
Pengawal itu tidak terlalu mengerti akan perkataan yang dia dengar. Tidak boleh memiliki gundik? Bukankah ini agak berlebihan?
Mo Junye tidak berniat menjelaskan terlalu banyak. Dengan acuh tak acuh, dia meminta Pengawal itu menyampaikan pesannya bahwa dia menyetujui permintaan Yin Suhua. Asalkan wanita itu bersedia menandatangani surat perjanjian, maka gerbang depan akan dibukakan untuknya.
Setelah menerima perintah dari Mo Junye, pengawal itu pun langsung pergi. Pandangan Mo Junye pun perlahan menjadi jauh.
Si Yin Suhua ini cukup menarik.
Mereka saling meminta jaminan di hari pertama pernikahan, juga saling membantu masing-masing pihak untuk menjadi pihak yang jahat, sangat sempurna.
Saat pesan Mo Junye sampai ke gerbang depan, para pengawal yang ada di sana pun tercengang.
"Apa pangeran benar-benar setuju dengan persyaratan yang tidak pantas ini?"
Yin Suhua tersenyum dingin, "Aku bahkan sudah menyetujui persyaratannya yang bukan hanya tidak pantas, tapi juga sangat keterlaluan itu. Apa salahnya meminta dia untuk menyetujui permintaanku juga? Hari ini, semua orang yang ada di depan gerbang kediaman Pangeran Ning bisa menjadi saksi. Setelah memasuki Kediaman Pangeran Ning, aku, Yin Suhua berjanji untuk memutuskan hubunganku dengan orang-orang di Kediaman Perdana Menteri. Aku tidak akan memberikan keuntungan apa pun untuk Keluarga Yin. Harap Putra Pangeran juga ingat, selama aku berada di sini, jangan harap dia bisa memiliki gundik."
Setelah mengatakan hal itu, dia merebut surat perjanjian dari tangan pengawal yang masih tertegun itu, kemudian merobeknya menjadi beberapa bagian dan menghamburkannya ke udara.
"Apa yang kamu lakukan?" Pengawal itu langsung tersadar.
"Banyak orang yang menjadi saksi, perjanjian ini sudah berlaku. Apa aku harus membawa surat perjanjian ini masuk dan membakarnya? Aku peringatkan kalian, selanjutnya kalian harus memanggilku Selir Putra Pangeran. Jika aku mendengar kata 'kamu' keluar dari mulut kalian lagi, maka kalian harus menanggung akibatnya."
Aura Yin Suhua mengejutkan semua orang yang ada di sana.
"Tunjukkan jalannya!"
Saat semua orang belum sempat memberikan reaksi, Yin Suhua sudah berkata pada mak comblang dengan tenang.
Meskipun para pengawal merasa tidak terima, tapi mereka juga tidak punya alasan untuk menghentikannya dan hanya bisa membiarkannya masuk.
Mo Junye tidak muncul saat acara pernikahan berlangsung. Asalkan Yin Suhua menuangkan teh dan mempersembahkannya pada Pangeran Ning dan Selir Pangeran, maka pernikahan ini sudah terbilang sah.
Yin Suhua tidak kaget. Putra Pangeran yang satu ini terlalu menganggap dirinya penting.
Bagi Suhua sendiri, pernikahan ini hanyalah batu loncatan untuk meninggalkan Kediaman Perdana Menteri. Mo Junye tidak ingin melihatnya, jadi Yin Suhua juga belum tentu mau bertemu dengannya.
Jadi, dari awal hingga akhir, ekspresi Yin Suhua tidak terlihat menderita. Dia bahkan terlihat senang karena sudah terlepas dari lautan penderitaan.
Pangeran Ning sendiri juga merasa sangat puas dengan menantunya ini. Hanya saja sampai acara berakhir Mo Junye tetap tidak muncul. Hal ini membuat Pangeran Ning ikut canggung dan merasa bersalah pada Yin Suhua.
