Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
Bab 23 Menyambung Tulang


__ADS_3

Bibi Zhou menurut dan membuka mulutnya.


Yin Suhua dengan hati-hati melihat lidah dan posisi tenggorokannya.


Benar saja, dia samar-samar bisa melihat beberapa luka kecil di tenggorokannya.


Beberapa orang ini benar-benar hebat.


Ming Rui yang ada di samping melihat dengan terbengong, dia tidak tahu apa yang mau dilakukan Yin Suhua.


"Selir Pangeran, ini kenapa?"


"Tidak apa-apa. Bantu bawakan tungku kemari, lalu jaga pintu dan jangan izinkan siapa pun masuk."


"Baik."


Meskipun dia tidak mengerti, Ming Rui tetap pergi untuk melaksanakannya.


Yin Suhua dengan terampil mengambil sebuah pil dari rak obat, kemudian memberikannya pada Bibi Zhou.


"Minum obat ini."


Bibi Zhou tidak merasa ragu sama sekali, dia percaya Selir Pangeran tidak akan mencelakainya.


Setelah menerima obat itu, Bibi Zhou segera menelannya dengan susah payah. Dia kemudian melihat Yin Suhua lagi, tidak tahu apa yang Yin Suhua ingin dia lakukan.


Gerakan Yin Suhua sangat terampil. Dia telah mengeluarkan set jarum akupuntur dari rak obat.


"Bibi Zhou, lepas bajumu dan duduk dengan baik."


Bibi Zhou sedikit tidak mengerti. Melepas baju?


Tindakan Yin Suhua ini sangat aneh.


Yin Suhua juga tidak membuang waktu, dia segera meletakkan tungku di dekat Bibi Zhou, kemudian membantunya melepaskan baju.


Sebenarnya sekarang sudah tidak terlalu dingin. Yin Suhua hanya khawatir tubuh wanita tua ini bisa masuk angin dan menimbulkan penyakit lain.


Setelah mengambil napas dalam-dalam, Yin Suhua melihat bekas-bekas luka pada tubuh Bibi Zhou.


Beberapa tahun ini dia sudah sangat menderita demi dirinya.


Jika bukan demi menjaganya, Bibi Zhou mungkin bisa meninggalkan tempat bermasalah itu sejak lama.


Sambil menahan kemarahan di hatinya, Yin Suhua dengan akurat menusukkan jarum pertama ke tubuh Bibi Zhou.


Bibi Zhou sangat terkejut. Putri dari nonanya ternyata bisa melakukan hal ini?


Yin Suhua dengan mahir menancapkan beberapa jarum akupuntur pada tubuh Bibi Zhou.

__ADS_1


Bibi Zhou merasakan seolah-olah ada sesuatu yang menekan lidahnya. Dia merasa sesak dan tertekan.


Sebelum dia terlepas dari keterkejutannya, Yin Suhua sudah mencabut jarumnya.


"Sudah. Bibi Zhou, sebentar lagi aku akan membetulkan posisi tulang kakimu yang patah. Tapi proses ini akan sangat menyakitkan, apalagi ini sudah berhari-hari. Beberapa jaringan telah menempel dan bahkan mulai tumbuh di tempat yang salah. Rasa sakitnya akan lebih kuat, kamu harus menahannya."


Mendengar Yin Suhua berkata demikian, Bibi Zhou sedikit tidak mengerti. Membetulkan posisi tulang?


"Ah...ah...ah..."


Bibi Zhou berusaha keras untuk mengatakan apa yang dia pikirkan, tapi lidah dan tenggorokannya sama sekali tidak mendukungnya.


"Tidak apa-apa, tidak usah panik. Aku mengerti maksudmu. Aku baru saja memeriksanya, kakimu masih bisa disembuhkan."


Sorot mata Bibi Zhou menjadi sangat terkejut. Kakinya yang patah masih bisa disambung?


Yin Suhua keluar dari pintu dan meminta Ming Rui untuk mencari pelayan dan meminta beberapa papan kayu tipis yang kuat untuk segera digunakan.


Ming Rui tidak banyak bertanya dan langsung pergi.


"Selir Pangeran, ini papan kayunya."


Ming Rui berlari kembali dengan keringat di sekujur kepalanya. Meskipun dia tidak tahu apa yang akan dilakukan dengan ini, karena Selir Pangeran ingin menggunakannya, pasti ada sesuatu yang serius.


Yin Suhua memeriksa papan kayu kecil itu. Papan kayu itu kuat, panjang dan ketebalannya juga sesuai.


