsung mengadakan sidang dadakan bagi Viona.


Anak sulungnya ini dipanggil untuk masuk ke ruang kerja, tidak hanya ada Gunawan dan Viona saja tapi Dania juga ada di ruangan ini.


"Sekarang katakan pada papa, siapa pria yang membawamu ke hotel setelah tak lama kamu putus dari Dewa?"


Deg! Viona mendelik, Dia sangat terkejut dengan pertanyaan itu. Viona kira ayahnya memanggil ke sini untuk memintanya kembali ke perusahaan, tapi ternyata dugaannya salah. Dia malah ditanya tentang hal yang selama ini ditutupnya rapat.


"Apa maksud Papa?" tanya Viona mencoba tidak terpengaruh, pura-pura bodoh adalah pilihannya saat ini.


"Jo dan Ron sudah mengatakan semuanya kepada papa, jadi sebaiknya kamu katakan langsung siapa pria itu, jangan buat Papa mencari tahu nya sendiri." terang Gunawan dengan suaranya yang dingin, jika sedang marah seperti ini Gunawan lebih menakutkan dari pada siapapun.


Dania bahkan berulang kali mengelus lengan suaminya agar tetap tenang


Deg! dan semakin bergemuruh lah jantung Viona, mulai diselimuti dengan rasa takut. Bahkan tanpa disadari oleh dirinya sendiri jika kedua tangannya sudah basah dengan keringat dingin.


"Aku tidak pernah pergi ke hotel."


"Jangan bohongi papa, dibanding dengan kamu papa lebih percaya ucapan Jo dan Ron."


Hih! Joo! Roon!!! kesal Viona di dalam hati.


"Apa kamu pergi bersama Ghaisan?!" tanya Gunawan dengan suaranya yang mulai membentak.

__ADS_1


Dan makin mendelik lah mata Viona dibuatnya.


Ghaisan? kedua pengawal itu memang benar-benar bodoh bagaimana bisa Davin berubah jadi Ghaisan.


"Bukan pa!"


"Lalu siapa?!" sahut Gunawan cepat.


Viona menggigit Bibir bawahnya kembali ragu untuk menjawab.


"Apa Davin?" tanya Dania.


Viona melotot, Andai mata ini adalah buatan manusia pasti sudah copot. Jantungnya bahkan berdebar semakin kencang seolah habis olahraga berlari.


"Lalu siapa?" desak Gunawan.


"Aku tidak pernah pergi ke hotel bersama pria Pa."


"Jangan bohong Viona! jangan buat papa Marah! Apa perlu Papa Panggil Jo dan Ron ke ruangan ini!"


Viona meremat tangannya kuat, jantungnya bergemuruh tidak karuan.


"Dania, panggil Jo dan Ron kemari!"

__ADS_1


"Jangan! tidak perlu!" cegah Viona saat Dania mulai bangkit dari duduknya.


"Maafkan aku," ucap Viona dengan menunduk, hanya 2 kata itu yang mampu dia ucapkan saat ini.


Viona sadar semua perbuatannya dengan Davin selama ini memang salah. Kedua orang tuanya bahkan tidak pernah mengajarkan dia untuk berzina di mana-mana.


"Katakan, siapa pria itu?"


"Davin," jawab Viona lirih.


Dania yang mendengar nama itu pun menyunggingkan senyumnya. lain halnya dengan Gunawan yang menghembuskan nafasnya berat.


Setelah makan malam bersama keluarga Alteza saat itu, Gunawan, Dania, Alteza dan Mutia mengadakan pertemuan berempat. Mereka sama-sama heran dengan perubahan yang terjadi pada anak-anaknya, Davin dan Viona.


Davin yang mendadak semangat belajar dan bekerja, juga Viona yang mendadak bisa menerima Dania dan Dinara.


Perubahan yang sangat mustahil terjadi jika tanpa ada pendorong. Dan menyadari itu semua mereka akhirnya mengambil kesimpulan jika Viona dan Davin memang memiliki hubungan.


Tapi mereka semua masih memilih untuk diam, menunggu hingga akhirnya Viona dan Davin sendiri yang mengatakan tentang hubungan mereka.


Dan ternyata Gunawan tahu dengan cara seperti ini, gara-gara Dewa.


"Benar kan tebakan Mama," bisik Dania pada sang suami dengan senyum yang masih dia ukir.

__ADS_1


__ADS_2