Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 123 - Istri Yang Patuh


__ADS_3

"Mommy bangun," ucap Davin, dia juga menggoyangkan bahu sang istri agar Viona cepat sadar dari tidurnya.


"Eught," erang Viona, matanya terpejam tapi dia menggeliat malas bangun.


"Bangun dulu Mom, makan, habis makan tidur lagi tidak apa-apa," ucap Davin lagi.


Tapi Viona sungguh enggan membuka mata, rasanya malas dan lesu sekali. Meski dia sudah tersadar namun masih malas bangun.


"Mom makan dulu."


"Nanti aja Dad, mommy belum mau bangun."


"Tapi makan dulu."


"Emm, tidak mau," rengek Viona.


"Nanti Asi mu berkurang Mom."


"Kalau daddy tidak minum juga ini sudah pas untuk baby Dion."


"Tapi kan daddy juga mau."


Viona semakin memejamkan mata, bahkan menarik selimut hingga sampai di lehernya. Takut tiba-tiba Davin menyelinap masuk ke dalam selimut dan menggerayangi tubuhnya yang hanya menggunakan lingerie tipis.


"Mom, bangun."


"Tidak mau."


"Jangan buat daddy membangunkan mommy dengan cara lain."

__ADS_1


"Cara apa?"


"Cara nganu."


"Daddy!!" kesal Viona, terpaksa dia membuka mata, meski dengan bibir yang cemberut.


Sementara Davin hanya tersenyum, lalu membantu istrinya untuk bangun dan duduk.


Davin meletakkan piring yang dia bawa di pangkuan istrinya. Tempat dibawah dada Viona yang menggantung sempurna. terlihat menggoda sekali.


"Mom?"


"Apa!" sahut Viona ketus.


"Teman-teman daddy sudah pulang."


"Hem."


"Iya, tapi makan siang pulang."


"Besok ada pertemuan klien, sore mungkin pulang nya."


Viona mencebik.


"Nanti di kantor kita video call," bujuk Davin, dia bahkan kembali mengambil piring itu dan menyuapi sang istri untuk makan.


"Bener ya video call?"


"Iya, pas ketemu klien video call juga boleh, nanti Anton yang akan memegang ponselnya," bujuk Davin lagi dan berhasil membuat Viona kembali tersenyum.

__ADS_1


"Dad?"


"Apa?" tanya Davin, dia menghapus nasi yang menempel di sudut bibir istrinya.


"Daddy risih ya mommy jadi manja gini?"


"Tidak, lebih baik mommy manja sama Daddy, daripada manja sama suami orang."


Plak! Viona langsung memukul lengan suaminya dan Davin terkekeh.


"Kadang daddy memang capek, tapi kalau mommy tidak manja daddy juga jadi rindu." jelas Davin kemudian. Dia bicara jujur, ada kalanya dia memang kualahan menuruti semua keinginan Viona, namun terkadang dia pun merindukan tiap omelan istrinya itu. Seperti sebuah kebiasaan yang tidak bisa dia tinggalkan.


"Semoga saja daddy tidak bosan."


"Jangan bicara seperti itu, kita menikah bukan untuk bosan-bosanan, tapi untuk tetap bersama sampai maut memisahkan."


Viona mencebik, ucapan suaminya terdengar terlalu manis.


Mereka terus berbincang, membicarakan banyak hal hingga akhirnya nasi di piring Viona habis.


Saat itu waktu sudah menunjukkan jam setengah 3 sore. Davin tidak mengizinkan Viona untuk kembali tidur. Dia mengajak istrinya itu untuk menghirup udara dari balkon di kamar.


Davin memeluk erat istrinya dari belakang. Viona yang hanya menggunakan lingerie pun merasa hangat. Tidak terpengaruh dengan banyaknya angin yang menerpa tubuhnya.


"Setelah baby D berusia 6 bulan kita gunakan baby sitter ya?" pinta Davin, berbicara tepat di telinga sang istri hingga Viona meremang.


"Iya Dad," balas Viona patuh. Dia sangat tahu jika suaminya pun menginginkan waktu yang berkualitas untuk mereka berdua, tanpa mengurangi kasih sayangnya pada baby Dion.


Dan mendengar Viona yang patuh seperti ini Davin sangat senang, dia lantas membalik tubuh Viona dan menjatuhkan sebuah ciuman dalam diatas bibir merah merekah sang istri.

__ADS_1


Tanpa sadar jika dibawah sana Jo dan Ron melihat.


"Astaga!!" pekik Jo dan Ron tak habis pikir, buru-buru mereka masuk ke dalam pos satpam.


__ADS_2