"Baik. Berjagalah di depan pintu."


Ming Rui segera masuk dan mengikuti Yin Suhua tanpa keraguan sedikit pun.


"Bantu aku memapah Bibi Zhou, jangan membiarkannya bergerak sembarangan."


Ekspresi Yin Suhua sangat serius.


Menyambung tulang bukan hal yang main-main.


Jika Bibi Zhou bergerak sembarangan, itu tidak hanya akan membuatnya kesakitan, tapi juga membuat posisi tulangnya tidak akan bisa kembali seperti semula.


Ming Rui membantu memapah Bibi Zhou dengan panik. Dia sendiri tidak tahu harus bagaimana.


Namun ekspresi Bibi Zhou penuh dengan kepercayaan.


Demi Mu Qingzu dan Yin Suhua, dia bahkan rela mengorbankan hidupnya.


"Karena khawatir Bibi Zhou menggigit lidahnya


, Yin Suhua secara khusus memberinya papan kayu kecil dan memintanya untuk menahannya di mulutnya."


Bibi Zhou sudah tua, proses ini tentu saja akan membuatnya kesakitan.

__ADS_1


Namun demi membuat Bibi Zhou bisa berdiri lagi, Yin Suhua hanya bisa meyakinkan dirinya sendiri, lebih baik sakit sementara daripada sakit selamanya.


Yin Suhua dengan lembut menggosok kaki Bibi Zhou yang patah dan melihat ekspresi gugupnya.


"Jangan melihatku, lihat ke arah lain." Yin Suhua juga meminta Bibi Zhou untuk mengalihkan perhatiannya, jika tidak rasa sakitnya akan lebih terasa.


Ketika Bibi Zhou dengan patuh mengalihkan pandangannya ke arah lain, Yin Suhua mulai menggerakkan tangannya dengan penuh kekuatan.


Suara "krek" terdengar, tulang kaki Bibi Zhou yang patah ditarik oleh Yin Suhua lagi.


Bibi Zhou yang kesakitan pun mulai berkeringat hebat, dia hanya bisa menahan dengan menggigit papan kayu kecil di mulutnya.


Di saat yang sama, dia juga mengeluarkan suara rintihan yang serak.


Tidak ada orang yang bisa menggantikan rasa menyakitkan yang begitu menekan ini.


Ming Rui yang melihatnya pun merasa tidak semua orang bisa menahan rasa sakit seperti ini.


"Tahan dia, jangan sampai bergerak."


Yin Suhua tiba-tiba memberi perintah. Suaranya lebih serius daripada sebelumnya.


Ini bukan waktunya untuk bercanda dan bersikap lembut. Ming Rui yang gugup segera menahan Bibi Zhou yang meronta kesakitan.


Bibi Zhou sudah tua. Rasa sakit yang menghantamnya satu demi satu akhirnya membuatnya pingsan.


"Selir Pangeran, apa Bibi Zhou baik-baik saja?"


Ming Rui terkejut. Kondisi Bibi Zhou barusan benar-benar membuat orang takut.


"Orang yang menyakitinya belum mati, bagaimana mungkin Bibi Zhou tidak bertahan? Pingsan juga bagus, dengan begini dia tidak bisa bergerak sembarangan." Yin Suhua merasa sedikit lega.


Ketika kaki celana Bibi Zhou diangkat, Yin Suhua menempelkan semua plester obat yang telah dia siapkan ke kakinya.


Setelah melilitnya dengan perban, dia menggunakan papan kayu yang diikat untuk menahan posisi tulang kaki Bibi Zhou.


Setelah selesai melakukan semuanya, Yin Suhua menyeka keringat di dahinya, lalu berkata pada Ming Rui, "Sudah selesai, kamu boleh melepaskan dia."


Saat ini Ming Rui baru tersadar kalau tangannya masih dalam posisi menahan Bibi Zhou.


"Selir Pangeran, apa yang baru saja kamu lakukan?"


Sebelum Yin Suhua dapat menjawab, pintu kamar dibuka oleh seseorang.


"Aku juga ingin tahu, kenapa kamu repot-repot menolong orang dengan membawanya kemari?"


Mo Junye dan Qi Boheng muncul di pintu.


Yin Suhua melihat ekspresi aneh dua orang itu.

__ADS_1


"Pangeran, kamu ingin aku menjelaskan apa?" tanya Yin Suhua.


"Bukankah bibi ini adalah musuhmu?"


__ADS_2