Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 62 - Bukan Kucing tapi Istri


__ADS_3

Diantara langkahnya yang pelan-pelan menuruni anak tangga, tatapan Viona tertuju kearah sepasang mata yang juga menatapnya lekat.


Davin di bawah sana terlihat begitu tampan dan menunggu kedatangannya. Hati Viona berdebar, tanpa disadari olehnya keringat dingin pun sudah muncul di kedua telapak tangan.


Untunglah Viona tidak jalan sendiri, dia didampingi oleh sang adik, Dinara.


Sampai akhirnya, Viona sampai di meja ijab kabul dan duduk tepat di sebelah Davin.


Semua mata dibuat terpana saat melihat sepasang pengantin itu, mereka begitu serasi seolah tak ada lagi jarak usia yang yang membentang.


Davin bahkan masih menoleh ke kiri, terus menatap wajah kekasih yang sedikit menunduk.


Viona sangat cantik hari ini, membuatnya ingin tersenyum terus.


"Ehem!" Gunawan berdehem, menyadarkan Davin dari mengagumi kecantikan sang anak. Gunawan duduk dihadapan mereka berdua, karena Gunawan sendirilah yang akan menikahkan anaknya, sementara pak penghulu mendampingi.


2 kali Gunawan dan Davin sama-sama belajar mengucapkan ijab kabul itu sampai akhirnya ijab kabul yang sesungguhnya diucapkan.


Sampai akhirnya bergema suara SAH dan Alhamdulilah.

__ADS_1


Viona berkedip dan ada air mata yang langsung jatuh, entah kenapa tiba-tiba dia kembali teringat akan sang ibu. Membuatnya menangis bercampur rasa bahagia dan syukur yang dia rasa.


Sebelum Davin memeluk istrinya, Gunawan lebih dulu memeluk sang anak.


"Selamat sayang, kamu cantik sekali hari ini, seperti mama mu," ucap Gunawan, dia pun teringat akan istri pertama yang telah tiada.


"Ehem!" Davin berdehem, ingin mengingatkan Gunawan bahwa saat ini giliran dia yang memeluk sang istri.


Keluarga yang lain terkekeh, lain hal nya dengan Gunawan yang menatap tajam sang menantu. Kini Gunawan baru merasa, jika Davin sudah mengambil Viona darinya.


Kini Viona sudah menjadi seorang istri, sepenuhnya mematuhi Davin dibanding dirinya.


Setelah Gunawan menyingkir, kini Davin bisa menatap wajah sang istri dengan lekat, air mata yang mengalir di wajah sang istri tak sedikit pun mengurangi kecantikannya. Davin bahkan bergerak otomatis untuk menghapus air mata itu dan mengecup kening sang istri.


Dan gantian Davin yang tersenyum lebar saat Viona mengambil tangan kanannya dan dicium takzim.


Aah! semua orang meleleh melihat pemandangan romantis itu.


Sah menjadi suami dan istri, Davin langsung memeluk istrinya erat.

__ADS_1


Selesai ijab kabul, kini kedua keluarga itu menikmati hidangan yang sudah tersaji. Sementara kedua pengantinnya sudah kabur naik ke lantai 2 dan menuju kamar Viona.


Mengunci pintu itu rapat-rapat, bahkan membuat tulisan di depan pintu Jangan di Ganggu!


Sampai di dalam kamar, Davin langsung menyesap bibir sang istri dengan serangan membabi buta. Dengan kedua tangannya yang sibuk melepas tuxedo.


"Ah Vin, pelan-pelan."


Mendengar Viona masih memanggil namanya, membuat Davin menyeringai. Dia melepaskan ciuman nya dan menatap Viona seolah ingin menerkam mangsa.


"Kamu memanggilku apa? Davin?"


"Jangan menatapku seperti itu, aku jadi ingin buka baju," jawab Viona, membuat Davin kehabisan kata-kata. Dia tidak jadi marah, malah semakin menggila ingin menerkam.


"Kucing nakal."


"Aku bukan kucing lagi, tapi istri."


Ah! Davin tak bisa berkata-kata.

__ADS_1


Tanpa banyak tanya lagi, Davin kembali menyesap bibir merah itu, melumaatnya atas dan bawah hingga basah.


Hingga akhirnya mereka terpojok di meja rias Viona, sebagian makeup itu jatuh hingga berdenting di lantai, namun keduanya tak ada yang peduli.


__ADS_2