Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 121 - Makanan Favorit


__ADS_3

Kedua mata Dave dan Jacob mendelik saat melihat seorang wanita cantik sedang menggendong bayi turun menuruni anak tangga.


Mereka semua berkumpul di ruang tengah dan melihat Viona yang turun.


Davin bahkan sampai mengusap kasar wajah Dave dan Jacob secara bergantian agar 2 pria mata keranjang hidung belang ini tidak terus memandangi sang istri.


Kenapa pula Viona nampak cantik sekali hari ini? menggunakan gaun yang pas pada tubuhnya, riasan tipis dan bibir semarah cherry. Tubuhnya yang semakin berisi malah semakin membuatnya anggun. Apalagi orang luar negeri suka bentuk tubuh seperti itu.


Davin tidak tahu saja, jika Viona pun ingin terlihat sempurna di mata semua teman-temannya.


Sebelum benar-benar sampai di ujung tangga, Davin sudah lebih dulu menghampiri, mengambil baby D dibandingkan sang istri lalu menggendongnya sendiri. tidak sampai disana saja, Davin juga langsung menarik pinggang sang istri dan didekapnya erat.


ingin menunjukkan pada semua orang bahwa ini adalah istrinya, hanya miliknya.


Dengan senyumnya yang paling manis, Viona menyapa semua teman Davin.


"Tidak usah kenalan, sini duduk di dekat ku," ucap Davin, langsung menarik sang istri dan mereka duduk berdampingan.


"Kak Vio cantik sekali, kenapa mau menikah dengan Davin?" celetuk Sassy.

__ADS_1


Dan sontak membuat Davin melotot.


"Itulah beruntungnya Aku," balas Davin, dia lebih dulu menjawab sebelum Viona sempat buka suara.


Pembicaraan diantara mereka terus berlanjut dengan hangat, mengalir begitu saja hanya Davin yang terus tersudut di pojokan.


Bahkan Gunawan semakin memanfaatkan momen ini untuk mencari keburukan-keburukan menantunya itu di masa lalu.


Sampai tak berselang lama kemudian Dania meminta semua orang untuk mulai menikmati hidangan yang sudah dia sediakan, belum makan siang memang, tapi teman-teman Davin juga sudah merasa lapar.


Di luar dugaan Davin, Sassy dan Lola sedikitpun tidak mengusik dia. Kedua gadis itu malah sibuk dengan Anjas dan Danu, meminta pula kedua pria itu untuk menjadi tour guide pribadinya selama mereka berada di negara ini.


Sementara Dave dan Jacob terus menggoda Viona.


Sialan! umpat Davin di dalam hati. Sementara dia sibuk sendiri menggendong baby D.


Kekesalan Davin semakin menjadi saat tiba-tiba Gunawan mendekati dia.


"Andaikan saja Viona lebih dulu bertemu dengan Dave, pasti mereka lebih cocok," bisik Gunawan.

__ADS_1


"Papaaa," rengek Davin.


"Sekali lagi Papa mengganggu ku seperti itu aku akan mengadu pada mama Dania." timpal Davin lagi.


"Itulah menyebalkannya kamu, apa-apa mengadu pada istriku."


"Papa lebih menyebalkan, aku sudah memberikan cucu setampan ini masih juga dimusuhi, apa aku juga harus memberikan seorang cucu yang cantik, baiklah akan ku buat sekarang."


Mulut Gunawan tergagap sampai tidak bisa berkata-kata, apalagi saat tiba-tiba Davin meletakkan baby D di dadanya dan Gunawan otomatis menggendong, lalu Davin menghampiri Viona dan menarik istrinya itu menjauh dari Dave dan Jacob.


"Daddy kita mau kemana? kan lagi temenin mereka makan," ucap Viona diantara langkah kakinya yang mulai mengikuti langkah sang suami yang menjauh dari orang-orang.


"Aku juga mau makan Mom, tapi makanan favoritku bukan yang di meja makan," balas Davin dengan senyum seringai.


Viona sangat tahu apa maksudnya itu, intinya bahkan langsung berdenyut ketika membayangkan Davin akan memakannya.


"Tapi Dad, sedang ada teman-teman mu."


"Aku tidak peduli."

__ADS_1


Mereka mulai menaiki anak tangga.


__ADS_2