
Saat mendengar panggilan Yin Suhua, ekspresi canggung di wajah Selir Raja langsung terlihat.
Liu Linlang yang tadinya masih mengadu lebih terkejut.
Apakah orang ini adalah istri Kak Junye yang upayanya untuk membuat kondisi Kak Junye membaik?
Selir Raja segera berkata, "Nak, kenapa datang sepagi ini? Tiga hari awal pernikahan tidak perlu seformal itu."
Yin Suhua perlahan berdiri tegak. Dia masih tersenyum, "Aku tidak berani. Kalau tidak, nanti pasti akan digunjingkan orang-orang, bahkan akan dikatai kurang ajar."
Selir Raja mengerti dia sedang membalas sindiran Bibi Du hari ini.
Dia menutupi mulutnya menggunakan lengan baju, lalu tersenyum.
"Bagaimana mungkin? Kamu tidak perlu sesopan itu, panggil saja aku Ibu."
"Seharusnya memang begitu, tapi Suhua tidak berani."
Yin Suhua berkata dengan nada bicara yang tenang.
Selir Raja mulai menyadari menantunya ini bukan hanya sangat cantik, juga sangat bernyali.
Kelihatannya dia ingin mengajukan pembelaan untuk diri sendiri.
"Kenapa berkata gitu?" Dia tetap bersikap anggun.
"Pada malam pertama kemarin, Bibi Wang yang menyebut dirinya sebagai bawahan Selir Raja menertawai dan memakiku, bahkan menyiramiku dengan sup. Tapi, aku hanya bisa memberinya hukuman ringan karena dia adalah bawahannya Selir Raja. Hanya saja tidak disangka pagi hari ini datang lagi Bibi Du. Dia bilang dia diperintah oleh Selir Raja untuk memukul pelayanku, menerobos ke kamar pengantinku, lalu mengatai Pangeran yang belum bangun sebagai selingkuhanku dan menyuruhku memberi penjelasan."
Sikap anggun Selir Raja sudah tidak ada lagi.
Dia masih belum kepikiran hukuman apa yang cocok untuk dua wanita tua yang tidak berguna.
Yin Suhua lanjut berkata, "Jika aku sudah menikah dengan Pangeran, maka aku adalah anggota keluarga Pangeran. Apalagi ini perintah dari Kaisar, jadi aku adalah istri Pangeran yang sah. Tapi, aku tidak menyangka kalau orang di sisi Selir Raja begitu meremehkanku, kurasa Selir Raja juga tidak mengakuiku sebagai menantu. Makanya aku tidak berani memanggilmu sebagai Ibu."
Meskipun tidak terdengar mengeluh, tapi nada bicaranya terkesan menyedihkan.
Ekspresi Selir Raja berubah menjadi serius, "Ini semua salahku karena aku terlalu baik kepada bawahanku selama bertahun-tahun ini sehingga mereka bisa semena-mena. Ini memang salahku, jadi Ibu mewakili mereka untuk meminta maaf padamu."
Yin Suhua dalam hati bergumam, memang wanita yang munafik.
__ADS_1
Namun, Yin Suhua tidak ingin memberinya kesempatan.
Yin Suhua bergegas bersujud di lantai, "Ternyata Selir Raja benar-benar tidak menyukaiku. Jika kamu tidak suka dengan pernikahan ini, maka kamu sebaiknya meminta pangeran menuliskan surat kesepakatan cerai, dengan begitu aku bisa pergi dari sini."
Selir Raja tertegun. Apakah dirinya tadi salah bicara?
"Suhua, kamu..."
"Awalnya Suhua mengira kedua bibi itu hanya ingin sok hebat, sementara Selir Raja tidak tahu hal ini. Tapi pada hari pertama pernikahan, tidak ada seorang pun yang diutus Selir Raja untuk memanduku memberi salam padamu, malah meminta maaf padaku. Bukankah ini membuat semua orang di dunia tahu bahwa aku, selir pangeran adalah orang yang tidak menghormati Ibu mertuaku? Jelas-jelas aku yang dihina, tapi aku yang harus menerima akibat seperti itu. Bagaimana mungkin aku tidak merasa takut?"
Ekspresi Selir Raja berubah-ubah, bahkan terlihat kewalahan.
Liu Linlang sudah tidak tahan lagi, "Kamu hanya Selir Pangeran yang untuk membuat kondisi Pangeran membaik. Apa kamu benar-benar mengira dirimu sangat terhormat? Bibiku sudah menjaga martabatmu, jadi janganlah begitu keterlaluan."
"Linlang!" Selir Raja segera menghentikannya, tapi suaranya tidak begitu keras.
Karena dia masih ingin mempertahankan sikapnya yang terkesan agung.