Senyuman di wajah Selir Pangeran Ning juga tampak tidak alami.
Selir Pangeran Ning menilai penampilan Yin Suhua, si Yin Suhua ini terlihat seperti wanita yang tidak beruntung.
__ADS_1
Yin Suhua tersenyum dengan penuh percaya diri. Dia sama sekali tidak minder karena tindakan ayahnya yang menjadikannya sebagai bidak catur, mengatur pernikahan ini dengan alasan membawa berkah bagi Putra Pangeran.
Setelah meninggalkan Keluarga Perdana Menteri, dia akan memulai kehidupannya yang baru.
Saat mempersembahkan teh untuk kedua mertuanya, Yin Suhua tampak sangat tenang.
Selir Pangeran Ning memandang Yin Suhua dengan senyum hangat. Diam-diam dia menatap Yin Suhua, dia merasa menantu perempuannya ini terlalu cantik!
Pangeran Ning benar-benar tidak memahami maksud Perdana Menteri, dia mengirimkan putrinya yang pembawa sial ini ke sini untuk menjadi pembawa berkah?
Atau dia berharap pernikahan ini benar-benar bisa berhasil membawa berkah. Membiarkan si anak penyakitan itu sembuh?
"Dari pernikahan ini, kamulah yang paling dirugikan."
Selir Pangeran menghela napas saat menerima teh yang dipersembahkan oleh Yin Suhua.
"Aku tidak merasa dirugikan."
Karena kata-kata ini, Yin Suhua memiliki kesan yang baik terhadap ibu mertuanya.
Pangeran Ning yang melihat adegan ini kemudian berkata sambil tersenyum, "Baiklah, antarkan Selir Putra Pangeran ke kamar!"
Yin Suhua duduk di kamar barunya dengan puas hati sambil mengamati suasana di sekelilingnya.
Ming Rui tidak tahan untuk tidak menghela napas. Baginya, situasi Nona sekarang bagaikan keluar dari mulut harimau dan masuk ke sarang serigala, tidak ada perubahan yang berarti.
"Ming Rui, kamu seharusnya senang karena aku bisa meninggalkan sarang yang berisi sekumpulan binatang buas itu. Setidaknya aku masih bisa bertahan hidup." kata Yin Suhua dengan lirih.
Ming Rui yang dari kecil tumbuh dewasa bersama Suhua juga sempat ditahan oleh ibu tiri Suhua.
Sesaat sebelum meninggalkan rumah, Yin Suhua memaksa dan mengancam tidak akan keluar jika tidak diperbolehkan membawa Ming Rui. Akhirnya Suhua berhasil menyelamatkan Ming Rui dengan cara ini.
Dia tidak memiliki kemampuan untuk melindungi orang-orang yang ditinggalkan oleh ibunya dan membiarkan mereka dianiaya satu per satu. Semua itu terjadi karena dia tidak berdaya.
Tapi mulai sekarang, hal seperti itu tidak akan terjadi lagi.
"Nona, ada apa?" Ming Rui bingung melihat perubahan mendadak dari Yin Suhua.
"Mulai hari ini, aku bukanlah Suhua yang dulu lagi." Yin Suhua berkata dengan misterius.
Ming Rui masih ingin menanyakan sesuatu, tapi Yin Suhua lebih dulu menyelanya, "Malam ini, Putra Pangeran seharusnya tidak akan datang. Ayo, kita pakai masker wajah lalu tidur pagian."
Yin Suhua sudah mengeluarkan masker wajah yang mengandung ekstrak herbal alami buatannya sendiri itu dari rak obatnya.
__ADS_1
Di kamar Mo Junye, pengawal yang berada di sana sedang menunggu perintahnya.
"Putra Pangeran, Pangeran baru saja mengutus orang untuk mengingatkan Anda. Meskipun Pangeran tidak datang saat acara pernikahan tadi, Pangeran tetap harus pergi ke kamar pengantin." kata Pengawal menyampaikan pesan Pangeran.
