Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 69 - Kecil Jadi Besar


__ADS_3

Davin terus asik dengan aktifitasnya sendiri, memakan liang kenikmatan sang istri hingga Viona menggeliat dan mencengkram pinggiran meja makan dengan kuat.


"Daddyyyh jahat, Ah," rancaunya.


Viona sudah tidak ingin pisang itu, dia ingin pisang yang lain menusuk intinya. Jadi saat pelepasan itu tiba, ada benda yang mengganjal di intinya, benda yang bisa dia jepit kuat.


"Dadhh aku mau sekarang."


"Mau apa?"


"Pisangnya Daddy."


Davin terkekeh pelan, lalu menggendong sang istri dan membawanya masuk ke dalam kamar mereka.


Merebahkan tubuh Viona diatas ranjang dan mulai mengukungnya.


Davin mulai bergerak pelan, dengan kedua tangan yang membuka baju atas yang istri, membuat dada itu menyembul dan bergoyang sendiri.


Dari semalam tidak menyusu membuat dia kini begitu kehausan. Dengan pinggulnya yang naik turun Davin pun melahap buah itu secara bergantian.


Sementara Viona hanya bisa mendesaah dan menyebutkan nama suaminya.


"Ah Viin, uh daddyyh, ah."


Viona pun menggerakan pingulnya, mencari kenikmatannya sendiri sebelum akhirnya tumpah lebih dulu.


"Dadhh."

__ADS_1


"Aku datang Mom," lirih Davin, saat Viona menegang, dia semakin mempercepat tempo permainan, hingga pisangnya terasa terhimpit semakin kuat, dan Cras! laharnya itu akhirnya tumpah juga.


Davin menusuk hingga titik terdalam, bersemayam disana menikmati denyut yang berkedut.


"Mom."


"Iyah Dadh, apah sayang?"


"Mommy jangan marah-marah lagi ya."


"Iyah."


Keduanya kembali berciuman mesra, Davin pun kembali membelai dada sang istri yang jadi kesukaannya.


Siang itu mereka melakukannya 2 kali. Sampai Viona ampun ampun baru Davin berhenti.


6 hari ini Viona terus menunjukkan perubahan yang tidak menentu. Tiba-tiba marah, tiba-tiba menangis, lalu tertawa ceria. Kadang sehari Viona ingin terus bercinta, kadang dipeluk suaminya pun dia enggan.


Davin yang paling memahami pun merasa heran. Apalagi sejak ujian nasionalnya usai Davin tidak lagi sekolah, membuatnya lebih memahani perubahan sang istri.


Bingung memikirkan jawabannya, akhirnya Davin menelpon sang ibu saat Viona tengah tidur siang setelah pergulatan mulut diantara mereka.


Untunglah di ujung sana Mutia langsung menjawab panggilannya.


Saat ditanya kenapa oleh sang ibu, Davin langsung menceritakan semua perubahan Viona saat ini.


"Ya ampun Daviiiin, itu Viona pasti hamil. Udah sana bawa ke dokter kandungan!" jawab Mutia dengan berteriak, antara bahagia dan tak menyangka anak bungsunya sudah mau punya anak.

__ADS_1


Sementara anak sulungnya Ghaisan, boro-boro menikah. Ghaisan bahkan tidak pernah membawa wanita untuk diperkenalkan pada kedua orang tuanya.


"Hamil?" ulang Davin sekali lagi yang masih tidak percaya, masa iya hamil? pikirnya.


"Iya Vin, mama yakin 100 persen itu menantu mama hamil, kamu mau pergi ke rumah sakit atau mama saja yang menemani Vion?"


"Jangan! Viona kan istriku, ya harus aku yang bawa ke dokter."


"Ya sudah sana pergi, mama dan mama Dania akan langsung ke apartemen kalian."


Setelah panggilannya dengan sang ibu terputus, Davin kembali menghampiri sang istri di dalam kamar.


"Mom, bangun sayang." panggil Davin, Viona menggeliat, langsung memeluk pinggang suaminya erat.


"Dadhh, Mommy tadi marah-marah ya, maafin mommy ya?" pinta Viona.


"Iya Mom, daddy sudah maafkan. Yuk sekarang bangun."


Viona mengangguk, dia mulai mengangkat kepalanya, tapi bukan bangun malah membuka kancing celana sang suami dan memakan pisang yang masih kecil itu hingga membuatnya berubah jadi besar.


"Ahh Vio."


Davin terbawa suasana, dia lupa jika ibu dan mertuanya akan datang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bab 2 meluncuur, vote vote vote jangan lupa ya 💋💋

__ADS_1


__ADS_2