Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 49 - Seperti Bocah


__ADS_3

Di sekolah.


Hari ini langit nampak cerah tapi bagi Davin seperti Mendung tak berkesudahan.


Sekolah jadi di nampak suram saat guru BK nya diganti oleh Bu Tuti.


Sepanjang hari dia hanya terus berada di kelas, Dinara yang melihat calon kakak iparnya galau seperti itupun hanya terkekeh menertawakan.


"Tidak ada mbak Dinara benar-benar merusak hari mu ya?" tanya Dinara, dia duduk di kursi kosong yang ada di hadapan meja Davin.


"Tentu saja, separuh nyawaku hilang," jawab Davin lebay dan Dinara makin terkekeh di buatnya.


"Aku penasaran 1 hal," ucap Dinara.


"Apa?"


"Dimana kalian bisa bertemu?"


"Disebuah tempat dimana banyak orang-orang putus asa berkumpul."


Jawaban Davin itu tentu membuat Dinara merasa bingung, susah payah dia memutar otaknya namun tetap tidak menemukan jawaban.


Wajah bingung Dinara kini membuat Davin tergelak, bahkan tanpa sadar Davin mengacak rambut Dinara asal.

__ADS_1


Kedekatan keduanya yang langsung mencuri perhatian semua teman-teman.


Tak terkecuali Anjas dan Danu yang sedari tadi memperhatikan.


Saat Dinara pergi dipanggil temannya yang lain, Danu dan Anjas pun menghampiri Davin. mereka bertiga duduk secara melingkar.


"Tadi galau, di deketin Dinara langsung ketawa, jadi udah pindah haluan?" tanya Danu.


Anjas dan Danu hingga kini masih belum tau siapa wanita dewasa kekasih Davin. Karena Davin sudah sepakat dengan Viona untuk menutup rapat-rapat hubungan mereka hingga dia lulus nanti, sekitar 5 bulan lagi.


"Ya nggak lah, cuma satu selamanya."


"Najjjis!" ucap Anjas dan Danu kompak.


Pasti akan banyak perbedaan pendapat diantara mereka jika terus bersama. Wanita sedewasa apapun pasti ingin dimanja oleh sang kekasih, sementara Davin masihlah kekanak-kanakkan untuk bisa mengimbangi wanitanya.


Tapi Davin tidak terpengaruh sedikitpun, baginya hanya Viona lah yang ada di hati dan hidupnya.


Sehabis pulang sekolah Davin langsung menuju perusahaan AG, tidak banyak pekerjaannya hari ini hanya memeriksa beberapa berkas yang kemarin belum selesai.


sampai di perusahaan kan dia mendapatkan kabar dari Anton jika ada Viona di sini.


Tapi Viona datang ke sini bukan untuk menemui Davin, melainkan Ghaisan untuk membicarakan proyek yang sedang mereka garap bersama.

__ADS_1


Dan mendengar ada Viona senyum Davin pun langsung terbit, setelah seharian ini murung.


Dengan langkah kakinya yang lebar dia segera menuju ruangan Ghaisan, ruangan yang satu lantai dengan.


Namun langkah kakinya yang semangat terhenti di ambang pintu yang sedikit terbuka itu, dilihat oleh Davin, Viona dan Ghaisan yang sedang berbicara serius duduk di berdampingan memunggungi arah pintu.


Di matanya tiba-tiba dia melihat kedua orang itu nampak begitu serasi. Davin lalu menatap dirinya sendiri yang terlihat seperti bocah.


Baginya Ghaisan terlihat jauh lebih sempurna untuk bersanding dengan Viona.


Membuat hatinya Benci Dan tak suka.


"Ini semua gara-gara ucapan Danu dan Anjas di sekolah tadi, sial" umpatnya.


Davin tidak langsung masuk ke ruangan itu, namun dia memeriksa ponselnya lebih dulu, ingin melihat apakah sebelum datang ke sini Viona mengabarinya lebih dulu atau tidak.


Senyum Davin kembali terukir saat dia melihat ada 2 pesan yang masuk di dalam ponselnya, pesan dari Viona.


Sayang, aku akan ke kantor mu.


Aku sudah beli tissue 😘😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Maaf epribadeh, si Viona sama Davin lagi daftar kontrak, disuruh revisi doloo, aduh pusiiing, doain semoga cepet lulus kontrak ya, biar tisuenya Viona bisa dipake 🤣🤣🤣


__ADS_2