Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 68 - Makan Pisang


__ADS_3

Selesai mandi Davin dibuat terkejut saat melihat sang istri yang menangis di tepi ranjang. Sesenggukan sambil menunduk.


Secepat kilat Davin menghampiri dan langsung memeluk Viona erat.


"Mommy kenapa?" tanya Davin, tapi bukannya menjawab Davin malah menjauh.


"Daddy jahat."


"Jahat kenapa Mom? aku baru pulang bagaimana bisa aku menjahati kamu."


"Mana pisangnya? mommy kan pisang, kok Daddy nggak beli!


Aduh, lupaaaa! batin Davin, dia mengutuk kebodohannya sendiri di dalam hati.


Sebelum pulang, di parkiran sekolah tadi Viona menelponnya, mengatakan jika dia ingin makan pisang ambon. Kata Viona mulutnya terasa pahit dan ingin makan pisang itu.


Tapi sepanjang jalan yang Davin ingat hanya susu, dia jadi melupakan tentang pisang.


"Maaf sayang, aku lupa, kita pesan saja ya, pasti ada di supermarket bawah kan."


"Tapi akan aku maunya Daddy yang beli. Daddy jahat, Daddy nggak sayang lagi sama mommy."


Tangis Viona makin jadi, air mata itu benar-benar mengalir tanpa jeda.


Membuat Davin heran bukan main, benarkan hanya karena pisang Viona sampai sesedih itu?"


"Pisang ku aja gimna Mom? mau nggak?"


"Huweck!" Viona langsung mual membayangkan pisang suaminya.

__ADS_1


"Astaga, astaga, astaga sayangku!" kaget Davin, dia mengikuti langkah Viona yang menuju kamar mandi, namun belum sempat ikut masuk ke kamar mandi Viona lebih dulu menutup dan menguncinya.


"Sayang buka!" teriak Davin, dia hanya mampu mendengar istrinya muntah, tapi tidak bisa menolong.


Hatinya sedih sekali, bercampur marah atas kelakuan sang istri.


Maka tanpa pikir panjang Davin langsung mendobrak pintu kamar mandi, sekali tendang dengan kekuatan marah suami, pintu itu langsung tumbang.


"Astaga!" giliran Viona yang kaget. Bukan hanya pintu itu yang tumbang, tapi handuk suaminya juga copot.


"Daddy!" pekik Viona diantara mual yang mendera.


"Mommy kenapa? apa yang sakit? jangan membuatku bingung seperti ini.


Dengan tubuh polosnya Davin menghampiri sang istri, tadi Davin ingin marah, namun saat melihat wajah pucat istrinya, marah Davin menguap. Dia jadi sedih, bahkan sampai ikut menangis melihat sang istri.


Dan sungguh, Viona tak sanggup melihat suaminya menangis seperti itu.


"Iya habis ini daddy belikan, tapi daddy ganti baju dulu ya," pinta Davin dengan suaranya yang pelan, sangat pelan. Tidak ingin Viona kembali marah.


Dan dilihatnya Viona yang mengangguk.


Setelah berdamai di dalam kamar mandi, mereka keluar.


Menggunakan baju hitam dan celana pendek hitam, Davin turun ke lantai 3 gedung apartemen ini. Di lantai itu ada supermarket yang biasa digunakan pemilik apartemen untuk berbelanja.


Sementara Viona menunggu dengan wajahnya yang sendu.


Dia pun tidak tahu, kenapa rasanya sedih sekali jika tidak memakan pisang itu. Seolah di dunia ini yang bisa dia makan hanya pisang, dan sang suami malah melupakannya begitu saja.

__ADS_1


15 menit keluar dan Davin kembali dengan membawa banyak pisang. Viona menyambutnya dengan senyum yang merekah.


Mereka bahkan langsung ke meja makan dan Viona memakan pisang itu hingga habis beberapa buah.


Rasanya manis sekali.


"Terima kasih Daddy," ucap Viona yang hatinya kembali ceria.


"Mommy bener nggak mau makan pisang daddy lagi?"


"Mau kok, habis ini ya."


"Serius?"


"Iya."


"Sekarang aja Mom." Davin merengek, dari semalam dia tidak mendapatkan sentuhan sang istri dan dia sangat rindu.


"Tapi mommy masih mau makan pisang ini."


Davin menyeringai, dia langsung mendekati sang istri dan menanggalkan celananya sendiri. Tapi bukan memberikan pisangnya, Davin malah berjongkok lebih dulu dan membuka kedua kaki yang istri.


"Mommy makan saja pisang itu, daddy makan kue lapisnya dulu."


"Ah Daddyyhh."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hayo senin, vote nya mana vote nya mana 🤣🤣🤣💋

__ADS_1


setor sajen ya 🌹


__ADS_2