
Setelah mendengarnya, wanita itu mengangkat kepala dan terkejut saat melihat wajah Yin Suhua yang sedang memakai masker.
"Kamu...kamu siapa?"
Yin Suhua menatapnya dengan tenang, lalu bangkit perlahan dan berkata dengan lembut, "Semestinya aku adalah selir pangeran. Namun, aku benar-benar ingin tahu, bagaimana kamu bisa masuk ke sini tanpa izin dariku?"
"Selir pangeran? Seharusnya kamu tahu dengan jelas asalmu. Demi menjilat Raja kami, Perdana Menteri bahkan tidak tahu malu dan mengirimmu ke sini. Jelas-jelas kamu ini bukan bangsawan."
Ming Rui yang mendengar kata-kata kejam wanita itu pun merasa sakit hati untuk Yin Suhua.
Namun Yin Suhua sama sekali tidak gentar, dia perlahan berdiri dan berjalan ke depan wanita itu.
"Benar, kalau kamu bilang Perdana Menteri tidak tahu malu, aku juga setuju dengan hal itu. Tapi sebagai pelayan rendahan, kamu bahkan berani secara terang-terangan menghina pejabat kerajaan. Jika kata-katamu itu tersebar, apa menurutmu Pangeran akan melindungimu? Atau mungkin kamu berpikir Selir Raja tidak memedulikan reputasi Kediaman Raja Ning lagi, lalu membelamu hanya karena kamu telah melayaninya selama bertahun-tahun?"
Wanita itu tidak menyangka kalau si Yin Suhua ini begitu pandai bicara. Setelah ragu-ragu sebentar, dia pun kembali tenang.
"Hamba tadi hanya terlalu terkejut sampai berani bicara sembarangan. Mohon maafkan hamba."
Ketika Selir Pangeran tiba di Kediaman Raja, dia hanya memiliki seorang pembantu yang lemah di sampingnya. Kemungkinan dia juga tidak bisa melakukan apa-apa.
Namun, Yin Suhua tidak membiarkan kesalahan wanita ini selesai begitu saja. Dia menjambak rambutnya, kemudian mendorongnya dengan keras ke lantai.
Wanita itu terjatuh ke lantai dengan keras. Tangannya yang mengenai pecahan porselen pun mengalirkan darah.
Semua gerakan Yin Suhua ini sangat gesit dan cepat, membuat Ming Rui yang berdiri di samping terperangah melihatnya.
Yin Suhua yang dulu pasti tidak punya kekuatan bahkan keberanian seperti ini.
"Kamu bahkan berani memukulku? Aku adalah orang yang melayani Pangeran secara langsung!"
Wanita itu berkata sambil perlahan bangkit, tapi Yin Suhua menginjak tubuh wanita itu dan membuatnya menjerit kesakitan.
"Selir Pangeran mau membunuhku!"
Wanita yang marah itu pun langsung berteriak.
Pengawal yang ada di sekitar sana pun bergegas datang.
Melihat Selir Pangeran yang memakai benda aneh di wajahnya, lalu ada wanita setengah baya yang tersungkur di lantai, para pengawal pun merasa pemandangan ini benar-benar di luar dugaan.
__ADS_1
"Kenapa? Apa ini peraturan yang ada di Kediaman Raja Ning? Tadi siapa yang berjaga di luar dan membiarkan pelayan tua tidak tahu malu ini masuk tanpa izin? Apa kalian semua tidak menganggapku sebagai Selir Pangeran?"
Meskipun sedang memakai masker wajah, tapi itu tidak memengaruhi sorot mata tajam Yin Suhua.
Para pengawal yang mendengarnya pun saling memandang. Sebenarnya ini memang salah mereka.
"Mohon izin menjawab, Selir Pangeran. Dia adalah Bibi Wang, pelayan di Kediaman Raja yang dipercaya oleh Selir Raja. Mohon Selir Pangeran memaafkannya."
"Hanya karena mendapatkan kepercayaan Selir Raja, maka dia bisa bertindak kurang ajar dan berbicara sembarangan padaku? Secara terang-terangan menghina pejabat kerajaan? Ini maksud Selir Raja atau maksud Pangeran?"
Meskipun para pengawal merasa tidak terima, tapi masalahnya sudah sampai pada titik ini. Mereka juga tidak berani meremehkannya.
Yin Suhua mengambil sebuah pil dari rak obat, lalu memasukkannya ke dalam mulut wanita itu dan memaksanya untuk menelannya.
"Apa yang kamu berikan padaku?" Wanita itu berteriak panik. Dia tidak ingin mati, jadi dia mencoba memuntahkan pil yang sudah tertelan.
"Selir Pangeran, dia memang bersalah, tapi tidak pantas mati..."
"Mati? Aku bahkan tidak mau mengotori tanganku. Hanya saja, pelayan kurang ajar seperti dia, terlalu dimanja sampai berani bicara kurang ajar. Nantinya, mulutnya itu akan membawa bencana. Obat yang baru saja kuberikan padanya hanya akan membuatnya tidak bisa bicara selama tiga hari. Bawa dia keluar!"
