Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 65 - Mommy dan Daddy


__ADS_3

Malam datang, tapi Viona benar-benar merasa kesulitan untuk jalan.


Akhirnya Davin turun menemui keluarganya yang baru untuk pamit makan malam di dalam kamar.


"Mana Viona?" tanya Gunawan saat melihat sang menantu yang turun ke lantai 1 sendiri, berulang kali dia melongok ke belakang Davin tapi tidak melihat sang anak, Viona.


"Biasa Pa, pengantin baru maunya di kamar terus," jawab Davin dengan slengean, Dania yang mendengar hanya geleng-geleng kepala dengan menahan tawa sementara Dinara pura-pura tidak mendengar dan sibuk dengan makanannya sendiri.


Hanya membayangkannya saja Dinara merasa geli sendiri, tentang malam pertama.


Dania kemudian menyiapkan dua piring makanan untuk dibawa Davin ke lantai dua.


"Ma, susunya 1 saja, untuk Viona saja," ucap Davin saat melihat Dania pun membuatkan dua gelas susu untuk anak dan menantunya.


Dania pikir Viona dan Davin pasti butuh banyak energi.


"Terima kasih Ma," ucap Davin saat semua makanannya sudah tersaji rapi di dalam nampan berukuran cukup besar, menampung 2 piring nasi, 1 piring irisan buah, 2 gelas susu. Di dalam Viona sudah tersedia air putih.


"Jangan kamu yang bawa, biar pelayan," ucap Dania dan Davin mengangguk.


Setelah Dania memerintahkan 1 pelayan untuk mengantar makanan ke atas Davin dan pelayan itu pun pergi.


Perhatian Gunawan lalu teralihkan pada anak keduanya yang dari tadi sibuk menunduk dan makan, seolah tidak peduli dengan kehadiran kakak iparnya.

__ADS_1


Tapi Dania paham jika sebenarnya nya Dinara bukan tidak peduli pada Davin, melainkan tidak peduli pada ucapan kakak iparnya itu, Dinara malu.


"Dinara, kamu kenapa diam saja, malah menunduk begitu?" tanya Gunawan, dengan gugup Dinara pun mengangkat wajahnya cepat dan membalas tatapan sama ayah.


"Ti-tidak apa-apa kok Pa," jawab Dinara gugup, dia akan sangat malu jika ayahnya tahu jika dia sedang membayangkan hal yang tidak-tidak.


"Dinara malu Pa, Davin bahas-bahas tentang pengantin baru," ucap Dania, tersenyum dan meledek sang anak. Dinara yang masih seusia Davin belum juga mengenal cinta.


Dan mendengar ucapan sang istri, Gunawan pun tersenyum, mulai paham.


"Kamu masih kecil, jangan menikah dulu," ucap Gunawan dan Dinara mengangguk mantap.


Di kamar atas, Davin dan Viona duduk di sofa kamar itu dan mulai makan malam.


Bahkan segelas susu hangat itupun langsung dia minum dan habis.


"Aku tidak menyangka, makanmu banyak juga," ucap Davin, dia pikir porsi makan Viona sedikit, tidak sebanyak yang dia lihat malam ini.


"Aku lapar, lagipula siapa suruh membuat tenaga ku habis."


"Masih mau tambah? ini makan punyaku," tawar Davin pula dan Viona menggeleng.


"Tidak usah sayang, cukup."

__ADS_1


"Sekarang aku tau kenapa dadamu besar, semua makanan itu tidak ada yang ke perut, langsung ke dada."


Viona mendengus dan memukul lengan suaminya pelan.


"Sayang tidak minum susu?" kini Viona yang bertanya, karena gelas susu hanya ada 1.


"Tidak."


"Kenapa?"


"Aku minum susu mu saja, langsung dari sumbernya."


"Ish!" lagi-lagi Viona memukul lengan suaminya.


Selesai makan malam bersama, Davin pula yang keluar untuk memanggil pelayan dan membereskan perlengkapan makan malam mereka.


Lalu kembali masuk dan menggendong sang istri untuk duduk bersandar di atas ranjang.


"Sekarang tentukan, apa panggilan kita? kamu hanya boleh memanggil namaku saat kita sedang bercinta saja," ucap Davin.


Dan Viona nampak berpikir.


"Mommy dan Daddy," cetus Viona dan Davin mengulum senyum.

__ADS_1


"Oke."


__ADS_2