
"Tidak, bukan maksudku bersikap lancang. Silakan masuk, Pangeran." Houyan langsung mengubah ekspresi wajahnya dengan hebat.
Suhua tidak ingin mencari masalah saat ini. Lagi pula, dia pulang untuk membereskan masalah yang lebih penting.
Ekspresi wajah Yuhu pun berubah. Sejak melihat Mo Junye, Yuhu tahu kalau tujuan kepulangan Suhua kali ini pastilah tidak sesederhana itu.
Tidak peduli seberapa pendek umur Mo Junye, tidak ada yang bisa menggoyahkan status dan kedudukannya.
Karena di balik Mo Junye sokongan dari Raja Ning dan Kaisar.
Selama Mo Junye tidak membuat kesalahan besar, siapa yang berani menyentuhnya?
Ketika berjalan melewati Yin Miaoxue, Yin Suhua sengaja berbisik untuk mengingatkannya, "Adikku, sepertinya aku sudah pernah mengatakannya kepadamu, nikmatilah selagi kamu masih bisa menikmatinya, karena semua itu pasti ada balasannya."
Wajah Miaoxue sontak berubah. Dia benar-benar khawatir kalau kepulangan Suhua kali ini adalah untuk balas dendam padanya.
Sedari kecil, Miaoxue pernah menjambak rambut Suhua, melepaskan anjing untuk menggigit Suhua, juga menyuruh Suhua untuk berlutut di lantai dan menungganginya seperti seekor kuda...
Intinya, masalah ini tidak akan selesai begitu mudahnya hanya dengan mengalah saja.
Suhua mengabaikan Miaoxue, lalu berjalan mengikuti Mo Junye dan yang lain.
Suhua memberikan Ming Rui sebuah tatapan. Ming Rui pun paham maksud tatapan itu. Lantas, ketika orang-orang sedang tidak memperhatikannya, Ming Rui langsung berjalan ke arah lain.
Barusan, seseorang masuk untuk mengabarkan kedatangan Mo Junye. Semua pelayan yang berada di dalam kediaman pun langsung keluar dan menyambutnya.
Suhua sama sekali tidak merasa senang. Ini bukanlah tujuan kepulangannya.
Mo Junye juga tidak tertarik melihat pemandangan di Kediaman Perdana Menteri.
Sepertinya Houyan memahami cara menjadi seorang pejabat dengan sangat baik. Kediamannya sangatlah bersih dan sederhana, seakan-akan ingin memberikan kesan bahwa dia adalah seorang pejabat yang jujur.
Namun, Mo Junye tahu betul seperti apa fakta yang sebenarnya.
Di atas aula utama, Suhua ingin menertawakan Yuhu yang tampak gelisah.
Tiande dan Miaoxue terlihat lebih ketakutan. Ekspresi mereka sangat lucu ketika Mo Junye menatap mereka.
Mo Junye memiliki temperamen yang menawan dan mengintimidasi. Berdasarkan rumor yang beredar, dia adalah orang yang mudah marah, dingin dan sulit untuk didekati.
Sekarang mereka telah bertemu secara langsung. Ternyata Mo Junye memang membuat orang merasa sangat tertekan.
__ADS_1
Suasananya terasa sangat canggung. Sepertinya Mo Junye tidak ingin berbicara terlebih dahulu, jadi Suhua juga tidak ingin menjadi penengah mereka.
Houyan yang tidak berdaya akhirnya berkata, "Pangeran, kondisimu terlihat cukup baik."
"Tidak seperti orang berumur pendek yang hidupnya hanya tersisa satu tahun. Perdana Menteri, begitukah maksudmu?"
Mo Junye memperjelas maksud ucapan Houyan.
Wajah Houyan sangat muram, tetapi dia tidak berani menyerang Mo Junye.
Houyan tersenyum dan berkata, "Aura seseorang akan terlihat lebih cerah ketika dipertemukan dengan hal baik. Mungkin keberuntungan akan menghampiri Pangeran."
Kali ini, Mo Junye tidak menjawab Houyan.
Ucapan Houyan berlalu begitu saja dan tidak ada yang menjawabnya, membuatnya merasa semakin canggung.
Yin Suhua hanya memandangnya dan tidak ingin membantu Houyan.
Tahu bahwa Yin Houyan sudah tidak berdaya lagi, Shen Yuhu pun langsung membantunya, "Suhua, entah kapan kamu bisa pulang dan bertemu lagi dengan kami. Meskipun kita semua berada di ibu kota kerajaan, kamu telah menikah dan menjadi bagian dari keluarga suamimu. Lihatlah, apakah ada barang yang ingin kamu bawa dari rumah ini? Bawalah sebagai kenang-kenangan."
"Benar, tidak perlu mengkhawatirkan kami. Kamu harus berbakti kepada Raja dan Selir Raja. Belajarlah yang baik dan jangan mempermalukan Pangeran," sambung Houyan.
Suhua tersenyum. Mungkin mereka akan menangis setelah Suhua mengatakan keinginannya.
