Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 45 - Abang Laknaat


__ADS_3

"Jadi Davin yang membawamu ke hotel?" tanya Gunawan lagi.


"Bukan Davin yang membawaku ke hotel, tapi aku yang membawa Davin ke hotel."


"Aduh aduh aduh!" Gunawan memijat tengkuknya yang terasa berdenyut. dia jadi merasa juga Viona lah yang sudah merusak Davin.


"Sejak kapan kalian menjalin hubungan?" tanya Gunawan lagi.


"Sejak pertama aku masuk ke sekolah, 4 bulan yang lalu."


"Apa yang kamu pikirkan Viona? Davin itu muridnya sendiri, bagaimana bisa kamu menjalin hubungan dengan dia?!"


"Mas," Dania mengingatkan sang suami agar tenang, lagipula mereka harusnya tidak terkejut dengan berita ini. Karena sebelum-sebelumnya mereka memang sudah bisa mengira.


"Aku hanya tidak habis pikir Ma, kalau sama Ghaisan okelah, nah ini Davin, Davin itu cocok nya sama Dinara."


"Mas melihatnya dari sudut pandang orang lain atau sudut pandang sebagai orang tua?" tanya Dania hingga berhasil membuat Gunawan terdiam.


Orang lain pasti akan menghakimi Viona dan Davin sebagai pasangan yang tidak serasi, hanya dilihat dari umur mereka yang terpaut 7 tahun. Namun harusnya sebagai orang tua mereka tetap mendukung apapun pilihan anaknya, karena cinta adalah anugerah yang diberikan oleh tuhan, dan bukan mereka yang mengaturnya.


"Kamu selalu mematahkan ucapanku," balas Gunawan pada sang istri, namun dan Ia hanya tersenyum kecil Seraya mengelus punggung sang suami dengan sayang.

__ADS_1


"Panggil Davin kemari!" titah Gunawan.


*


*


Bukan hanya Davin yang datang ke rumah keluarga Gunawan, Alteza, Mutia dan Ghaisan pun ikut mendampingi.


Kini dua keluarga besar itu sudah duduk di ruang tengah dengan tatapan yang entah.


Gunawan merasa tidak enak hati karena berpikir jika Viona yang sudah menggoda anak bungsu mereka.


"Maafkan saya, Tuan," ucap Alteza dan Gunawan berbarengan.


Dania dan Mutia hanya saling pandang dengan mengedikkan bahunya masing-masing. Para suami ini terlalu berpikir berlebihan.


"Maafkan saya Tuan, saya yang sudah lancang mendekati ibu Viona, tapi saya bersungguh-sungguh ingin menikahi dia," ucap Davin, Akhirnya salah satu tersangka buka suara.


Sementara Viona hanya diam, melirik dengan senyum melihat keberanian sang kekasih.


Alteza dan Gunawan yang mendengar ucapan Davin itu hanya mampu mengelus dadanya.

__ADS_1


karena tidak sanggup berkata-kata akhirnya selama pertemuan keluarga itu Alteza dan Gunawan hanya. Dania dan Mutia lah yang mengambil alih kendali untuk bicara.


Mereka semua sudah menyetujui hubungan antara Davin dan Viona.


Mengingat kedua anak itu sudah pernah menghabiskan malam di Hotel maka mereka akan segera menikahkan keduanya.


Dania dan Mutia ingin pernikahan itu tetap diadakan meriah karena ini adalah pernikahan pertama dari kedua belah pihak keluarga.


Tapi Alteza dan Gunawan tetap menginginkan pernikahan ini di laksanakan sederhana saja, mengingat status Davin yang masih menjadi murid dan Viona guru.


"Pernikahan ini bukan aib Pa, Kenapa harus diam diam?" tanya Dania pada sang suami.


"Sudah-sudah, kita jangan berdebat, lebih baik pikirkan jalan keluarnya," ucap Mutia.


Disaat para orang tua sedang berpikir, Ghaisan akhirnya buka suara.


"Pernikahan akan tetap diadakan mewah, tapi setelah Davin lulus sekolah dan selama itu Viona kembali bekerja di perusahaan Gunawan grup. Mereka berdua juga tidak boleh bertemu setiap waktu."


"SETUJU!!" jawab semua orang, lain halnya dengan Davin dan Viona yang menganga, terkejut.


Abang laknaat, batin Davin.

__ADS_1


__ADS_2