Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 59 - Fiting Baju


__ADS_3

Pagi datang.


"Sayang, mukanya jangan gitu dong, kan besok kita nikah. Keluar sebanyak-banyaknya di dalam nggak papa," ucap Viona.


"Sehari 5 kali?"


"Sehari 10 kali juga nggak masalah, kalau sayang kuat," jawab Viona, dia menggigit ujung bibirnya dan mengedipkan senelah mata dengan genit, tak lupa pula melipat kakinya rapat seolah menjepit sesuatu.


Viona sedang menggoda Davin.


"Aarght!! jahattt!" kesal Davin.


Laki-laki remaja ini tak jadi memakai baju sekolahnya, dia malah menyambar pinggang Viona dan menjatuhkan ciuman dalam di bibir merah kekasihnya ini.


Viona bahkan sampai kualahan untuk bisa mengimbangi.


Sampai akhirnya mereka berdua kembali jatuh diatas ranjang. Davin bangkit dan berdiri di tepi, lalu membuka kaki Viona lebar-lebar dan menyatukan keduanya.


"Ah," Viona menganga, saat benda keras itu menghujami liang kenikmatannya.


"Ough Viinn."

__ADS_1


Orang yang namanya dipanggil ini menyeringai, dia senang sekali tiap Viona memanggil namanya diantara desah. Tanpa ampun, Davin langsung menarik baju sang kekasih hingga kedua semangka itu kembali menyembul dengan sempurna. Dan tiap kali Davin berbuat kasar seperti ini, Viona malah semakin suka.


Hentakan demi hentakan Davin berikan hingga akhirnya mereka berdua nyaris sampai di puncak.


"Di dalam ya?"


"Ah sayang, jangan, buat malam pertama kita spesial."


"Uh, kamu selalu bisa menjawabku Vionaah."


Davin memberi kesempatan Viona untuk mendapatkan puncaknya lebih dulu, lalu setelahnya dia menyemburkan lahar diluar liang sang kekasih, bahkan Davin yang nakal berulang kali menempalkan inti mereka diantara pelepasannya.


"Nakaaal, kan sampai jatuh ke lantai tuh," ucap Viona dan Davin tidak peduli.


Akhirnya Davin datang terlambat ke sekolah, sementara Viona hari ini memutuskan untuk tidak masuk kerja.


Dia, Dania dan Mutia akan melakukan fiting baju pengantin untuk Viona.


Sebuah gaun sederhana yang akan digunakan Viona untuk ijab kabulnya. Meski hanya pernikahan tanpa pesta, namun Viona tetap ingin tampil sebaik mungkin di hari yang paling bersejarah di dalam hidupnya.


Jam 10 pagi, Viona, Dania dan Mutia mendatangi butik ternama di kota ini. Ketiga orang ini disambut dengan hangat, bahkan mereka disediakan ruang khusus untuk memilih gaun pernikahan.

__ADS_1


Sampai akhirnya Viona menjatuhkan pilihannya pada gaun ini.



Mutia dan Dania bahkan sampai terpana saat melihatnya, diam-diam sudut mata Dania bahkan sampai meneteskan air mata.


Dia seperti melihat Vivian di dalam diri Viona. Terlihat begitu cantik di hari spesialnya.


Buru-buru Dania menghapus air mata, sebelum ada yang menyadari.


"Mama suka sekali kamu pakai gaun ini sayang," ucap Dania, dia bahkan mendekati sang anak dan menyentuh lengan Viona dengan sayang.


"Benar, mama juga sangat menyukainya," sambung Mutia.


Pilihan anaknya memang tidak main-main, sempurna.


"Kita tinggal minta Davin untuk mencoba bajunya," usul Dania.


"Davin gampang jeng, apalagi tubuh Davin proporsional, dah nggak usah dicoba-coba," balas Mutia dan Dania hanya terkekeh.


Sementara Viona tiba-tiba memeluk kedua wanita ini. Dua wanita yang kini akan menjadi ibunya, menggantikan Vivian untuk mendampingi dia di pernikahan nanti.

__ADS_1


Viona menangis dan Dania serta Mutia langsung memeluk sang anak dengan pelukan erat.


Dania dan Mutia sama-sama tahu, pasti Viona kini tengah teringat akan sang ibu.


__ADS_2