Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 40 - Janji Jangan Marah


__ADS_3

Jam 5 sore.


Dengan wajahnya yang ditekuk, Davin keluar dari dalam lift dan berjalan gontai menuju unit apartemen sang kekasih.


Pembicaraannya dengan Ghaisan siang tadi cukup membuatnya kepikiran, tentang dia, Viona dan hubungan mereka.


Menscan acces card di pintu dan terdengar bunyi klik!


Davin masuk dan langsung disambut oleh sang kekasih yang memakai lingerie tipis berwarna merah maroon.


Sangat seksi dan menggoda, tonjolan di dada itupun seolah ingin mengintip keluar.


Seketika kegundahannya hilang seketika, diganti dengan hasrat yang menggebu dan bibir yang tersenyum lebar. Seperti kucing yang melihat ikan goreng.


"Kamu yang terbaik," ucap Davin dan berjalan menghampiri, menarik pinggang Viona dan didekapnya erat.


"Dalam hal apa?"


"Membuat hatiku kembali baik."


"Memangnya hatimu sedang tidak baik?"


Davin mengangguk.


"Kenapa?"


"Bicarakan setelah ini."


Davin melempar tas nya asal, lalu menggendong Viona seperti bayi koala, pun Viona yang langsung melingkar kan kedua kakinya di pinggang sang kekasih.

__ADS_1


Dengan kedua tangannya yang merangkul kepala Davin, Viona membenamkan sebuah ciuman dalam di bibir tebal pria nya ini. Davin terus berjalan hingga mereka sampai di sofa ruang tengah, mereka pun duduk disana. Menikmati ciuman dalam yang membuat tubuh keduanya panas.


Viona mengambil inisiatif untuk mulai membuka baju yang kekasih, satu per satu kancing baju itu ia lepas dengan gaya nakalnya.


"Katakan, kenapa sayang merasa tidak baik? apa ada sesuatu yang terjadi di kantor?"


"Jangan bicarakan itu, aku lebih suka mendengar desahhanmu dari pada membahas itu."


"Aah Viin," lenguh Viona saat Davin mulai mengulum salah satu dadanya, sementara yang lain di rematnya kuat.


Viona bergerak diluar kendalinya, menggesek-gesek kan inti mereka yang masih berpenghalang.


"Ah Vin!" pekik Viona, tiba-tiba tubuhnya di hentakkan ke atas sofa, membuatnya berbaring dengan kedua kaki yang terbuka lebar.


Dengan senyum nakal, Davin pun membenamkan wajahnya dikedua kaki sang kekasih, mulai memainkan lidahnya di liang Viona yang mulai basah.


"Ahh ... ahh ... Uhg Vin," desaah Viona tak bisa ditahan.


Hingga entah dimenit keberapa, akhirnya mereka sampai di puncak yang sama, peluh membasahi tubuh keduanya, seperti habis berolah raga.


Menyisahkan deru nafas yang memburu dan bersahutan.


"Lama-lama aku bisa gila karena kamu sayang," ucap Davin dengan nafanya yang terengah.


"Kamu lebih membuatku gila sayang, kamu membuatku selalu ingat rasa ini bahkan disaat aku sendiri."


"Berarti kamu mesum."


"Memang," jawab Viona dengan percaya diri dan hanya mampu terkekeh mendengarnya.

__ADS_1


Davin melepaskan diri, membawa beberapa cairan hangat yang dia bawa keluar. Mengambil tissue diatas meja dan membersihkannya.


"Tidak usah pakai baju, sini duduk diatas pangkuanku," titah Davin.


"Sekarang katakan, ada apa?"


"Maafkan aku dulu."


"Katakan dulu ada apa."


"Janji dulu maafkan aku."


"Aku tidak akan memaafkanmu jika kamu selingkuh."


"Astaga, bukan itu, mana berani aku selingkuh."


"Lalu?"


"Janji dulu jangan marah."


"Baiklah, kalau bukan selingkuh aku masih bisa memaafkanmu."


Davin tak langsung menjawab, masih memberi jeda diantara mereka, dia menatap dalam kedua netra sang kekasih, lalu berkata ...


"Aku memberi tahu Ghaisan tentang kita."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bab tigaaa!!

__ADS_1


Mana vote nya, bunga nyaa 😗😗😗😗


__ADS_2