Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 56 - Aku Mau


__ADS_3

Kedua netra Viona berkaca-kaca, dia menatap lekat mata Davin yang terus menatapnya dalam.


Dari tatapannya saja Viona bisa melihat banyak cinta disana. Tanpa perlu pikir panjang, Viona langsung menganggukkan kepalanya,


"Iya, aku mau," balas Viona dengan malu-malu, wajahnya terasa panas, ia yakin kini kedua pipinya sudah merona.


"Mau apa? mau di anu?" tanya Davin, dia juga mengedipkan sebelah matanya genit.


Dan Viona langsung memukul pundaknya, "Iiih!" kesal Viona dengan nada manja, dan Davin suka sekali melihatnya. Dimatanya kini Viona seperti kucing yang menggemaskan.


"Mau apaa?" rengek Davin pula, dia ingin mendengar dengan jelas.


"Aku mau menikah denganmu."


Mendengar itu Davin tersenyum, lalu mencium tangan kanan Viona yang sudah terpasang cincin milik sang ibu.


"Percayalah padaku Vio, aku akan jadi suami yang baik untukmu. Dan saat kita memiliki anak nanti, aku juga akan jadi daddy yang baik."


Viona mleyooot, meleleh sampai tak bisa berkata apa-apa, hanya sedikit menunduk dan mencium bibir yang sedari tadi berkaca manis.

__ADS_1


Ternyata rasanya pun manis pula. Lumatann-lumataan kecil itu berubah menuntut saat Davin mulai membalasnya, apalagi saat kedua tangan nakal Davin kembali membuka baju kekasihnya hingga kedua gundukan itu keluar dan menggantung persis di depan dada. Dengan mulut yang masih berpaut, Davin pun mengelus-elus semangka itu hingga pucuknya menegang.


"Viin, jangan lagi nanti kita telat," ucap Viona saat Davin mulai turun, menciumi lehernya dan berakhir mengulum salah satu semangka, Viona mendesaah, terus diperlakukan hangat seperti ini membuatnya terbuai. Davin yang selalu memuja tubuhnya, membuat Viona semakin menggila.


"Viin," Viona coba mengingatkan, coba membuat kekasihnya sadar.


"Nanti malam sajah," ucap Viona lagi.


"Dimana? nanti malam belum tentu kita bertemu.


"Nanti malam kita menginap disini lagiih.


"Iyaah," jawab Viona dengan desah, karena meski mulut Davin bicara tapi kedua tangannya masih bergerak aktif di tubuhnya.


Namun selesai bersepakat, membuat Davin rela melepaskan tubuh seksii itu. Setelah membuat tanda merah di semangka yang menggantung, Davin bahkan kembali memasang penyangganya dan menutup bertanggung jawab.


Buat Viona bisa bernafas lega meski dibawah sana sudah basah.


"Ganti CD nya, pasti basah kan," ucap Davin.

__ADS_1


Dan Viona mendengus kesal, "Iihh."


Tawa kecil Davin menutup pembicaraan mereka pagi ini.


Davin tidak mengantarkan Viona ke kantor, karena Jo dan Ron sudah membawa mobil Viona ke apartemen ini.


"Ron, katakan pada mama nanti malam aku menginap lagi di apartamen," ucap Viona sebelum dia masuk ke dalam mobil, sementara Davin sudah lebih dulu pergi ke sekolah karena jaraknya lebih jauh, sementara Viona dekat sekali dengan kantornya.


"Baik Nona," jawab Ron patuh, namun Jo malah mengajukan sebuah pertanyaan,


"Kalau Nyonya tanya kenapa, kami harus jawab apa Nona?" tanya Jo dengan polosnya, buat Viona ingin sekali menjitak kepala Jo.


"Katakan saja kalian tidak tahu, begitu saja harus ditanya," jawab Viona dengan kesal.


Dan Jo tidak bisa berkata apa-apa lagi, selain mengangguk patuh.


Viona pergi sementara Jo dan Ron langsung mengikuti. Mereka berdua harus memastikan Viona aman sampai di kantor. Setelahnya mereka akan berjaga di rumah, kini Viona sudah tidak diawasi secara intensif, karena Nona mudanya ini tidak lagi membuat Gunawan cemas, apalagi semenjak ada Davin. Gunawan percaya bahwa Davin akan menjaga anaknya dengan baik.


Apalagi status Davin yang merupakan anak keluarga terhormat, Alteza.

__ADS_1


__ADS_2