Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 42 - Kamu Jahat


__ADS_3

"Sayaang," panggil Viona ketika dia membuka pintu ruangan kerja sang kekasih.


Davin yang memang sudah menunggu pun mengangkat wajahnya dan menatap kedatangan Viona.


"Kenapa lama sekali?"


"Maaf," jawab Viona seraya menyelipkan beberapa rambutnya ke belakang telinga.


Davin memintanya untuk duduk diatas pangkuan, namun sebelum berlari duduk diatas pangkuan Davin, Viona lebih dulu berbalik dan mengunci pintu ruangan itu.


Dan Davin mengulum senyum, Viona memang paling teliti tentang hal-hal kecil seperti itu.


"Sini," titah Davin dan Viona menurut.


"Iya," jawabnya, lalu duduk menyamping diatas pangkuan Davin dan menggantungkan kedua tangannya di leher sang kekasih.


"Kenapa lama sekali?"


"Tadi jalannya pelan-pelan, aku ketemu Ghaisan di bawah."


"Apa yang kalian bicarakan?"


"Tidak ada, Ghaisan orangnya pendiam, tidak seperti kamu, cerewet."


"Kamu suka yang mana?"


"Yang ini lah," jawab Viona seraya menunjuk bibir Davin dengan jari telunjuknya. Bibir cerewet yang selalu menyesap semua tubuhnya hingga bergetar.


"Kalau suka cium."

__ADS_1


Tanpa menunggu lama Viona langsung menjatuhkan sebuah ciuman diatas bibir tebal kekasihnya itu, melumaatnya hingga menelusupkan lidah. Sementara tangan Davin pun mulai menjalar kemana-mana. Satu mengelus paha mulus Viona dan satu lagi meraba-raba dada.


"Jangan bilang mau melakukannya disini," ucap Viona setelah dia melepaskan pagutannya.


"Tidak, tapi di meja sini," jawab Davin seraya menepuk meja kerjanya yang kokoh.


Davin lalu mengambil remote, menutup dinding kaca dengan gorden otomatis, hingga membuat ruangan jadi temaran, karena lampu utamanya belum dinyalakan.


"Bagaimana? kamu suka?" tanya Davin dan Viona menggeleng.


"Gelap, aku suka yang terang."


Davin terkekeh.


Dia lalu menepukkan tangannya 3 kali dan lampu utama di ruangan itu menyala.


"Sekarang apalagi?" tanya Davin.


Arght!!! Davin mengacak rambutnya frustasi.


Namun gerakan frustasinya terhenti saat Viona malah membuka kancing bajunya.


"Aku bohong," ucap Viona, Davin yang kesal pun langsung memukul bokong kekasihnya hingga Viona menjerit nakal.


"Ah!"


"Dasar kucing nakal," ucap Davin dan Viona hanya terkekeh, dalam sekejab saja dada Davin sudah polos. Disusul dengan Viona yang melepas sendiri pakaiannya.


"Lets play baby," ucap Davin.

__ADS_1


Dia lalu mengangkat tubuh Viona dan mendudukkannya diatas meja, sementara dia bangkit dan memposisikan diri diantara kedua kaki Viona yang terbuka.


Menggeseknya begitu begitu saja meski belum menyatu seolah mencari jalan masuk, sementara mulutnya sibuk melahap buah semangka sang kekasih.


Viona mulai mendesaah merasakan nikmat yang tak habis-habis, Davin selalu saja memberinya sensasi baru.


"Jangan di tahan sayang, ruangan ini kedap suara."


"Ah baguslah, ayo sayang aku ingin sekarang, uh."


"Sabar," jawab Davin dengan seringai. Dia menurunkan wajahnya hingga bersarang di liang Viona, kembali memainkan lidahnya di inti yang sudah menyembul kecil itu.


"Ah Vin, kamu jahat," rancaunya, dan saat pelepasan pertama Viona nyaris tiba Davin langsung menenggelamkan intinya di dalam liang itu. Mulut Viona menganga merasakan nikmat yang tak terkira.


Percintaan itu terus berlanjut entah sampai jam berapa. Hingga akhirnya Davin menumpahkan semua laharnya di dalam rahim sang kekasih.


"Ah Vionah." Desaah Davin diantara pelepasannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dewa, menatap benci pada beberapa foto yang diberikan oleh sang asisten.


Dalam foto itu Viona tidak sendiri, dia bersama seseorang yang Dewa kenal.


"Jadi ini kekasih barumu?"


"Jadi kamu menghabiskan malam dengannya?"


"Tidak Viona, aku tidak akan membiarkan ini berlangsung lama. Aku akan kembali mendapatkan mu!"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dah 5 bab yaa, besok lagi 😗😗😗


__ADS_2