Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 36 - Makan Malam Bagian 1


__ADS_3

Jam 3 sore saat Viona beristirahat di kamarnya nya, Dania menghampiri.


Setelah mengetuk pintu dan mendapatkan izin masuk dari sang anak Dania pun masuk ke dalam kamar Viona.


"Ma," sapa Viona seraya duduk sempurna di atas ranjang.


"Maaf mama mengganggumu, tapi nanti malam kita ada undangan makan malam di rumah keluarga Alteza, kamu jangan lupa bersiap-siap."


Viona mengulum senyum, karena sebenarnya dia sudah tahu.


"Iya Ma," jawab Viona dengan menyembunyikan senyumnya agar tidak ketahuan.


Tapi Dania yang super duper peka langsung memahami senyum malu-malu itu.


"Kenapa senyum-senyum?" tanya Dania mirip seperti Dinara tadi siang, membuat Viona akhirnya tak bisa lagi menyembunyikan senyumnya, lucu.


"Mama dan Dinara sama saja, tanya seperti itu terus kenapa senyum-senyum."


"Karena senyummu mencurigakann," jawab Dania dengan tersenyum yang pula.


"Viona, mama berterima kasih sekali karena kamu sudah membuka hatimu untuk menerima mama dan Dinara. Tapi Mama ingin jadi lebih egois, Mama ingin kamu juga terbuka kepada Mama, menceritakan apapun masalah kamu dan kita berbagi semuanya."


Viona terdiam, jadi teringat akan sang ibu yang sudah tiada.


"Mama tidak ada sedikitpun niat untuk menggantikan mama Vivian di hati kamu, mama hanya ingin kita menjadi keluarga yang sesungguhnya."

__ADS_1


Sesaat hanya ada hening, Dania menunggu tanggapan yang akan diberikan oleh Viona, tapi anak sulungnya itu tetap tidak memberikan tanggapan apapun. Hingga akhirnya hanya sebuah anggukan kepala kecil yang diberikan oleh Viona, namun itu mampu membuat senyum dibibir Dania semakin lebar.


Dania mendekap Viona dan Viona pun membalasnya, sesaat mereka saling berpelukan erat, seolah menyingkirkan semua dinding pembatas yang selama ini terbentang diantara mereka berdua.


*


*


Jam 7 malam.


Keluarga lengkap Gunawan sudah memarkirkan Mobilnya di halaman rumah keluarga Alteza. kedatangan mereka itu pun langsung disambut hangat oleh keluarga yang menjemput di teras rumah.


Davin langsung terpesona saat melihat penampilan kekasihnya malam ini.


Rambutnya diikat rapi dan menggunakan gaun malam berwarna hitam yang tertutup namun semakin terlihat mempesona, seolah auranya terpancar tidak ada yang bisa menandingi.


Ada senyum kecil yang diukirkan Ghaisan ketika menatap Viona malam ini.


"Masya Allah, anakmu cantik cantik ya Jeng, ini pasti Viona dan ini Dinara," ucap Mutia, langsung mode ngerumpi saat bertemu dengan teman sosialita nya, Dania.


"Masuk dulu Ma, ngobrolnya di dalam," ajak Alteza.


Setelah sapa-sapa sebentar itu mereka semua langsung masuk ke dalam rumah. Davin pura-pura sibuk di belakang lalu menyempatkan diri untuk meremat bokong sang kekasih.


Dan secepat kilat Viona mencubit tangan nakal itu.

__ADS_1


Mereka semua akhirnya berkumpul di meja makan, terbelah jadi dua antara keluarga Alteza dan keluarga Gunawan.


"Jadi ini yang namanya Davin? beberapa hari lalu kami membicarakan dia," ucap Dania, jeng-jeng an dengan Mutia.


"Iih, ngomongin apa?"


"Davin sering gangguin Viona di sekolah, jadi Viona sekarang jadi guru BK di sana."


"Oh, nggak kerja di perusahaan lagi."


"Istirahat sebentar nanti juga balik lagi."


"Mungkin takdirnya ketemu Davin di sekolah."


Dania dan Mutia terkekeh, asik sendiri.


Sementara Dinara sedikit kikuk, karena ketahun bohong pada Davin.


Makan malam pun berlangsung, didominasi oleh pembicaraan Dania dan Mutia. Sesekali bercanda untuk menjodohkan anak-anaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hemm, kapan ke kamarnya thor?


Bentar lagi 🤣🤣

__ADS_1


bunga bunga bunganya jangan lupa 😗😗😗


__ADS_2