Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 74 - Diceramahi


__ADS_3

Pagi ini Davin dan Viona sarapan di restoran yang ada di gedung apartemen mereka.


Viona memesan banyak makanan, sementara Davin tidak memesan apa-apa, ini bukan pertama kalinya dia makan bersama dengan sang istri di restoran dan Davin sudah cukup menghafal apa kebiasaan istrinya itu.


"Daddy tidak pesan makanan?"


"Tidak."


"Kenapa?"


"Nanti juga yang ngabisin semua makanan ini daddy."


Viona terkekeh, dia memang suka membeli banyak makanan tapi tidak suka menghabiskan nya.


"Aa," ucap Viona, memerintahkan sang suami untuk buka mulut dan Davin pun menurut, pagi ini dia makan disuapi oleh Viona.


Sampai akhirnya semua makanan diatas meja tandas tak bersisa.


"Nanti kalau anak kita lahir pasti mommy tidak sempat lagi menyuapi daddy seperti ini," ucap Davin, mereka sudah selesai sarapan, namun masih duduk ditempat yang sama untuk istirahat sejenak.


"Iya lah Dad, aku akan mengutamakan anak kita dulu baru Daddy."


Davin mengerucutkan bibirnya, mulai membayangkan waktu sang istri yang akan semakin berkurang untuknya.


"Kenapa seperti itu Mom?"

__ADS_1


"Karena dia masih bayi, dia belum bisa melakukan semuanya sendiri."


"Kita pakai baby sitter ya?"


"Boleh, tapi bukan sepenuhnya anak kita dia yang pegang, aku akan tetap mengambil alih semuanya, menyusui secara langsung, tidur malam bersama dia, makan nya semua-semuanya aku ingin sendiri."


"Jadi apa gunanya baby sitter?"


"Mendampingi saja."


Davin terdiam.


"Kenapa?" tanya Viona.


"Tidak akan seperti itu andai Daddy juga ikut mengurus anak kita, jadi kita akan terus bersama," jelas Viona.


Mendengar itu Davin terdiam sejenak, sebelum akhirnya dia mengukir senyum dan menggenggam erat tangan Viona yang ada diatas meja.


"Maafkan aku, tentu saja aku membantu mu untuk mengurus anak kita. Itu tanggung jawab kita bersama."


Kini Viona yang tersenyum, Viona sangat sadar jika suaminya ini masih ingin banyak bermain, sementara Davin sudah memiliki tanggung jawab yang besar, memikirkan tentang dia dan anak mereka, juga perusahaan di usianya yang masih 20 tahun.


"Apa Daddy menyesal menikah dengan mommy? harusnya sekarang Daddy masih menikmati masa muda, pergi bersama dengan Anjas dan Danu," terang Viona, kini dia sudah tau teman-teman dekat Davin, meski belum pernah berkumpul. Karena masih merasa canggung.


"Pertanyaan macam apa itu, apa mommy yang menyesal karena menikah dengan Daddy?"

__ADS_1


"Aku tidak menyesal, wanita itu mahluk paling bodoh tentang cinta, sekali dia mencintai seseorang dia akan melakukan semuanya, memberikan segalanya, dan itu yang sedang mommy lakukan sekarang."


Davin terkekeh, jawaban itu tidak lucu, tapi dia malah ingin tertawa.


"Apalagi jika pria itu adalah ayah dari anak yang dia kandung, wanita pasti akan sangat mencintai dirinya."


"Maafkan daddy Mom."


"Jangan minta maaf terus, nanti lama-lama kata maaf itu jadi tidak ada artinya, karena daddy akan menganggap kesalahan itu biasa, selesai setelah meminta maaf."


Davin menghela nafasnya, karena ujung-ujungnya dia juga yang diceramahi.


Semenjak menikah dan hamil, Viona jadi sering marah-marah, berkata panjang lebar seperti tadi, kadang Davin memang merasa kesal, tapi saat melihat Viona tidur sambil memegang perutnya, jadi Davin yang malah merasa bersalah.


Karena dia lah yang menikahi Viona dan membuatnya hamil, membuatnya muntah setiap pagi, tak berselera makan disiang hari dan sulit tidur saat malam hari.


Terlalu banyak pengorbanan Viona, membuatnya jadi malu untuk mengeluh.


"Kenapa Daddy wajahnya jadi begitu? Daddy marah?"


"Tidak, tidak, tidak, ayo kita pulang."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini up 5 bab lagi, tapi alon alon ya 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2