Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
Bab 15 Perang Di Depan Pintu


__ADS_3

Hingga saat sudah berada di kereta, Yin Suhua masih dapat membayangkan bagaimana ekspresi wajah pengawal itu berubah ketika mendengar dirinya merendahkan Keluarga Perdana Menteri.


"Apa kamu merasa senang?" tanya Mo Junye.


Mo Junye juga menyadari bahwa sejak dirinya bertemu Yin Suhua, dia menjadi penasaran akan begitu banyak hal.


Suhua menjawab dengan tenang, "Karena setelah ini aku akan bertemu dengan orang yang tidak ingin kutemui. Nanti aku pun harus menunjukkan pada mereka bahwa orang yang selalu mereka remehkan kini menjalani hidup yang lebih baik daripada mereka. Aku merasa sedikit galau."


"Pamer?" Hanya kata-kata ini yang terlintas di pikiran Junye saat ini.


Yin Suhua tertawa, "Tidak, mereka tidak pantas."


Di dalam hatinya, sejak hari dia dinaikkan tandu untuk menikah atau sejak calon pengantin yang sesungguhnya bunuh diri dengan racun, bahkan sejak hari dia dilahirkan, dia bukan bagian dari keluarga ini."


Tidak lama, kereta kuda itu berhenti di depan Kediaman Perdana Menteri. Penjaga di depan pintu tampak terkejut.


Sebab, tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Semua mengira bahwa setelah upacara pernikahan dilaksanakan, Yin Suhua telah berjanji tidak lagi berhubungan dengan orang-orang di Kediaman Perdana Menteri. Tidak ada yang mengira dia akan kembali lagi.


Siapa sangka, kereta kuda Kediaman Raja Ning akan tiba-tiba muncul di sana.


Penjaga di depan segera masuk ke dalam untuk melapor.


Yin Houyan membawa beberapa orangnya berjalan keluar dengan tenang.


Dengan didampingi istrinya yang bernama Shen Yuhu, diikuti dengan Yin Tiande dan Yin Miaoxue di belakangnya.


Yin Suhua segera turun dari kereta kudanya dan Ming Rui membantunya. Suhua berjalan ke hadapan mereka.


"Bukankah ini adalah adik perempuanku yang telah melupakan jati dirinya setelah diangkat menjadi Selir Pangeran? Kenapa tiba-tiba hari ini pulang sendirian? Apakah kamu mengalami masalah selama hidup di Kediaman Raja Ning sehingga kamu datang untuk memohon ampun pada kami?" Perkataan yang keluar dari mulut Yin Tiande tetap seperti dulu, sangat tidak enak didengar.


Suhua sama sekali tidak menanggapinya, dia hanya mengganggap Yin Tiande sebagai orang gila.


Melihat wujud Suhua yang sekarang, Yin Miaoxue mengira bahwa hidup Suhua sangat menyedihkan, lalu dia pun menyindir Suhua, "Pada hari pernikahan, bukankah Kakak merasa sangat hebat? Bahkan menamparku dan kakak laki-lakiku. Waktu itu Kakak berani bertingkah sombong karena sudah punya Keluarga Raja Ning sebagai sandaran, lalu kenapa hari ini kembali ke sini sendirian?"


Suhua mendongak dengan wajah yang sangat tenang dan yakin, sama sekali tidak seperti Suhua yang dulu.


"Sudah sampai tahap ini, tapi masih saja tidak tahu kalau mulutmu adalah harimaumu?"


Yin Miaoxue baru ingin membalas, tapi dia langsung dicegah oleh Yin Houyan.


"Jadi, Suhua hari ini kembali secara khusus untuk mengatakan ini?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak. Tapi aku lihat Ayah dan Nyonya tampaknya kurang senang melihatku kembali ke sini."


Suhua yang sekarang jelas bukan lagi anak perempuan yang lemah dan tak berani berbicara di depan Yin Houyan.


Melihat perubahan Suhua yang sekarang, membuat Yin Houyan cukup kaget.


"Kamu bahkan berani mengatakan janji untuk putus hubungan dengan keluarga asalmu, benar-benar anak durhaka!" tegur Yin Houyan.


Yin Tiande dan Yin Miaoxue yang berada di samping, tampak puas melihat Suhua dimarahi ayahnya.


Setiap kali Yin Houyan berbicara seperti ini, itu pertanda dia akan segera menghukum Yin Suhua.


Selama bertahun-tahun, hal ini tidak pernah berubah.


Namun, kali ini Yin Suhua tidak merasa takut, malah dengan tenang membalas, "Bukankah Ayah sendiri yang tidak memedulikan martabatku dan mengirimku ke Kediaman Raja Ning? Tentu saja, dengan status sebagai putrimu, bagaimana aku dapat menolak permintaan Pangeran? Kalau tidak, coba Ayah pikirkan cara lain yang dapat memenuhi kepentingan Ayah agar aku bisa diterima di Kediaman Raja Ning dengan baik tanpa harus khawatir akan diusir dari sana."


Perkataan Yin Suhua yang penuh sindiran ini membuat Yin Houyan sangat geram.


Ketika dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi hendak menampar, Shen Yuhu yang di samping menghalanginya.


