Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 92 - Dinara dan Ghaisan


__ADS_3

"Tunggu keringat kita kering sayang, setelah ini kita mandi, ya?" tanya Davin dsngan suaranya yang tersenggal dan Viona menganggukkan kepalanya setuju.


Diantara suara nafas mereka yang bersahutan, Davin dan Viona mulai mendengar suara berisik dari arah dapur. Seperti suara piring beradu dan mesin penyedot debu hidup.


"Astaga Dadd, jangan-jangan itu Jo dan Ron, bagaimana jika mereka mendengar kita tadi?" tanya Viona mulai cemas, dan Davin bukan ikut cemas malah tersenyum lebar.


"Biar saja, itu hukuman untuk mereka dariku," jawab Davin lalu terkekeh pelan, sementara Viona hanya geleng-geleng kepala.


Saat mereka keluar dari dalam kamar, seluruh ruangan apartemen sudah bersih dan rapi.


Senyum Danvin semakin lebar terkembang.


Hari berlalu.


Davin hari ini libur tidak kemana-mana, seperti pengangguran padahal jabatanya adalah direktur utama.


Pagi-pagi dia membuatkan jus alpukat untuk Viona dan memberikannya pada sang istri yang tengah santai di balkon ruang tengah.


"Terima kasih Dad."


"Sama-sama Mommy ku sayang."


Davin duduk di sebelah Viona, memeluk pinggang istrinya saat sang istri meneguk jus buah yang dia buat.


Lalu mengambilnya kembali saat Viona selesai minum dan meletakkannya diatas meja.


"Mommy semakin cantik setelah hamil, berisi dan semakin aarrww!"

__ADS_1


"Iiss Daddy, memangnya Mommy singa."


"Bukan singa, tapi kucing, kalau lagi anu anu berisik, uh ah uh ah. Hahaha," tawa Davin pecah, dan berhenti saat Viona mencubit perutnya.


"Tapi daddy suka Mom, sungguh." jelas Davin dan Viona mendengus.


Pembicaraan mereka berbeda saat ponsel Viona di atas meja makan berdering dengan sangat nyaring, Davin pun bergegas bangkit dan mengambil ponsel sang istri.


Melihat panggilan dari mertuanya, Davin langsung mengangkat.


"Halo Ma, ada apa?" tanya Davin langsung.


"Tidak ada apa-apa Vin, mama hanya ingin bertanya sesuatu pada Viona."


"Ku berikan pada Viona dulu ponselnya."


Sampai di balkon, Davin langsung memberikan ponsel itu kepada sang istri berbisik mengatakan jika ini adalah telepon dari mama Dania.


"Halo Ma, ada apa?" tanya Viona pula.


"Tidak ada apa-apa sayang, mama hanya ingin bertanya padamu."


Viona diam, siap mendengarkan.


"Apa Dinara dan Ghaisan memiliki hubungan? maksud mama, Apa kamu pernah melihat mereka memiliki hubungan yang dekat, ya seperti itu lah."


Viona mengerutkan dahinya coba mencerna ucapan sang Ibu baik-baik.

__ADS_1


Dinara?


Ghaisan?


Sungguh Viona tidak tahu apa-apa tentang mereka.


"Memangnya kenapa Ma?" tanya Viona dan Dania langsung menjelaskan semua. tentang Dinara yang tiba-tiba menginginkan adanya Perjodohan antara dia dan Ghaisan. bahkan Dilarang tidak ragu untuk menikah saat ini meski Dia sedang kuliah.


"Apa Ghaisan sudah berbuat macam-macam pada Dinara saat dia mengantar adik mu ke apartemen ya? ih mama jadi tidak tenang, bagaimana ini Vio, mama belum mengatakannya kepada papa, mama masih bingung."


Dan sama, Viona pun jadi bingung. Davin yang ikut mendengar pembicaraan itu pun ikut bingung juga.


"Mama tidak usah cemas, nanti aku coba tanya dengan Dinara," jawab Viona setelah cukup lama diam.


Dan di ujung sana dan ia menghembuskan nafasnya lega Dia sangat bersyukur karena Viona peduli kepada sang adik.


"Terima kasih sayang."


"Iya Ma."


Panggilan itu terputus, Viona dan Davin saling pandang.


"Ghaisan dan Dinara?" tanya Davin dan Viona mengangguk.


Mereka berdua sepakat untuk menanyai mereka berdua, Viona akan bertanya pada Dinara dan Davin pada Ghaisan, tentang ada apa diantara mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Ini nanti si Dinara judulnya Menggoda Suami Dingin 🤣🤣🤣


__ADS_2