Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 77 - Pulang Terlambat


__ADS_3

"Uh Vio," lenguh Davin, saat Viona terus mengulum senjatanya yang menegang. Viona bahkan sengaja memainkan lidah, memberi sensasi hangat dan basah sekaligus.


"Vio, jangan buat aku mengeluarkannya di mulutmu," ucap Davin diantara mulutnya yang mengeram nikmat.


"Kalau begitu keluarkan diluar," jawab Viona.


Menggunakan tangan kanannya Viona memainkan senjata sang suami, seperti mengocok botol kecap, hingga isinya tumpah.


Dan Davin berucap Arghh yang sangat panjang.


"Aku kotor Mommy, aku kotor," jelas Davin seolah dia baru saja berbuat dosa, sementara Viona hanya terkekeh, lalu membersihkan tubuh sang suami menggunakan tissue yang tersedia diatas meja ruang tengah itu.


Hari itu mereka tidak lagi bercinta, sudah membuat jadwal sehari cukup 1 kali saja.


Hari berlalu.


Hari ini Davin akan pergi ke perusahaan untuk menghadiri rapat bulanan.


Davin sudah diperkenalkan sebagai menantu di keluarga Gunawan dan memperistri Viona sejak hari pertama dia menginjakkan kaki di perusahaan itu.


Pesta yang dulu akan mereka gelar urung dilaksanakan karena Davin dan Viona sudah tidak menginginkannya. Bagi mereka yang penting menikah, bukan lagi pesta.

__ADS_1


Ya sudah, orang tua hanya bisa menurut.


Anton asisten Davin di Alteza Grup pun ikut pindah kesini mengikuti Tuannya.


Biasanya rapat diadakan pagi, tapi karena tiap pagi Davin mengurus istrinya dulu, jadi rapat diadakan siang. Saat Viona sudah tidur siang, Davin pergi ke kantor dan menghadiri rapat bulanan itu.


Davin memang sesuka hatinya dalam bekerja, namun dia bertanggung jawab penuh dengan semua pekerjaannya. Bukan hanya membanggakan Gunawan, namun Davin juga tidak mempermalukan Alteza malu.


Namun semua orang masih melihat Davin seperti Ghasian, sama-sama memiliki kemampuan dalam memimpin perusahaan.


3 jam rapat itu diadakan dan akhirnya selesai saat jam 5 sore.


"Kita langsung pulang," ucap Davin sambil terus berjalan menuju lift di di lantai itu, berniat turun ke lobby dan pulang.


"Baik Tuan," jawab Anton patuh, dia juga memerintahkan anak buahnya untuk mengeluarkan mobil dari basement ke depan pintu utama perusahaan ini.


Namun saat mereka tiba di lobby, ponsel Davin bergetar, takut Viona yang menghubungi dan ada hal penting, Davin pun buru-buru menjawabnya, sampai tidak melihat lebih dulu siapa yang menelpon.


"Mommy," panggil Davin.


Danu yang sedang menelpon dia pun langsung tergelak bersama Anjas.

__ADS_1


Tau tidak penting, Davin langsung mematikan sambungan telepon itu secara sepihak.


Sampai akhirnya ponsel itu kembali bergetar saat dia sudah duduk di dalam mobil.


"Apa sih!" jawab Davin ketus. Bersama dua sahabatnya ini mereka memang terlihat tidak akur, tapi percayalah mereka saling menyayangi.


"Jangan marah-marah, malam kami main ke apartemen mu?" tanya Danu.


"Mau ngapain? gak usah, ganggu."


"Astagaa!!" teriak Danu dan Anjas serentak, semenjak menikah Davin memang tidak pernah bisa berkumpul bersama mereka, terus bersama istrinya yang cantik dan seksi aduhai itu. Kalau tau wanita dewasa nya adalah ibu Viona, mereka juga mau menikahinya.


"Bodo lah, pokoknya nanti malam kami datang, jangan anu-anu terus, bukain pintu!" balas Danu.


Dan Davin mendengus kesal.


Panggilan itu terputus lalu Davin meminta Anton untuk menghentikan mobilnya di salah satu supermarket.


Membeli beberapa makanan ringan untuk Anjas dan Danu, juga buah-buahan untuk sang istri.


Sampai di rumah jam 6 sore, dia telat 1 jam dan langsung disambut dengan tatapan tajam.

__ADS_1


__ADS_2