Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 72 - Godaan Jalaaang


__ADS_3

Setelah saling pandang berdua Davin dan Viona sama-sama tahu, jika di antara mereka masih ingin tetap tinggal di apartemen ini, belum ingin pulang ke rumah Gunawan ataupun Alteza.


Viona menganggukkan kepalanya kecil memberi isyarat agar sang suami yang bicara tentang keputusan mereka ini, dan menghentikan perdebatan antara Mutia dan Dania.


"Ehem!" Deheman Davin membuat perhatian Mutia dan Dania teralihkan ke arahnya.


"Maaf Mama Mama, tapi aku dan Viona masih ingin tinggal di apartemen ini. Aku masih sanggup menjaga Viona seorang diri, dan jika kalian ingin datang pun pintu akan selalu terbuka lebar," jelas Davin dan Viona menganggukkan kepalanya setuju, membenarkan ucapan suaminya itu.


"Benar?" tanya Mutia dan Dania serentak.


Davin dan Viona pun menganggukkan kepala dengan mantap.


Sebelum magrib, Mutia dan Dania pamit untuk pulang. Meninggalkan sepasang suami istri ini kembali berdua.


Sudah memiliki anak yang dikandung istrinya beban pikiran Davin jadi semakin bertambah. mulai terfikirkan ucapan Viona kemarin tentang dia yang harus menggantikan posisi sang istri di perusahaan Gunawan grup.


"Mommy?" panggil Davin.


"Hem."


"Lihat dulu ke arahku."


Viona yang sedang Menyiapkan makan malam untuk mereka pun menghentikan aktivitasnya, dia memutar badan dari pintu lemari pendingin dan menghadap sang suami.

__ADS_1


"Kenapa? Daddy mau bicara serius?"


Davin mengangguk.


"Besok aku temui papa Gunawan ya, aku akan mengatakan kepadanya tentang menggantikan mommy di perusahaan."


"Tidak perlu."


"Kenapa?"


"Karena Papa sudah mengatakan kepadaku tentang itu, kalau Daddy sudah siap langsung telpon papa saja, nanti langsung bertemu di perusahaan."


"Benar seperti itu?" Davin mulai merasa lega dan bahagia karena secepat itu beban di hati dan pikirannya hilang begitu saja.


Viona kembali berbalik dan menghadap lemari pendingin, saat itu juga Davin memeluknya dari belakang, meraba perut rata istrinya dengan sayang.


"Baby, Daddy sangat menyayangi kamu sayang," ucap Davin, seolah bicara dengan janin kecil di dalam perut Viona.


Dan Viona yang mendengar ucapan suaminya hanya terkekeh, dia tetap sibuk sendiri dengan aktivitasnya mengambil buah dan memindahkannya di dalam piring.


Apapun pergerakan yang dilakukan oleh Viona, Davin terus mengikuti seperti ulat bulu. Menempel dan memeluknya arah dari arah belakang.


Tapi Viona tidak terganggu sedikitpun, dia merasa senang saat suaminya berada di dekatnya seperti ini, menempel seperti ulat bulu.

__ADS_1


"Sayang makan dulu," ucap Viona, semua makanan sudah tersaji di atas meja tapi Davin masih saja memeluknya tidak ingin duduk sendiri di kursi.


"Ayo ku pangku, lalu kamu suapi aku," usul Davin dan Viona mengangguk.


Davin duduk disalah satu kursi dengan memangku Viona, dia juga memeluk erat pinggang sang istri agar tidak jatuh.


Sementara Viona menggerakkan kedua tangannya sibuk kesana kemari lalu menyuapi sang suami.


"Aa."


Davin membuka mulut.


Lalu mulut yang sedang mengunyah itu berhenti bergerak saat Viona menyesap ujung bibirnya, bahkan menjilat pelan seolah menggoda.


"Vionaaa, jangan mengujiku, kata dokter kita tidak boleh melakukannya terlalu sering dan siang tadi sudaaah!" kesal Davin.


Viona terkekeh.


"Apasih, orang aku cuma jilat sambel yang ketinggalan disini kok, bukan mau ngajak anu-anu," jawab Viona, dia bahkan menyentuh bibir Davin, mengusapnya lembut memberikan sensasi yang HAH!


Disaat Davin sudah berusaha keras menahan diri, tapi Viona malah terus menggodanya seperti ini.


Godaan Jalaang memang sangat mengerikan. Davin hanya terus berdoa, semoga 9 bulan kedepan dia masih bisa tahan.

__ADS_1


__ADS_2