Menggoda Wanita Dewasa

Menggoda Wanita Dewasa
BAB 87 - Otak Kusut Davin


__ADS_3

Jam setengah 10 pagi, mansion Gunawan langsung heboh.


Dinara terus menangis melihat pertengkaran kakak dan iparnya, sementara Viona terus marah dan kesal karena Davin mengikutinya sampai kesini.


Dan Davin pun belum puas sampai sang istri mengatakan yang sebenarnya terjadi tentang semalam, tentang kenapa Ghaisan masuk ke dalam apartemen mereka.


"STOP!" teriak Gunawan, menghentikan kegaduhan yang terjadi di teras mansionnya. Para pelayan bahkan langsung kabur tak diperbolehkan untuk melihat pertengkaran ini.


"Apa apa ini? kenapa kalian bertengkar?"


Dinara hanya menunduk, lain halnya dengan Davin dan Viona yang terus memberikan tatapan tajam diantara keduanya.


"Papa tanya saja pada Davin! apa yang sudah dia lakukan padaku!" Viona yang lebih dulu menjawab.


"Aku hanya butuh penjelasan, dan kamu malah kabur seperti ini!"


"Aku tidak sudi menjelaskan apapun! pemikiran mu yang sudah rusak!"


"Ya, dengan begitu kamu membenarkan semuanya!"

__ADS_1


"Terserah!"


"STOP!" pekik Gunawan lagi, dia jadi pusing mendengar perdebatan keduanya.


"Ingat anak kalian yang masih berada di dalam perut, kalian tidak malu? tidak merasa bersalah padanya bertengkar seperti itu?" ucap Gunawan, mendadak suasana hening, lalu kemudian Dania menghampiri semuanya.


Datang dengan wajahnya yang bingung. Semua wajah nampak tegang, lain halnya dengan Dinara yang menunduk dan menangis.


"Ada apa ini? ayo masuk dulu," ajak Dania, coba mencairkan suasana.


Dan ketika Dania bicara semua orang menurutinya. Mereka semua masuk, Dania meminta Dinara untuk langsung ke kamar dan beristirahat, sementara Davin dan Viona dibawa ke ruang kerja Gunawan untuk diselesaikan masalahnya.


"Sekarang jelaskan, ada apa?" tanya Gunawan.


Viona memalingkan wajah, enggan untuk menjawab. Davin pun tidak buka suara, dia langsung menunjukkan foto yang ada di dalam ponselnya, foto yang dia dapat semalam dari nomor asing. Foto Ghaisan yang masuk ke dalam apartemen mereka.


Gunawan dan Dania memperhatikan foto itu lekat-lekat, memintai penampilan Ghaisan di dalam foto itu. Ghaisan menggunakan baju yang sama seperti semalam dia menjemput Dinara.


"Ini semalam?"

__ADS_1


"Iya, semalam Ghaisan mendatangi apartemen, di saat aku tidak ada disana dan Viona sendirian. Aku minta Viona menjelaskan ini, tapi dia malah marah-marah seolah aku yang salah," jawab Davin panjang lebar, masih juga ada kemarahan yang terdengar jelas dari ucapannya itu.


"Semalam Ghaisan mengantar Dinara ke apartemen kalian, ya wajar saja kalau dia masuk kesana kan?" tanya Dania.


Seketika otak dan hati Davin yang kusut mendadak lurus seketika, Davin baru sadar jika sedari tadi pagi Dinara ada bersama dia dan Viona, yang artinya semalam Dinara menginap disana.


Amarah Davin mendadak hilang, diganti dengan perasaan bersalah yang amat sangat dalam. Langsung teringat perlakuan kasarnya pada sang istri di apartemen tadi.


Dia menoleh dan menatap Viona, sang istri yang langsung bersikap acuh.


Ya, Davin wajar mendapatkan itu.


"Memangnya siapa sih yang kirim kamu foto ini? kenapa dia membuat kamu dan Viona bertengkar." ucap Dania lagi, dia mengambil ponsel Davin dan melihat si nomor pengirim. Gunawan pun melakukan hal yang sama, mencondongkan wajahnya ke arah sang istri dan sama-sama melihat nomor itu


Gunawan memicingkan matanya saat merasa tidak asing dengan nomor yang tertera disana.


Dia lalu mengambil ponselnya sendiri dan memeriksanya secara langsung, hingga keluarlah satu nama ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hayo siapa? 🤣


__ADS_2