Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
Bab 24 Memangnya Kamu Sanggup


__ADS_3

Ilmu yang dipergunakan oleh Yin Suhua dalam pengobatan selama dua hari ini, sama sekali berbeda dari ilmu pengobatan yang pernah ada.


Selain penyakit Tetanus, patah tulang yang dialami lansia juga dapat diobati. Tak hanya itu, bahkan hidup Mo Junye yang tadinya sudah dipastikan tak bisa bertahan lebih dari satu tahun, setelah meminum pil yang Suhua berikan, denyut nadinya perlahan menunjukkan perubahan. Hal apa yang tidak bisa dilakukan oleh Selir Pangeran ini?


"Tentu saja bisa diobati. Aku tidak mungkin mencelakakan Bibi Zhou, dia tidak seperti orang-orang sombong dari pihak Selir Raja. Bibi Zhou adalah pelayan ibuku, jadi bagiku dia adalah orang terdekatku."


Oleh karena itu, Yin Suhua pasti akan berusaha keras untuk mengobati Bibi Zhou.


Sikap dan kegigihan Yin Suhua membuat Mo Junye semakin kagum padanya.


Mungkin pernikahan pembawa berkah ini adalah sesuatu yang baik.


"Pangeran, di sini adalah ruang istirahat para pembantu, jadi tempat ini tidak cocok untukmu. Mari kita bicarakan di luar."


Nada bicara dan ekspresi Yin Suhua saat berkata ini, sangat dingin dan tenang.


Sama sekali beda dari yang dulu di Kediaman Perdana Menteri. Karena, di sini dia tidak perlu mengandalkan Mo Junye untuk membantunya bersandiwara lagi, tidak harus berpura-pura mesra.


Mo Junye merasakan perubahan ini. Dia merasa Yin Suhua benar-benar seorang penipu, isi hati Suhua tidak mudah ditebak.


Sebelum pergi, Qi Boheng menoleh dan melihat ke dalam.


Dia masih sangat penasaran bagaimana akan menyembuhkan penyakit yang sekompleks. Walau dirinya juga seseorang yang belajar ilmu pengobatan, tapi dia tidak bisa menyembuhkan penyakit ini.


Sejak awal, Yin Suhua memang tidak ingin memberitahunya, maka dia pun tidak berkata banyak pada Qi Boheng.


Semua ini karena Qi Boheng sebelumnya meragukan ilmu pengobatan yang digunakan oleh Suhua. Jika Qi Boheng tidak meminta maaf kepadanya, maka Suhua juga tidak berencana untuk memaafkannya.


Sesampainya di sebuah paviliun di halaman belakang, Yin Suhua mengusulkan untuk beristirahat di tempat itu.


Lalu dia langsung mencari tempat dan duduk di sanatanpa merasa sungkan.


Qi Boheng pun terkejut dengan tingkah lakunya yang tidak sungkan itu.


Dia tidak pernah menemui wanita seperti Yin Suhua seumur hidupnya.


"Selir Pangeran, bolehkah aku meminta petunjukmu? Apakah kamu ada menggunakan obat ketika menyambungkan tulang Bibi Zhou yang patah tadi?"


Qi Boheng sangat penasaran tentang hal ini.


"Ya."


Jawaban Yin Suhua sangat singkat dan tidak menjelaskan apa-apa.


Bahkan Mo Junye di sampingnya pun merasa ingin tertawa. Sebenarnya, yang sedang ditanyakan oleh Qi Boheng adalah kandungan obat yang digunakan oleh Yin Suhua.

__ADS_1


Yin Suhua tampaknya sangat tidak menyukai Tuan Qi.


Mungkin hal ini berkaitan dengan obat yang dimakan sebelumnya dan Qi Boheng ingin tahu sekali obat apakah itu. Selama ini, dia tidak pernah sembarangan memakan obat tanpa persetujuan Tabib Senior Qi.


Namun, setelah dia memakan obatnya, khasiat obat itu memang bagus.


Qi Boheng tertawa canggung, "Sebenarnya, aku ingin menanyakan tentang bahan-bahan obat tersebut..."


"Isinya semua yang bermanfaat untuk pertumbuhan tulang. Sebagai dokter, kamu pasti tahu bahan apa yang digunakan, tapi kamu tidak tahu proporsinya. Ini resep pribadiku, jadi aku rasa tidak perlu membahasnya dengan Tuan Qi."


Dari nada bicaranya saja, jelas bahwa Yin Suhua masih marah karena sebelumnya Qi Boheng pernah meragukan ilmu medisnya.


Boheng pun menyadarinya dan menoleh ke arah Mo Junye.


Namun, Mo Junye bersikap seolah masalah ini tidak berkaitan dengannya, dia tahu bahwa istrinya sedang bermusuhan dengan orang lain. Sebagai suaminya, apakah dia akan membela orang lain daripada istrinya sendiri?


"Aku hanya khawatir, melihat kondisi bibi yang sudah sangat tua, apakah tubuhnya masih bisa menerima semua ini? Apalagi menggunakan obat-obatan yang masih belum jelas khasiatnya, belum tentu akan berhasil menyembuhkan patah tulangnya..."


Yin Suhua langsung berdiri, "Pangeran, temanilah Tuan Qi di sini. Barusan aku telah mengerahkan semua tenagaku, jadi aku pamit dulu."


