Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 101 - Bukti Apa Lagi?


__ADS_3

"Abang, kenapa berhenti?" tanya Dinara saat tiba-tiba Ghaisan menghentikan aksinya, menjauhi dadanya yang sudah basan dan menegang lalu menatapnya dalam.


"Cukup, sisanya kita lakukan setelah menikah."


Mendengar jawaban itu Dinara tersenyum kecil, ada perasaan bahagia yang tiba-tiba menjalar di hatinya. Meskipun sebenarnya Dinara sudah siap jika mereka melakukannya malam ini, disini.


Masih di posisi yang sama dan kedua dada Dinara terbuka, Ghaisan membelai wajah gadis kecilnya ini, menatap dalam-dalam kedua bola matanya mencari kejujuran.


"Benar kamu mencintai aku?" tanya Ghaisan, dan tiba-tiba Dinara berkedip merasa gugup.


cinta memang belum ada, namun dia sudah terbiasa dengan adanya Ghaisan, sudah menganggap bahwa memang hanyalah Ghaisan satu-satunya pria yang ada dihidupnya, bahkan Dinara sudah rela memberikan semuanya pada pria ini.


"Kenapa diam?"


"Abang membuatku malu," bohong Dinara, dia menunduk dan menghindari tatapan Ghaisan. Padahal dia bukan malu, tapi gugup.


"Malu kenapa?"


"Aku sudah setengah telanjaang begini dan Abang masih mempertanyakan tentang cinta, abang mau bukti apa lagi?" tanya Dinara, dia masih setia menunduk, bahkan melihat sendiri kedua dadanya yang terbuka.


Dan mendengar jawaban Dinara itu cukup membuat Ghaisan membenarkan. Dinara sudah memberikan dia akses, tidak mungkin jika itu tanpa cinta.


Ghaisan mengangkat Dagu dimata dan kembali mengecupnya sekilas.

__ADS_1


"Ayo kita naik, Davin dan Viona pasti sudah menunggu," ucap Ghaisan. Dia kembali merapikan baju Dinara juga menyisir rambut gadinsnya menggunakan jari-jari.


Sebuah perlakuan manis yang membuat hati Dinara menghangat.


*


*


Di apartemen.


Davin dan Viona sudah cukup lama menunggu kedatangan Dinara dan Ghaisan.


namun Hingga jam 9 Malam Kedua orang itu belum juga menampakkan batang hidungnya.


"Tapi kata mama Dania, Dinara sudah jalan kesini Dad, kita tunggu sebentar lagi."


"Mending kita buat jalan lahir Mom dari pada nungguin mereka."


"Buat jalan terus."


"Kan biar lancar."


"Ish daddy!"

__ADS_1


"Coba ku periksa, udah basah belum." Davin dengan segera mengarahkan tangan kanannya itu masuk ke dalam gaun tidur sang istri, menyelip diantara devita merah muda itu dan masuk ke dalam lembah, hingga Viona mendesaah ah.


"Ught dadhh."


"Tuh kan mommy mau, mending kita ke kamar," ajak Davin pula.


Tangannya terus aktif memutar-mutar, membuat Viona makin menegangkan kakinya menikmati getaran nikmat. Namun belum sampai di puncak tiba-tiba bell apartemen mereka berbunyi.


Dan terpaksa menghentikan aktifitas mereka.


"Ahh daddy, mommy masih mau," rengek Viona karena Davin menarik tangannya.


"itu ada tamu Mom, pasti Dinara sama Ghaisan, nanti aja di kamar lanjut lagi."


Viona mendengus kesal, dia membiarkan saja suaminya sendiri yang membuka pintu sementara dia menunggu di ruang tengah, merapikan lagi gaunnya yang tersingkap dan dadanya yang sempat di kulum oleh sang suami.


Dan benar saja yang datang adalah Dinara dan Gaisan. Davin menyambutnya dengan sebuah omelan panjang, pergi dari jam 7 dan baru sampai saat jam 9 padahal jarak dari Mansion Gunawan ke apartemen tidaklah terlalu jauh, paling lama 30 menit perjalanan.


"Kalian kemana aja tadi?" tanya Davin, di antara langkah kaki mereka yang masuk ke ruang tengah.


"Tidak kemana-mana kok, cuma di basem_"


"Shht!" potong Ghaisan cepat, wah! Ghaisan hampir saja terkena serangan jantung, bisa-bisa Dinara pun mengatakan apa yang mereka lakukan di basement tadi.

__ADS_1


Gawat gawat! batin Ghaisan.


__ADS_2