Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
Bab 17 Bibi Zhou


__ADS_3

Mata Yin Suhua bersinar, hampir tidak bisa menahan rasa bahagianya.


Yin Houyan sedikit bingung melihat tingkah mereka. Apa lagi yang sedang mereka rencanakan?


Mo Junye malah sangat tenang. Dari awal dia tahu jelas apa manfaat dirinya, yaitu menjadi pajangan. Dirinya duduk di sana hanya untuk meninggikan martabat Yin Suhua.


Asalkan ada dirinya, orang-orang Kediaman Perdana Menteri tidak akan berani berbuat macam-macam pada Yin Suhua.


Hatinya semakin iba setelah mendengar Yin Suhua ingin merebut kembali barang milik ibunya.


"Sejak aku masih kecil Ayah tidak begitu pandai mengungkapkan perasaanya dan tidak pernah memperlihatkanku kasih sayang orang tua. Berbeda denganku, kakak dan adik diperbolehkan keluar masuk ruang baca dan ruang pentingnya Ayah. Aku tidak pernah menghadiri pesta di luar, tapi aku memaklumi hal ini. Para tuan putri lain pasti akan hadir dan didampingi ibu mereka masing-masing, mereka juga akan memakai busana yang dibuat sendiri oleh ibu mereka. Ayah berbuat seperti itu, pasti karena khawatir aku akan merasa malu saat bertemu mereka."


Yin Suhua sangat senang saat melontarkan ucapan setajam silet ini.


Kepala Yin Houyan nyaris meledak. Dia tetap tidak bisa marah karena keberadaan Mo Junye.


Ekspresi Shen Yuhu juga masam seakan-akan ibunya meninggal.


Yin Suhua hening sejenak dan mengamati ekspresi keresahan mereka. Hatinya terasa gembira.


Dia mengalihkan pembicaraan, "Tapi, aku percaya mahar pernikahan ibuku masih Ayah simpan dengan sangat baik. Ucapan-ucapan di masa lalu itu pasti terucap karena Ayah teringat dengan ibuku saat melihat wajahku. Ayah tidak memperbolehkanku menyentuh barang-barang itu karena takut aku akan semakin sedih. Tapi, kini aku sudah dewasa, bahkan sudah menikah, sudah seharusnya aku mulai belajar untuk menghadapinya."


Setelah mendengar perkataannya itu, Yin Houyan benar-benar ingin memukulnya sampai mati.


Yin Miaoxue benar-benar berharap Yin Suhua tidak bisa mengambil semua barang itu.


Barang-barang itu sudah berada di tangan mereka, hak kepemilikan tentu saja ikut berubah.


Namun, melihat kondisi sekarang, itu semua tidak mungkin terjadi.


Belum lagi Yin Houyan menjawab, Yin Suhua kembali melanjutkan omongannya, "Selain itu, selama ini aku sangat jarang mengajukan permintaan pada Ayah. Hanya pada kepulangan hari ini aku memberanikan diri, Ayah tidak merasa kesal, 'kan?"


Yin Houyan sama sekali tidak ingin melanjutkan pembicaraan lagi, tapi mau tidak mau dia tetap harus menanggapinya.


"Tentu saja tidak."


Dia mengatakannya dengan penuh keengganan dan Yin Suhua tidak peduli akan hal itu.


"Ming Rui akan kubawa pergi, tapi aku masih kekurangan seorang bibi yang serba bisa. Bibi Zhou yang ikut datang menjadi pelayan saat pernikahan ibu tampaknya sedang senggang, bagaimana kalau dia saja yang ikut pergi denganku?"


Wajah Shen Yuhu sontak mengkerut saat mengungkit Bibi Zhou.


"Tidak bisa."


Tidak menunggu tanggapan dari Yin Houyan lagi, Shen Yuhu langsung menolak.

__ADS_1


Reaksinya itu menarik perhatian Mo Junye yang sedari tadi hanya mengamati dari samping.


Bibi Zhou ini sebenarnya orang yang seperti apa?


Menyadari reaksinya tadi sedikit berlebihan, Shen Yuhu segera menjelaskan, "Dia sudah tua. Aku rasa dia juga tidak akan terbiasa dengan kehidupan dan peraturan di Kediaman Raja Ning. Apalagi dia sudah lama tidak mengurusi kediaman. Dia sudah mulai pikun, membawanya ke sana hanya akan membuat malu saja."


"Maksud Nyonya, ibuku waktu itu salah memilih orang?"


Shen Yuhu mulai merasa bahwa Yin Suhua sebelumnya hanya berpura-pura punya nyali yang kecil. Mungkin saja sekarang menjadi lebih berani karena adanya Mo Junye.


Intinya, dia sekarang harus bisa menghindar dari perkara ini.


"Tentu saja tidak. Aku berbuat begini demi kebaikanmu. Kalau kamu menginginkan bawahan yang hebat, aku akan bantu mencarikannya untukmu."


