Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 78 - Suami Tidak Perhatian


__ADS_3

"Maaf sayang, aku tadi beli ini dulu, tidak tahu kalau beginian saja butuh waktu yang banyak," jelas Davin, dia mengangkat kantong belanjaan yang ada di tangan kanan dan kirinya.


Lengkap juga dengan wajahnya yang nampak lelah.


Viona tidak jadi marah, mereka berdua memang sudah bersepakat, sebelum mereka marah-marah dan salah paham, yang sedang marah itu harus diam dulu dan si tersangka menjelaskan semuanya, seperti saat ini.


Viona yang awalnya ingin marah karena Davin pulang terlambat jadi urung, bukannya marah kini dia malah jadi iba.


Viona sangat tahu, belanja memang butuh banyak waktu, sepertinya sebentar taunya berjam-jam.


"Kenapa belanja banyak sekali?" tanya Viona, dia ingin mengambil satu kantung plastik itu namun Davin menolak, biar dia saja yang bawa, lagipula ini tidak berat baginya.


Mereka berjalan bersama menuju ruang makan dan Davin meletakkan semua belanjaannya itu di meja makan.


"Danu dan Anjas mau kesini, ini untuk menyumpal mulut mereka."


"Iis, sama temennya sendiri begitu."


"Sudah ku bilang jangan kesini tapi masih saja mau kesini."


"Kenapa tidak boleh kesini? Daddy malu menunjukkan mommy pada mereka."


"Hem kumat," jawab Davin, dia lalu menarik pinggang sang istri dan memeluknya erat, lalu mencium bibir Viona dengan sayang dan berhenti saat Viona sudsh membalasnya dan merasa cukup puas.


"Satu, mommy sedang hamil aku tidak mau mereka menggangu waktu istirahat Mommy . Dua, kalau ada mereka waktu ku bersama mommy akan berkurang. Tiga _"

__ADS_1


"Iya iya iya, maafkan aku," potong Viona, sebelum akhirnya dia yang jadi salah.


"Daddy mandi sana, biar mommy yang beres kan ini," ucap Viona lagi.


"Mommy tidak marah kan?"


Viona menggeleng.


"Daddy mandi dulu ya," ucap Viona, dia mencium sekilas bibir sang suami lalu mendorong tubuh Davin untuk segera pergi dari meja makan itu.


Dan Davin menurut, dengan bibirnya yang tersenyum dia menuju kamar dan mandi.


Jam 8 malam.


Anjas dan Danu benar-benar datang ke apartemen Davin, dia yang sedang bersantai dengan sang istri di balkon ruang tengah pun langsung membuka pintu.


Kedua sahabatnya ini datang tanpa tangan kosong, mereka banyak sekali membawa makanan. Sampai Davin dibuat terperangah, lain halnya dengan Viona yang tersenyum lebar.


"Bu, ini semua buat ibu Viona yang cantik," ucap Anjas, memberikan semua bawaannya dan tersenyum menggoda pada istri snag sahabat.


Sudah menikah dan kini hamil semakin memancarkan kecantikan mantan guru BK nya ini, Anjas dan Danu tidak bisa bohong, ibu Viona memang cantik dan menggoda.


"Jaga matamu!" sentak Davin saat melihat Anjas dan Danu terus tersenyum lebar menatap sang istri.


Padahal malam ini Viona sudah menggunakan baju yang tertutup namun tidak mengurangi sedikitpun kecantikannya.

__ADS_1


"Daddy, jangan marah-marah. Anjas, Danu duduklah, aku beres kan makanan ini dulu," ucap Viona.


Dia lalu pergi ke dapur, tidak sadar jika Davin mengikuti langkahnya dan meninggalkan Anjas Danu di ruang tengah.


Mendadak Viona terkejut, saat Davin memeluk tubuhnya dari belakang.


"Astaga! Daddy!"


Tapi Davin tidak peduli, tetep memeluk istrinya erat.


"Sayang suka makanan-makanan ini semua," tanya Davin.


Ada kentang goreng, ayam krispy, sate, seblak dan kebab.


"Suka Dad, apapun makanannya mommy suka."


"Kenapa tidak bilang, biar daddy yang belikan."


"Tidak apa apa Dad, tidak penting siapa yang belikan, yang penting makanannya ada."


"Mommy membuatku seperti suami yang tidak perhatian," ucap Davin, dia memasukkan kedua tangannya di dalam baju sang istri, meremaas kedua gundukan itu hingga membuat Viona mengigit bibir bawahnya.


"Daddy, jangan lakukan, didepan ada Anjas dan Danu."


"Biarkan saja, ini hukuman buat mommy."

__ADS_1


"Ah."


__ADS_2