Pengawal melihat Bibi Wang yang mengenaskan dan tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, lalu berkata pada orang di belakangnya, "Baik. Bawa Bibi Wang keluar."
Yin Suhua baru saja tiba di Kediaman Raja Ning, tapi wanita tua ini sudah berani mencari gara-gara dengannya. Jangan salahkan dia kalau dia sampai menggunakan kekuasaannya seperti ini.
Yin Suhua sudah berkata begitu, pengawal pun hanya bisa menyuruh Bibi Wang memberi hormat.
Dalam hati Bibi Wang merasa sangat tidak rela, tapi dia tahu kalau dia tidak sanggup melawan Yin Suhua. Dia pun hanya bisa berlutut dan memberi hormat pada Yin Suhua.
Pengawal segera membawa Bibi Wang pergi. Yin Suhua kemudian meminta Ming Rui untuk membantu mengganti pakaiannya. Pakaiannya menjadi kotor, membuatnya tidak tahan!
"Bibi Wang dipukul?"
Saat ini, di kamar Mo Junye.
Pengawal melaporkan seluruh peristiwa yang terjadi di kamar Yin Suhua pada pangeran.
Setelah mendengar berita ini, sudut bibir Mo Junye menyunggingkan senyuman samar. Pengawal tidak berani memercayai apa yang dia lihat. Sang Pangeran bahkan tersenyum!
"Ini aneh. Bukankah di Kediaman Perdana Menteri dia sangat lemah, pengecut dan selalu ditindas?"
__ADS_1
Dahi penjaga itu seketika mengeluarkan keringat sebesar biji jagung. Dia yang sebelumnya menyelidiki semua hal tentang Yin Suhua.
Saat ini nyali Selir Pangeran sangat besar, benar-benar tidak terlihat seperti wanita lemah yang mudah ditindas.
Selir Pangeran ini memang bukan orang sembarangan.
"Bibi Wang Tidak hanya dipukul, Selir Pangeran sepertinya juga memberinya racun. Dengar-dengar efeknya membuat orang tidak bisa berbicara selama tiga hari."
Sorot mata Mo Junye perlahan berubah, suaranya terdengar dingin, "Racun?"
"Apa Pangeran tidak ingin ke sana untuk melihat situasi?" tanya pengawal itu lagi.
"Dia hanyalah antek Selir Raja, tidak perlu dipedulikan. Tapi, Selir Pangeran yang bisa meracuni orang, itu cukup menarik."
Saat pangeran mengajukan syarat padanya, wanita itu juga berbalik mengajukan syarat untuknya. Mungkin wanita itu masih memiliki trik-trik lain yang akan membuat orang terkejut!
Saat ini, Ming Rui masih merasa khawatir karena peristiwa yang baru saja terjadi, "Selir Pangeran, wanita tadi adalah orang kepercayaan di sini. Kita baru saja masuk tapi sudah menyinggungnya, bukankah ini tidak baik?"
Cara berpikirnya masih sama seperti ketika dia ditindas di Kediaman Perdana Menteri.
"Menyinggung? Seharusnya dia bersyukur karena aku tidak membuatnya bisu seumur hidup."
Yin Suhua mencuci muka dan menunjukkan wajahnya yang cantik lagi. Wajahnya saat ini terlihat lebih cerah dan menakjubkan dari sebelumnya.
Ming Rui yang ada di samping tertegun melihatnya. Masker wajah ini ternyata memiliki khasiat yang sangat ajaib.
"Ming Rui, bawa keluar baskom air ini. Kamu juga cepatlah tidur."
Yin Suhua berbaring di ranjang yang besar dengan nyaman. Dia sama sekali tidak merasa sedih karena harus tidur sendirian di malam pertamanya. Siapa yang tahu sosok Pangeran itu seperti apa? Yin Suhua bahkan belum pernah bertemu dengannya. Dia juga tidak bisa menerima pernikahan yang tidak didasari dengan cinta seperti ini.
...
Ketika hampir terlelap, Yin Suhua mendengar suara di jendela.
Seorang pria berpakaian hitam masuk. Yin Suhua yang sedang berbaring di ranjang mau tidak mau mendesah. Penjagaan di Kediaman Raja Ning ini tidak terlalu baik. Semua orang bahkan bebas keluar masuk kamar Selir Pangeran seperti ini.
Karena malam pertama pernikahan tidak boleh memadamkan lilin, jadi kondisi di kamar saat ini sangat terang.
Mo Junye datang dan berjalan ke depan ranjang. Ini pertama kalinya dia melihat selirnya. Wanita ini ternyata begitu luar biasa, seperti rembulan yang terang. Bahkan dengan mata tertutup, dia bisa merasakan cahaya yang terpancar darinya.
__ADS_1
Sebelum Mo Junye sempat bereaksi, Yin Suhua tiba-tiba membuka matanya, lalu mengeluarkan jarum yang dia bawa dari laboratorium dan menusukkannya ke tubuh Mo Junye.