"Karena wanita itu berani untuk melangkah memasuki gerbang Kediaman Pangeran Ning, dia harus sadar kalau dia akan menjadi orang yang terbuang."
Ekspresi Mo Junye tampak sangat tenang, seolah-olah yang menikah hari ini bukanlah dirinya sendiri.
"Jadi, Selir Putra Pangeran...?" tanya Pengawal itu menunggu Mo Junye melanjutkan ucapannya.
Mo Junye bahkan berkata tanpa mengangkat kepalanya, "Anggap saja kediaman ini memelihara orang yang tidak perlu bekerja. Selama dia tidak kelaparan dan kekurangan apa pun, maka itu tidak akan jadi masalah."
"Baik. Jika Pangeran bertanya..." Pengawal istana itu benar-benar merasa sedikit kesulitan.
Mo Junye akhirnya mengangkat kepalanya, sorot matanya tampak dingin, "Aku akan pergi saat aku ingin pergi..."
Pengawal itu tidak bertanya lagi. Selama itu bukanlah hal yang merusak reputasi Kediaman Pangeran, Pangeran tidak akan menanyakannya lagi.
Bahkan jika Putra Pangeran membuat masalah, selama dia bisa menahan opini publik dan membuat orang tidak berkutik, Pangeran juga akan menganggap hal itu tidak ada.
Ming Rui melihat Yin Suhua sedang mengoleskan benda hitam lengket itu ke wajahnya. Mulutnya menganga, tapi dia tidak mengatakan apa pun.
"Nona, kenapa kamu melakukan ini pada dirimu sendiri..." Ming Rui sama sekali tidak mengerti apa itu masker wajah.
Yin Suhua memandang pantulan dirinya di cermin perunggu dan merasa sangat puas, tetapi dia tidak lupa mengoreksi Ming Rui, "Ke depannya, kamu tidak boleh memanggilku Nona lagi. Kamu harus memanggilku Selir Putra Pangeran."
Ming Rui hendak menjawab, tapi kemudian dia mendengar suara pintu yang ditendang dengan sangat keras, sampai membuatnya terkejut.
Yin Suhua menarik napas dalam-dalam. Orang ini benar-benar tidak menghormatinya sebagai Selir Putra Pangeran!
Ming Rui menoleh ke belakang dan melihat seorang wanita paruh baya yang mengenakan tusuk konde perak dan pakaian sutra. Selain itu, wanita itu juga membawa dua pelayan wanita yang sedang memegang nampan.
Saat melihat wanita itu, Ming Rui merasa sangat marah, tapi dia tidak berani mengatakan apa pun. Wanita ini menganggap remeh Selir Putra Pangeran!
Dengan wajah tersenyum, wanita itu memandang Yin Suhua yang duduk membelakanginya di depan meja rias dengan tatapan penuh penghinaan. Yin Suhua ini hanyalah seorang Selir Putra Pangeran yang dinikahkan untuk membawa berkah bagi Putra Pangeran saja. Memangnya dia bisa apa?
Setelah mengamati sekeliling dan tidak melihat batang hidung Putra Pangeran, wanita itu pun tersenyum dingin. Ternyata persis seperti dugaan Selir Pangeran. Putra Pangeran sama sekali tidak menyukai selirnya ini.
"Selir Putra Pangeran tidak usah menunggu lagi, Putra Pangeran malam ini tidak akan datang. Nih, makan sedikit!"
Wanita itu mengambil nampan dari pelayan yang mengikutinya dan langsung meletakkannya di depan meja rias dengan keras hingga kuah makanannya pun terpercik membasahi tubuh Yin Suhua.
Wanita ini tadi masuk tanpa mengetuk pintu, juga tida meminta izin, dia bahkan berani menendang pintu. Beberapa hal ini saja sudah membuat Yin Suhua sangat marah.
__ADS_1
"Kamu ini cari mati, ya?" kata Yin Suhua dengan nada yang dingin.