Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 73 - 3 bulan kemudian


__ADS_3

"Mommy, bangun sayang," ucap Davin, saat ini sudah jam 6 pagi tapi istrinya itu masih saja tidur, bahkan meringkuk keenakan.


Hari-hari sudah berlalu, tepatnya 3 bulan sudah terlewat. Davin bahkan sudah dinyatakan lulus SMA dan mendapatkan ijazah, dia juga sudah mulai menggantikan Viona di perusahaan Gunawan grup.


Davin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi tapi dia hanya mengambil kelas saat akhir pekan sabtu dan minggu.


"Mommy ayo bangun, kita jalan-jalan di taman bawah, yuk," ajak Davin lagi.


Viona pun terbangun dari tidurnya, dia menggeliat tapi masih enggan untuk membuka mata.


"Males ah Dad, enak tidur," jawab Viona dengan suaranya yang terdengar bergumam.


"Ingat kata dokter, biasakan untuk olah raga ringan, ayo kita jalan-jalan," rengek Davin, dia pun ingin lari-lari kecil di taman bawah.


Apartemen ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, salah satunya adalah taman untuk jogging track. saat ini masih hari kerja pasti pengunjung di taman itu akan berkurang, Karena itulah Davin ingin mengajak Viona ke sana untuk menikmati waktu mereka berdua.


"Aku masih ngantuuuk."


"Sebentar saja, sebelum jam 8 kita pulang, nanti sarapan di restoran bawah."


"Tapi aku malas ganti baju."

__ADS_1


"Masa mau pake lingerie, sini duduk biar aku gantikan, tidak usah mandi." Putus Davin.


Dia membantu istrinya untuk bangun dan duduk di tepi ranjang, hanya bisa menurut meski dengan 2 matanya yang masih enggan untuk terbuka.


Davin membuka lingerie itu membuat istrinya telanjaang bulat, lalu menggantikan Viona dengan baju olahraga. Tidak hanya sampai di sana, Davin juga mengikat rambut istrinya tinggi, meski sedikit terlihat berantakan Tapi tetap saja tidak mengurangi kecantikan Viona. Apalagi semenjak hamil wajah Viona semakin terlihat berseri meskipun dia baru bangun tidur seperti ini.


"Siap, ayo turun."


"Gendong sampai lift."


"Oke!"


Berulang kali Viona menguap, namun sekuat tenaga untuk membuka matanya lebar-lebar.


"Ayo jalan," ajak Davin, disaat Viona mulai jalan, Davin pun berlari kecil-kecil, seperti lari ditempat karena dia mengimbangi langkah sang istri.


Viona hanya terkekeh melihat kelakuan suaminya itu.


"Ya sudah sana lari, aku jalan pelan-pelan disini," ucap Viona dan Davin menganggukkan kepala.


Davin lari mundur agar terus melihat istrinya, sampai saat di tikungan dia menghadap ke depan dan mulai berlari sungguh-sungguh.

__ADS_1


Dan Viona tetap pada jalan pelannya, menikmati suasana pagi yang cukup dingin ini.


Dia meraba perutnya yang sedikit membuncit, membuatnya merasa tidak sendirian, karena kini ada si jabang bayi di dalam perutnya.


Langkah pelan-pelan Viona terhenti saat tiba-tiba seseorang memeluknya dari arah belakang, lengkap dengan nafas memburu orang itu.


Viona nyaris saja berteriak kaget, sebelum akhirnya dia sadar jika yang memeluknya adalah sang suami, Davin yang sudah menyelesaikan 1 putarannya.


"Daddy, kamu membuatku terkejut!" kesal Viona, dia memukul tangan Davin yang melingkar di perut.


Sementara Davin hanya terkekeh, lalu mencium leher sang istri dari samping.


"Hari ini aku tidak masuk kerja, aku ingin mengerjakan yang lain," ucap Davin.


"Apa?"


"Menjenguk anak kitaaaa."


"Iish!!"


Tawa Davin pecah, dia lalu menggendong tubuh sang istri seperti pengantin baru dan membawanya kembali ke apartemen.

__ADS_1


__ADS_2