Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 106 - Sore Pertama


__ADS_3

Dan Gaisan membeku menatap tubuh polos istrinya yang sudah basah terkena siraman air. dia belum menyentuh sedikitpun tubuh Dinara, tapi terlihat jelas pucuk dada istrinya yang mulai menegang.


sungguh Gaisan ingin segera menyantapnya melumaatnya juga mengulum dengan kasar, tapi dia harus sabar. jangan sampai dia membuat Nara kabur karena merasa takut.


sementara Dinara merasakan tubuhnya yang bergetar hebat ketika melihat sang suami yang menatap lekat menelisik tiap lekuk tubuhnya.


dan berhenti menatap di intinya nya yang dia jepit dengan kedua kaki.


"Abang," ucap Dinara dengan suaranya yang bergetar.


dan Ghaisan langsung mengikis jarak, menarik pinggang Nara hingga menempel pada tubuhnya.


tanpa banyak kata dia langsung menyatukan bibir mereka dengan tangan yang menjalar kemana-mana, salah satunya naik dan berputar-putar di kedua dada itu, terasa lebih licin karena bantuan air.


Uh, Nara melenguh.


belum apa-apa tubuhnya sudah terasa panas bahkan guyuran air ini tidak mampu mendinginkan nya.


apalagi saat Gaisan mulai menurunkan tangannya itu sampai di lembah yang dia punya, lalu menyalip 1 jari dan masuk.

__ADS_1


Ah, ucap Dinara lagi lolos begitu saja.


dan hanya menggunakan tangan dan mulutnya akhirnya Gaisan berhasil membawa Dinara melayang merasakan puncak kenikmatan yang pertama kali.


tidak mungkin melakukan penyatuan di sini akhirnya Gaisan memutar kran shower hingga mati lalu menggendong tubuh Dinara yang basah untuk keluar dari kotak bening itu. menyambar handuk begitu saja dan membawa sang istri untuk menuju ranjang.


Dinara malu sungguh malu tapi dia pun ingin merasakan yang lebih dari ini.


lantas ia pasrah saat ghaisan mengeringkan tubuhnya, tidak ada kata-kata yang terucap di antara mereka yang ada hanyalah pergulatan badan. Ghaisan yang terus mencoba masuk ke lembah itu hingga akhirnya tenggelam sempurna.


Ah, lagi-lagi Dinara mendesah nikmat sementara gak bisa menikmati sensasi hangat yang tak terkira. dia pun melenguh merasakan nikmat surga dunia.


Hingga suara ah mereka saling bersahutan.


sampai akhirnya sama-sama ambruk ketika waktu sudah menunjukkan jam 8 malam.


*


*

__ADS_1


"Gila si Gaisan udah jam segini masih nggak keluar keluar kamar," ucap Davin saat mereka semua telah berkumpul di meja makan, bahkan makan malam Mereka pun sudah selesai.


Ada dia, Viona, Gunawan dan Dania.


sementara Baby Dion sedang dipegang pengasuhnya.


"Tidak usah ngomongin orang, kamu dulu seperti apa? masih ada keluarga main kabur saja ke kamar." Gunawan yang menjawab, sejak ada Gaisan yang menjadi menantunya kini Davin sudah seperti musuh baginya.


Davin terus membuat istrinya Gunawan mengasuh baby Dion sementara Davin menghabiskan waktu bersama Viona, kurang ajar sekali.


"Sudah-sudah kalian ini berdebat terus!" Dania menengahi sementara Viona tidak peduli dia harus makan yang banyak agar produksi ASI nya semakin bertambah, Karena gini dia sedang menyusui bayi kembar.


selesai makan malam Davin diperintahkan Gunawan untuk mengetuk kamar Gaisan dan Dinara, meminta pada saudaranya itu untuk makan malam dulu.


sebuah perintah yang sudah seperti hukuman berat.


dengan kesal Davin mengetuk pintu kamar pengantin baru itu.


Tak lama kemudian Ghaisan membukanya dengan bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana pendek kolor.

__ADS_1


"Astaga!! Makan sana!!!"


__ADS_2