Usai bicara, dia mengabaikan Boheng dan langsung pergi.


Melihat Yin Suhua yang pergi, Mo Junye pun diam-diam tersenyum puas dari belakang.


Para pengawal saling berpandang-pandangan. Semenjak Selir Pangeran di sana, Pangeran terlihat lebih gembira.


"Junye, apa kamu merasa hal ini lucu?"


"Apakah kamu tidak merasa bahwa istriku ini adalah seorang wanita yang menarik?"


Mata Junye terus tertuju ke arah perginya Yin Suhua.


Qi Boheng bertanya dengan ragu-ragu, "Kamu percaya dia bisa mengobati penyakitmu?"


"Memangnya kamu sanggup?" balas Junye singkat dan jelas.


Jika memang sudah tidak ada jalan lainnya, tidak ada salahnya untuk mencobanya.


Seperti apa yang dikatakan Yin Suhua saat di kereta kuda, tidak ada ruginya sekalipun mereka gagal. Paling-paling hanya mengurangi satu kali kesempatan untuk mencoba saja.


Boheng sudah sangat terbiasa dengan sifat Junye yang suka berterus terang. Apalagi yang dikatakannya jugalah sebuah fakta.


Kakek juga sudah pasrah dengan kondisi Junye.


Boheng sadar bahwa dirinya pun sama dengan kakek. Selama ini, yang bisa dilakukan hanyalah menghibur Junye.

__ADS_1


Sebenarnya, Junye lebih mengerti dari siapa pun tentang hal ini.


"Selir Pangeran, apakah Bibi Zhou bisa sembuh?" tanya Ming Rui cemas.


"Kakinya tidak masalah, tapi aku belum tahu kondisi tenggorokannya. Pita suaranya sepertinya terluka, jadi dengan akupuntur saja tidak cukup, harus minum obat juga. Semuanya juga tergantung pada tingkat keparahan luka pita suaranya."


Mingrui tidak mengerti istilah-istilah itu.


Pita suara?


"Selir Pangeran, apa kamu bisa mengobati penyakit bisu?"


"Aku tidak bisa mengobati penyakit yang bersifat bawaan, karena itu berkaitan dengan genetik atau kecacatan yang sudah ada sejak lahir. Jadi, untuk penyakit yang bukan bawaan, aku akan melihat kondisinya lagi. Seperti kasusnya Bibi Zhou, aku bisa mencobanya, tapi aku belum bisa memastikan apakah aku bisa menyembuhkannya."


Ming Rui semakin semangat, "Kalau Bibi Zhou bisa berbicara, dia pasti akan menceritakan apa yang terjadi saat itu kepada Selir Pangeran."


"Saat kamu menemukan Bibi Zhou, apakah kondisinya baik-baik saja?" tanya Yin Suhua penasaran.


"Ya. Saat itu, saya sedang ditindas oleh Nona Kedua. Kebetulan saya bertemu dengan Bibi Zhou yang bernasib sama dan selalu dipukuli. Beliau yang mencari saya dan bertanya apakah saya adalah pelayan Nona. Kemudian, beliau memberitahu saya tentang dirinya."


Yin Suhua menggangguk dan kembali bertanya, "Apa saja yang kamu ketahui tentang hal-hal yang telah terjadi di sana?"


"Bibi Zhou tidak pernah menceritakannya padaku. Dia hanya pernah bilang bahwa pelayan-pelayan yang melayani Nyonya yang lama. Banyak dari mereka yang sudah tidak bekerja, ada yang meninggal, ada juga yang telah dijual oleh Nyonya yang sekarang. Hanya Bibi Zhou yang masih ada di Kediaman ini."


Yin Suhua sangat memahami watak dan kepribadian Shen Yuhu. Semua hal itu pasti adalah perbuatan Shen Yuhu.


"Jagalah Bibi Zhou dengan baik untuk beberapa hari ini, jangan biarkan siapapun mendekati halaman itu. Pengawal yang di samping Pangeran seharusnya masih merasa berhutang budi padaku. Mereka pasti tidak akan menolak jika kamu meminta bantuan pada mereka."


Yin Suhua tidak ingin Bibi Zhou terluka lagi. Ketika dulu melayani ibunya, Bibi Zhou juga tidak pernah hidup enak. Apalagi saat ini, Bibi terluka demi dirinya. Yin Suhua semakin merasa sedih.


Selama hidupnya, Bibi Zhou telah banyak berkorban untuk Yin Suhua dan ibunya. Oleh karena itu, dia harus melakukan yang terbaik untuk Bibi Zhou.


Malam itu, Yin Suhua sedang melamun di kamarnya.


Dia sedang membayangkan ekspresi Bibi Zhou yang bersemangat saat melihat Yin Suhua setelah dirinya siuman.


"Ah...ah...ah..."


Lidahnya masih kaku.


Yin Suhu memberi aba-aba kepada Bibi Zhou untuk tidak perlu terburu-buru dan beristirahat saja agar cepat pulih. Biarkan Yin Suhua yang mengatasi masalah lainnya.


Dia mengerti bahwa Bibi Zhou pasti ingin cerita banyak kepadanya.


Yin Suhua sangat terkejut melihat Junye masuk ke kamar.

__ADS_1


"Pangeran, kenapa kamu ke sini lagi?"


__ADS_2