Melihat ekspresi Suhua, Yuhu tahu bahwa Suhua telah mempersiapkan dirinya.
"Ibuku sudah lama meninggal. Saat menikah dengan Ayah, Ibu pasti mendapatkan mahar. Berdasarkan aturan dinasti, sebagai seorang anak tunggal, seharusnya mahar Ibu ditambahkan ke dalam daftar maharku. Ayah, apakah yang kukatakan benar?"
Ucapan Suhua menghantam jantung Yuhu.
Yuhu bersusah payah menguasai mahar-mahar tersebut. Bagaimana mungkin dia akan melepaskannya begitu saja?
"Sebagai seorang Perdana Menteri, Ayah telah membantu Yang Mulia untuk menangani militer. Aku percaya, Ayah tidak akan mempermasalahkan barang sepele seperti mahar. Ayah juga tidak akan menggunakan alasan seperti daftar mahar ibu hilang untuk membohongiku, kan?"
Yin Houyan akhirnya mengerti. Suhua sudah membulatkan tekadnya dan ingin memutuskan hubungan dengan Kediaman Perdana Menteri.
Kepulangan Suhua kali ini hanyalah untuk membawa semua barang peninggalan wanita itu.
Mo Junye tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia sendiri tidak menyangka bahwa Suhua akan berbuat seperti ini.
Namun, Mo Junye tidak keberatan. Mo Junye tidak menyukai Shen Yuhu, sama seperti dia tidak menyukai Selir Raja yang menjadi ibu tirinya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Houyan menggertakkan giginya, "Tentu saja Ayah tidak keberatan. Jika bukan karena pernikahanmu yang mendadak, mahar-mahar itu seharusnya diberikan kepadamu sejak awal. Karena kamu memiliki niat seperti itu, bisa dikatakan bahwa kamu mempunyai kemampuan untuk mengurus rumah. Itu jauh lebih baik daripada merepotkan Selir Raja untuk mengajarimu satu per satu. Nanti Ibumu akan menghitung dan menuliskan daftar maharnya kepadamu."
Suhua mengoreksi ucapan Houyan dengan senyum, "Ayah, Ibu sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu. Bagaimana dia bisa membereskan maharnya?"
Yuhu benar-benar ingin menampar Suhua keluar dari rumah ini.
Houyan terbatuk kecil. Dia hanya bisa menelan air ludah sendiri dan memperbaiki "kesalahannya".
"Maksudku adalah nyonya. Dia akan membantumu membereskan mahar. Tapi, daftar mahar ibumu tidak ada padaku. Mengikuti Aturan Dinasti Dayong, pihak wanitalah menyimpan daftar dan maharnya sendiri. Ibumu telah lama meninggal. Daftar mahar juga sudah lama ikut menghilang."
"Jadi, mahar ibu akan menjadi aset milik Kediaman Perdana Menteri?"
Suhua sama sekali tidak ingin membiarkannya menang. Houyan adalah orang yang tidak tahu malu, untuk apa dirinya harus mengalah kepada orang seperti itu.
Wajah Houyan terlihat semakin muram. Belum sempat Houyan berbicara, terdengarlah suara teriakan dari luar.
"Selir Pangeran, mereka tidak memperbolehkanku masuk."
Mendengar suaranya, Suhua langsung tahu itu adalah Ming Rui.
Saat masuk ke Kediaman Perdana Menteri tadi, Suhua menyuruh Ming Rui melakukan misi yang lain.
Tampaknya Ming Rui menyelesaikan tugasnya dengan baik.
"Ayah, dia adalah pelayanku yang berasal dari sini. Apakah Ayah mengenalinya?" ucap Suhua dengan santai.
Sekarang, status dan kedudukan mereka sudah tidak sama.
Sebelumnya, saat masih berada di Kediaman Perdana Menteri, mereka adalah orang yang ditindas.
Hari ini, mereka kembali dengan status sebagai Selir Pangeran dan satu-satunya pelayan mahar. Ditambah, Pangeran juga datang dengan membawa pasukan pengawal.
Mereka sedang berhadapan dengan orang yang salah jika masih berniat untuk menindas Suhua dan Ming Rui.
"Bukan seperti itu, mungkin tadi dia tidak ikut masuk bersama kalian, jadi orang-orang di kediaman ini tidak menyadarinya." Meskipun sedang tidak senang, Houyan juga tidak bisa membalasnya.
"Apakah kalian tidak mendengar kata-kata Perdana Menteri? Kalian, manusia tidak berguna, berani-beraninya mencegat pelayanku. Apakah kalian ingin menentangku di hari kepulanganku?"
Pengawal di depan mendengarnya. Tentu mereka tidak berani mencegat Ming Rui lagi.
Dengan cepat, Ming Rui datang ke hadapan Suhua, lalu memberikan salam kepada para petinggi dengan penuh hati-hati.
__ADS_1
Setelah itu, Ming Rui berbisik di telinga Suhua, "Selir Pangeran, aku sudah menemukan Bibi Zhou."