Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 91 - Benci Pekerjaan Ini


__ADS_3

"Dadhh, geli," rengek Viona saat Davin terus bermain diatas tubuhnya.


Setelah membaringkan Viona di atas ranjang Davin kembali mencumbuui sang istri. Tidak langsung melakukan penyatuan, Davin terus menggoda Viona dengan menggesek-gesekkan milik mereka, lalu kembali menyusu dengan mode pelan hingga Viona terus menggeliat merasa geli dan nikmat sekaligus.


"Daddy menyiksaku," ucap Viona, terdengar seperti merengek di telinga Davin. Viona sungguh ingin sang suami segera memasuki liang kenikmatannya, namun Davin malah terus menggasak, belum mau melesak masuk.


"Sabar Mom, daddy rindu sekali pada Mommy, daddy ingin menyusu dulu seperti ini."


Lagi-lagi Viona menggeliat, saat Senjata suaminya menggasak tepat dititik sensitifnya, senjata yang mengeras namun lembut itu memberikannya getaran yang tak biasa, jika lama-lama seperti ini pun bisa-bisa Viona kembali mendapatkan pelepasannya.


"Dadhh, masuki Mommy," rengek Viona. Davin menyeringai, suka sekali jika Viona merengek seperti ini. Seolah memuja kejantanannya dan ingin segera menikmati.


"Baiklah Mom, siap-siap ya."


Dan selesai mengucapkan itu, Davin langsung menenggelamkan senjatanya dengan sempurna. membuat Viona menganga merasakan nikmat tak terkira.


Davin bergerak maju mundur hingga membuat Viona semakin gila. Suara desahaanya tidak bisa ditahan, menggelegar sampai terdengar hingga seisi apartemen.


Menyambut kedatangan dua penjaganya yang sudah mulai bersiap untuk menjalankan hukuman.

__ADS_1


Jam setengah 4 sore Jo dan Ron datang ke apartemen ini dan langsung disambut oleh ******* sang Nyonya muda.


Bulu kuduk Jo dan Ron bahkan langsung berdiri ketika mendengar ******* itu.


"Astaga, itu suara apa Ron?" tanya Jo, dia bahkan langsung memeluk lengan Ron dengan kuat. Merasa takut dan merinding sekaligus. Terdengar jelas suara ah ah ah yang teratur.


"Sepertinya kita salah jam datang, harusnya agak sorean lagi," ucap Ron yang memahami situasi, jika tadi pasangan suami istri itu adu mulut mereka kini mereka saling adu inti.


Hiii, membayangkannya saja sudah berhasil membuat Ron bergidik.


"Tapi suara apa itu, apa Nyonya Vio mendesah?"


Ah ah Dad! uh !


suara-suara itu makin jelas didengar oleh Jo dan Ron.


"Ah sialan! ayo kita pergi!" ajak Jo, namun langkah kakinya yang hendak keluar langsung ditahan oleh Ron.


"Jangan buat Nyonya Viona kembali kecewa pada kita, lebih baik sekarang kita segera selesaikan tugas ini dan pergi jadi saat mereka keluar nanti apartemen sudah rapi."

__ADS_1


"Enak sekali hidup mereka."


Ought Dadhhh


"Salah siapa mengirimkan foto itu pada Tuan Davin!"


"Ih suara itu benar-benar mengganggu ku!" kesal Jo.


"Tutup telingamu, lagipula kita bekerja menggunakan tangan, bukan telinga."


Jo pasrah, bahkan dia harus rela pula mendengar suara Davin yang mengeram nikmat.


Sampai di dapur Jo dan Ron dibuat terperangah saat melihat meja makan yang berantakan, nampak jelas jika disatu sisi meja itu sempat tuan dan nyonya nya gunakan untuk bercinta.


"Aku benci pekerjaan ku ini," keluh Jo, dia semakin kesal saat anak buahnya di dalam celana mulai membesar, tidak bisa diajak kompromi.


Sementara dua orang yang berada di dalam kamar tidak peduli pada apapun, terus berpacu mencari kenikmatan bersama.


Sampai akhirnya gelombang itu menerpa mereka berdua, Davin dan Viona sama-sama mendesah panjang, semakin menekan inti mereka hingga tenggelam dan menempel sempurna.

__ADS_1


Ah! desah keduanya.


__ADS_2