"Apa Nona Linlang ini adalah putrinya dari Keluarga Fu Yuanbo? Padahal aku adalah kakak iparnya, tapi dia malah menyuruhku memberi hormat padanya karena melihat aku hanya memiliki seorang pelayan saat bertemu di taman tadi. Pelayannya bahkan ingin memukulku. Pantas saja sebelum menikah Pangeran menyuruhku berjanji untuk memutuskan hubungan dengan orang dari Kediaman Perdana Menteri. Sepertinya dia tahu betapa arogannya keluarga dari pihak Selir Raja karena mengandalkan kekuasaan Selir Raja."
Setiap kata Yin Suhua sangat menusuk.
Saat itu, Liu Linlang sangat marah dan berkata, "Kamu kira aku tidak tahu asal-usulmu? Kamu hanyalah putri yang tidak disayangi keluargamu. Dengar-dengar kamu waktu kecil telah mencelakai ibu dan adikmu yang belum terlahir ke dunia. Kalau sampai pernikahan kali ini membuat Kak Junye ada apa-apa..."
Sebelum selesai bicara, Yin Suhua bergegas ke sana dan langsung menamparnya dengan kuat.
"Beraninya kamu menamparku! Bibi, kamu sudah lihat, 'kan?"
Selir Raja terkejut. Dasar keponakan bodoh. Kalau sampai Raja Ning mendengar ucapannya tadi, dirinya pun tidak mampu melindungi orang-orang di Kediaman Fu Yuanbo.
Mo Junye adalah anak kesayangannya Raja Ning. Kalaupun semua orang tahu bahwa dirinya akan segera mati, tetap saja tidak ada yang berani mengatakan hal ini di depan mukanya.
"Kamu seharusnya berterima kasih padaku. Pernahkah kamu mendengar peribahasa mulutmu adalah harimaumu? Kalau tidak percaya, coba tanyakan bibimu."
Tatapan Yin Suhua sangat tajam dan meyakinkan.
Liu Linlang tertegun atas tatapan ini dan tidak berani bicara lagi.
Selir Raja akhirnya bicara, "Linlang, lain kali tidak boleh bicara sembarangan meskipun kita sekeluarga. Berterimakasihlah atas teguran kakak iparmu. Kalau tidak, kamu benar-benar akan tertimpa masalah."
__ADS_1
Liu Linlang baru sadar saat melihat tatapan Selir Raja.
Dia sudah sadar atas kesalahan ucapannya. Meskipun enggan, tapi tetap harus berterima kasih.
"Tidak perlu berterima kasih, aku dan Nona Linlang tidak akan menjadi satu keluarga. Lagi pula umurku sangat panjang, bagaimana kalau sampai suatu hari Nona Linlang ingin mendekatiku dan aku dicelakai olehnya?" Sikap Yin Suhua sangatlah tegas.
Selir Raja tahu Yin Suhua ingin menguji dirinya berpihak pada siapa.
Setelah berdiam sejenak, dia kembali tersenyum.
Tapi itu hanyalah senyuman palsu. Meskipun terlihat lembut, tapi terkesan tegas.
"Suhua, jangan memasukkan ucapan tadi ke dalam hati. Kalau tidak, aku akan menganggapmu sedang menyalahkanku. Perilaku kedua ibu itu dan keponakanku ini tidak terlepas dari tanggung jawabku. Kamu tenang saja, aku akan memberikan pertanggungjawaban yang memuaskan."
Yin Suhua tahu satu-satunya solusi bagi Selir Raja pada saat seperti ini hanyalah memutuskan hubungan.
Yin Suhua tidak menghentikannya karena ingin melihat bagaimana cara Selir Raja menyelamatkan dirinya sendiri.
"Pelayan, pelayannya Linlang tidak bersikap sopan pada Selir Pangeran dan hampir membuat Linlang tertimpa masalah besar. Tampar dia sebanyak 50 kali, lalu kembalikan dia ke kediaman untuk dijual."
Seorang wanita tua segera mendekat dan membawa keluar pelayan yang tadi dikritik oleh Yin Suhua.
"Bawa Bibi Wang dan Bibi Du kemari." Tindakan Selir Raja belum berakhir.
Kalau mau memberi hukuman, maka dia harus adil, baik itu terhadap orang luar maupun orang dalam.
Meskipun kedua wanita tua ini sudah pernah dihukum Yin Suhua, tapi dirinya sebagai Selir Raja pun harus memberikan contoh.
Tidak lama kemudian, Bibi Wang yang tidak bisa bicara dan Bibi Du yang jarinya terpotong dibawa kemari.
Mereka sangat ketakutan dan langsung bersujud saat bertemu Yin Suhua.
"Hormat pada Selir Raja, Selir Pangeran." Bibi Du memberi hormat sambil menahan rasa sakit.
Sedangkan Bibi Wang yang tidak bisa berbicara hanya bisa ikut bersujud.
"Suhua, kedua pelayan ini telah menyinggungmu dan Junye di hari pernikahan. Kamu saja yang menghukum mereka."
Saat Selir Raja melemparkan hak keputusan padanya, Yin Suhua langsung bertanya, "Bagaimana kalau aku ingin membunuh mereka?"
__ADS_1