Bagaimanapun juga, mereka saat ini berada di depan Kediaman Perdana Menteri, tak baik jika ada yang melihat.


Sejak kecil dia bukan anak yang baik? Haha. Berani sekali Shen Yuhu berkata seperti itu tentang dirinya.


"Suhua, ayo minta maaf kepada ayahmu!" Shen Yuhu sengaja mengadu keduanya, itu adalah trik yang biasa digunakan.


Tetapi walaupun tidak ada yang mengadu, hubungan antara dia dengan Yin Houyan memang tidak pernah dekat.


"Minta maaf? Baiklah, aku akan menunggu dan melihat bagaimana kalian meminta maaf kepadaku," jawab Yin Suhua dengan santai.


Ming Rui sangat terkejut. Sebab, dia selalu merasa takut akan tempat ini.


Siapa yang menyangka seorang Selir Pangeran bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu?


"Apakah kamu tidak waras?"


Dari laporan kedua anaknya sebelum ini, Shen Yuhu juga merasa Yin Suhua telah berubah banyak.


"Bukankah orang yang tidak waras adalah Nyonya sendiri? Tak peduli bagaimana nasibku, aku tetaplah Selir Pangeran di Kediaman Raja Ning. Statusmu hanya seorang ibu tiri dan kamu memintaku untuk minta maaf di depan umum? Apakah kamu bermaksud untuk menentang Kerajaan Raja Ning?"


Kenangan pahit melintas di pikiran Suhua, membuatnya marah sekali sampai memunculkan niat untuk menghancurkan wanita di hadapannya.

__ADS_1


"Yin Suhua, jangan lupa. Sekalipun statusmu sekarang sebagai Selir Pangeran, tapi kalau kamu tidak mendapat dukungan dari keluarga asalmu, kamu bukan siapa-siapa!"


Shen Yuhu tahu bahwa kali ini Yin Suhua tidak akan mau mengalah.


"Keluarga asal? Seorang Ayah yang meninggalkan istrinya demi gundiknya dan seorang ibu tiri yang menggeser istri orang lain, apakah aku bisa berharap banyak? Wanita keji sepertimu berani sekali menyebut-nyebut keluarga asalku? Apa tidak takut kalau tindakanmu ini akan memalukan ibumu dan juga nama baik Keluarga Shen?"


Mo Junye yang mendengar dari dalam kereta malah merasa puas.


Selir Pangeran ini memang setipe dengan karakter Junye.


"Dasar gila! Selir Pangeran? Apakah kamu sungguh tidak tahu? Umur Pangeran dari Raja Ning tidak lebih dari setahun. Kamu kira kedudukanmu sebagai Selir Pangeran adalah sesuatu yang membanggakan? Nasibmu tidak akan terlalu baik, kamu pasti akan mati," ujar Shen Yuhu dengan kejam.


"Sepertinya kalian juga tidak berhak untuk menentukan nyawaku."


Begitu selesai bicara, kelambu jendela kereta kuda terbuka, lalu Mo Junye menampakkan wajahnya yang serius itu.


Semua orang tercengang ketika melihat kehadiran Mo Junye di Kediaman Perdana Menteri.


Shen Yuhu benar-benar sangat menyesal. Barusan dia mengutarakan isi hati yang sebenarnya karena terbawa emosi.


Kabarnya Mo Junye sejak kecil adalah anak yang paling disayang dan dimanja oleh Kaisar dan Raja Ning, sehingga sifatnya menjadi arogan dan semena-mena. Kata-katanya barusan kebetulan terdengar olehnya.


Wajah Yin Houyan langsung muram. Setelah menahan diri cukup lama, sekarang tidak ada yang bisa diucapkannya.


"Suamiku, barusan ada orang yang sengaja mengutukmu..."


Tanpa ragu-ragu Yin Suhua langsung berlari ke hadapan Mo Junye dengan satu tangannya merangkul lengan Junye.


Karena Suhua mendadak bersikap mesra, secara insting Junye pun ingin menolaknya.


Namun, saat teringat pada janji sebelumnya bahwa mereka akan saling menolong, ditambah barusan Yin Suhua telah diintimidasi oleh keluarganya, Junye terpaksa menahannya.


Yin Houyan sangat kaget melihat hubungan keduanya begitu mesra dan harmonis.


Lalu, dia berpikir kembali, hal ini mungkin karena waktu Pangeran tidak lama lagi sehingga Pangeran merasa berhutang budi kepada siapa pun yang menikah dengannya.


Kecantikan Yin Suhua di Kota Jing termasuk yang paling unggul dan tak tersaingi. Bagi orang yang hidupnya tak lama seperti Mo Junye, bagaimana mungkin dia tidak merasa puas jika dia bisa mendapatkan istri yang begitu menarik sebelum meninggal?


Sayang sekali perasaan puas ini karena Yin Suhua yang durhaka membuat janji untuk putus hubungan dengan Keluarga Perdana Menteri, hal ini membuatnya semakin merasa kesal.


"Tuan Perdana Menteri, hari ini aku menemani istriku kembali ke rumahnya. Tapi sepertinya kalian tidak begitu senang menyambut kedatanganku."

__ADS_1


__ADS_2