"Lalu kenapa tidak kamu lakukan sebelumnya? Memangnya sikapmu sekarang mau diperlihatkan untuk siapa? Kamu pikir aku akan terharu?"


Yin Suhua sama sekali tidak berbelas kasihan padanya.


Kalau dulu, dirinya pasti sudah dipukul. Ditindas oleh Yin Tiande dan Yin Miaoxue saja sudah cukup membuatnya menderita.


Sekarang keadaan sudah berubah. Mereka bukan hanya tidak berani memukul, bahkan Shen Yuhu pun tidak berani marah.


"Sudahlah, kita ini sekeluarga. Untuk apa berbicara seperti ini." Yin Houyan terpaksa membuka suara untuk mencairkan suasana.


Mo Junye masih tetap diam tak berkutik, memberikan kesan bahwa dia tidak ingin ikut campur.


Asalkan ada Mo Junye, orang-orang Kediaman Perdana Menteri tidak akan berani semena-mena pada Yin Suhua.


"Sekeluarga? Ucapan Ayah ini sungguh membuatku terharu."


Yin Suhua menyindirnya dengan tajam dan tidak ingin melanjutkan sindirannya lagi.


Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak perlu dipermasalahkan lebih lanjut.


Semuanya adalah orang cerdik. Berbicara panjang lebar seperti ini hanya buang-buang waktu saja.


Tatapan mata Yin Houyan berubah. Putrinya yang satu ini sudah terasa asing baginya.


Yin Suhua segera bangun dan berkata kepada Yin Houyan, "Ayah, aku tetap ingin membawa Bibi Zhou pergi. Tidak masalah, 'kan?"


Yin Houyan merenung sejenak, kemudian memandang ke arah Shen Yuhu.


Shen Yuhu merasa serba salah, dia paham betul maksud tatapan itu.


"Suhua, bukannya kami tidak setuju, hanya saja benar-benar ada sedikit masalah."

__ADS_1


"Masalah apa?" Yin Suhua ingin mendengar lebih lanjut penjelasan darinya.


Ming Rui sontak memotong pembicaraan, "Bibi Zhou sekarang jadi bisu, salah satu kakinya juga jadi cacat."


Air mata Ming Rui mengalir setelah mengatakannya.


Mendengarnya, raut wajah Yin Suhua berubah seketika.


Ming Rui tidak pernah mengatakan semua hal ini padanya. Kelihatannya ini juga ulah mereka.


Tatapan matanya mengandung amarah yang membara. Shen Yuhu berusaha menghindari tatapan itu.


Sedangkan Yin Houyan sepertinya benar-benar tidak mengetahui hal ini. Dia tidak pernah peduli pada masalah seperti ini.


"Ming Rui, bawalah aku ke sana," perintah Yin Suhua tanpa ragu.


Karena tadi dirinya sudah menemukan menemukan Bibi Zhou lebih dulu, jadi tidak boleh membiarkan mereka duluan melakukan sesuatu.


Mo Junye pun langsung berdiri dan melihat mereka.


"Tidak peduli siapa itu. Jika dia memang adalah pelayan yang dibawa ibu mertua ketika menikah, maka dia seharusnya dibawa pulang oleh kami."


Ucapannya itu tidak bisa dibantah lagi.


Seenggan apa pun Yin Houyan, mau tidak mau, dia tetap harus menyetujuinya.


Mereka berjalan di depan. Yin Houyan berjalan bersama ketiga orang yang berekspresi murung di belakang.


Setelah melewati bangunan-bangunan, mereka mendengar suara makian dari kejauhan.


"Dasar tidak tahu malu. Kalaupun putri majikanmu itu sudah jadi selir pangeran, dia tidak akan ingat denganmu. Jadi rajin-rajinlah membersihkan semua kotoran ini."


Bicaranya sangat kasar. Mirip dengan nada bicara Yin Miaoxue.


Yin Suhua bergegas mendekat dan melihat ke depan.


Di pojokan yang terpencil, beberapa pelayan sedang mengerumuni seorang wanita tua berbaju compang-camping. Mereka sedang memukul dan memakinya.


Wanita tua itu terbaring di tanah, sama sekali tidak berani bergerak. Di sampingnya ada ember terguling dan isi dalamnya sudah tumpah keluar.


Saat angin meniup kemari, bau menyengat menghampiri mereka. Mereka langsung tahu bau apa itu.


"Dasar brengsek! Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" teriak Shen Yuhu sekaligus menyatakan kehadirannya.


Sontak para pelayan terkejut mendengarnya. Mereka melihat ke arah sumber suara dan segera berlutut di atas tanah.

__ADS_1


Wanita tua yang terbaring di atas tanah itu berusaha membalikkan badannya. Matanya langsung berkaca-kaca saat menyadari sosok Yin Suhua yang berada di antara orang-orang itu.


__ADS_2